Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sejarah Ditemukannya Dasi

Sejarah Ditemukannya Dasi

19 April 2018 | Dibaca : 352x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Dasi adalah salah satu penemuan aksesoris  pria yang sangat indah dan dapat membuat pria semakin percaya diri serta berwibawa. Dasi menjadi aksesoris yang sangat penting dalam bekerja terutama untuk pekerja kantoran.

Dasi merupakan aksesoris leher dan dada yang tentu saja memiliki sejarah. Menurut Asosiasi Aksesori Leher Amerika, dasi memiliki sejarah yang cukup panjang. Sejak zaman batu telah ada aksesoris leher dan dada yang pada saat itu dipakai untuk menunjukkan ciri khas kelompok pria yang berkasta tinggi.

Bahkan pada masa romawi kuno, aksesoris leher dan berupa kain sudah dipakai saat itu guna melindungi leher dan tenggorakan. Aksesoris tersebut dipakai khususnya para juru bicara. Kemudian setelah mengalami perkembangan, disusul prajurit militer Romawi juga menggunakanya. Hal ini dilihat dari aksesori kain leher tampak pada patung batu di makam kuno, Xian, Tiongkok.

Aksesori leher terkenal lainnya muncul di masa Shakespeare (1564 - 1616), yakni "ruff".
Kerah kaku dari kain putih itu bentuknya serupa piringan besar yang melingkari leher. Untuk mempertahankan bentuk, ruff sering dikanji. Lambat laun orang merasa ruff yang bertumpuk-tumpuk hingga mencapai ketebalan beberapa sentimeter mengakibatkan iritasi.

Lahirlah "cravat" pada masa pemerintahan Louis XIV tahun 1660-an. Namun, Kroasia lebih tepat disebut sebagai tanah asal dasi. Bahkan konon kata ini berasal dari nama negara Kroasia dalam bahasa setempat Hrvatska.


Ini sesuai penuturan Francoise Chaile dalam buku La Grande Historie de la Cravate (Flamarion, Paris, 1994). "
Sekitar tahun 1635, sekitar enam ribu prajurit dan ksatria datang ke Paris, yang disewa oleh Louis XIII dan Richelieu. Pakaian tradisional mereka amat menarik. Sehelai sapu tangan diikatkan di leher dengan cara khusus.

Sapu tangan itu terbuat dari berbagai kain, dari yang serupa seragam, katun halus, hingga sutera. Gaya unik ini segera 'menaklukkan Perancis'. Apalagi cara ini lebih praktis ketimbang kerah kaku. Sapu tangan itu cuma diikat, dengan ujung-ujungnya dibiarkan lepas."

Kemudian pada tahun 1860-an cravat dengan ujung yang memanjang dan lebih mendekati bentuk dasi seperti saat ini mulai berkembang. Dasi seperti saat ini mulai ada ketika munculnya mode kemeja berkerah. Sementara dasi berbentuk kupu-kupu baru populer tahun 1890-an.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Khasiat  Daun Kelor Untuk Kesehatan Tubuh
24 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Guys,pernah mendengar peribahasa "dunia tak selebar daun kelor", hal itu karena daun kelor memiliki ukuran yang kecil. Ya memang, kalau ...
7 Teknik Mengaplikasikan Kosmetik untuk Tata Rias Mata yang Menarik
28 Juni 2018, by Maman Soleman
Seringkali kaum perempuan bingung untuk merias wajahnya saat hendak menghadiri acara pesta. Padahal tata rias untuk acara pesta sebenarnya berpusat sebagian ...
Ridwan Kamil : "Apartemen untuk Buruh dapat Mengurangi Biaya Transportasi"
23 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil bersama pasangannya Uu Ruzhanul Ulum melakukan berbagai upaya sosialisasi ...
Inilah 5 Klaim Palsu Dwi Hartanto
9 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Dunia pendidikan saat ini sedang di gegerkan oleh salah satu putra bangsa yang mengenyam pendidikan di luar negeri. Dwi Hartanto seorang ...
Ingin Umur Panjang? Lakukan 5 Pola Hidup Sehat
4 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap orang menginginkan tubuh yang sehat bukan? Usia memang sudah ditentukan oleh tuhan namun sehat merupakan pilihan. Mulailah dari diri ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman