Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Selektiflah dengan Pandanganmu!

Selektiflah dengan Pandanganmu!

5 November 2017 | Dibaca : 546x | Penulis : Dika Mustika

Kemarin, sama seperti akhir pekan sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk berolahraga. Olahraga yang saya pilih adalah lari pagi. Kemarin, saya sebenarnya merasa agak lelah sebelum berlari. Lelah sebelum lari adalah perasaan yang harus saya usir. Masa belum lari, udah capek duluan? Itu yang ada di benak saya. Ketika itu di track lari, saya melihat mungkin ada sekitar puluhan orang yang memang sedang berlari. Namun, di pinggir track, saya juga melihat orang-orang yang hanya duduk sambil mengobrol atau ya hanya diam saja. Hahaha, sempat tergoda dengan pemandangan yang ke-2!

Lari pagi sebelum meeting, adalah pengalaman langka bagi saya. Dan kemarin adalah salah satu momen langka itu. Makanya, saya berusaha untuk mengusir rasa capek tersebut. Rugi, mendapatkan momen ‘bisa olahraga sebelum meeting’ namun disalahgunakan. Hahahaha. Entah berawal dari mana, akhirnya saya mencoba untuk berlari dengan melepaskan kacamata yang biasanya tak lepas saya pakai (note: saya pengguna kacamata dengan minus 3). Penglihatan akan sangat berpengaruh jika saya tidak mengenakan kacamata. Namun, kemarin, setelah saya memutuskan untuk berlari tanpa mengenakan kacamata. Saya merasa langkah saya lebih ringan karena saya hanya fokus pada langkah kaki saya. Saya tak perlu terganggu dengan pemandangan orang yang mungkin sedang duduk-duduk cantik di pinggir track atau pemandangan orang yang sedang asyik menikmati sarapannya.  Dan rasa capek yang semula saya rasakan, seakan hilang dengan fokusnya saya hanya pada langkah kaki saya ketika berlari.

Kejadian di atas membuat saya berpikir, bukan hanya urusan ‘capek sebelum lari pagi’ saja. Ada banyak urusan-urusan semacam ‘capek sebelum lari pagi’ yang lainnya yang rasanya saya pernah rasakan dalam kehidupan keseharian saya. Dan pilihan sikap yang diambil ketika itu terjadi ya adakalanya adalah pilihan  yang memang membutuhkan sedikit usaha, alias yang paling nyaman untuk saya.  Kadang pilihan ‘membuka kacamata’ jarang diambil karena saya lebih fokus pada perasaan saya, bukan pada memanfaatkan momen berharga yang saya miliki.

Kejadian kemarin, seakan mengingatkan saya untuk bisa selalu fokus dalam memanfaatkan setiap momen berharga yang datang pada hidup kita. Momen hidup tak ada yang bisa berulang. Setiap detik tak ada yang dapat kembali, bahkan sepersekian detikpun! Yuk, kita fokus pada pemanfaatan momen berharga ini dengan lebih selektif pada apa yang kita lihat. Kita tak bisa mengatur, pemandangan apa saja yang akan ada dalam kehidupan kita, tapi kita bisa memilih pemandangan apa saja yang fokus kita lihat. Jika merasa ada pemandangan yang justru akan membuat kita ‘tidak berdaya’ bukalah kacamata kita!

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cream Pemutih Wajah Yang Aman Dan Permanen
27 September 2017, by fersy dungga
Cream Pemutih Wajah Yang Aman Dan Permanen – Semua orang pasti mendambakan wajah putih dan berseri, Baik pria ataupun wanita. Terkadang untuk ...
PDIP Usung Gus Pul, Begini Reaksi Khofifah yang Juga Ingin Maju
16 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
PDIP telah resmi mengumunkan calon untuk maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Menanggapi hal ini, Khofifah Indar Parawansa yang juga berniat mengatakan bahwa ...
Doa Anak Palestina untuk Indonesia"Semoga Merah Putih selalu berkibar gagah, semoga Allah selalu menaungi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang tetap ramah,”
18 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Seperti yang kita ketahui Negara kita Indonesia selalu berpran aktiv dalam membantu Negara Palestina. Bantuan yang diberikan Negara kita tidak ...
Sedang Viral, Begini Cara Pakai Fitur Terbaru Ask Me Question di Instagram Story
30 Juni 2018, by Nur Atinal Khusna
Apa kamu suka mengunggah story di media sosial Instagram? Kalau suka, sudah taukah kamu dengan fitur baru Instagram yang disebut Ask Me Question di fitur ...
Joan Mir : Valentino Rossi Adalah Idola Saya
26 November 2017, by Rachmiamy
Kehadiran Valentino Rossi bisa dikatakan sebuah fenomena di ajang balapan MotoGP. Diusianya yang hampir 39 tahun, pembalap berjuluk The Doctor tersebut masih ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman