Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sejarah Ditemukannya Dasi

Sejarah Ditemukannya Dasi

19 April 2018 | Dibaca : 1382x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Dasi adalah salah satu penemuan aksesoris  pria yang sangat indah dan dapat membuat pria semakin percaya diri serta berwibawa. Dasi menjadi aksesoris yang sangat penting dalam bekerja terutama untuk pekerja kantoran.

Dasi merupakan aksesoris leher dan dada yang tentu saja memiliki sejarah. Menurut Asosiasi Aksesori Leher Amerika, dasi memiliki sejarah yang cukup panjang. Sejak zaman batu telah ada aksesoris leher dan dada yang pada saat itu dipakai untuk menunjukkan ciri khas kelompok pria yang berkasta tinggi.

Bahkan pada masa romawi kuno, aksesoris leher dan berupa kain sudah dipakai saat itu guna melindungi leher dan tenggorakan. Aksesoris tersebut dipakai khususnya para juru bicara. Kemudian setelah mengalami perkembangan, disusul prajurit militer Romawi juga menggunakanya. Hal ini dilihat dari aksesori kain leher tampak pada patung batu di makam kuno, Xian, Tiongkok.

Aksesori leher terkenal lainnya muncul di masa Shakespeare (1564 - 1616), yakni "ruff".
Kerah kaku dari kain putih itu bentuknya serupa piringan besar yang melingkari leher. Untuk mempertahankan bentuk, ruff sering dikanji. Lambat laun orang merasa ruff yang bertumpuk-tumpuk hingga mencapai ketebalan beberapa sentimeter mengakibatkan iritasi.

Lahirlah "cravat" pada masa pemerintahan Louis XIV tahun 1660-an. Namun, Kroasia lebih tepat disebut sebagai tanah asal dasi. Bahkan konon kata ini berasal dari nama negara Kroasia dalam bahasa setempat Hrvatska.


Ini sesuai penuturan Francoise Chaile dalam buku La Grande Historie de la Cravate (Flamarion, Paris, 1994). "
Sekitar tahun 1635, sekitar enam ribu prajurit dan ksatria datang ke Paris, yang disewa oleh Louis XIII dan Richelieu. Pakaian tradisional mereka amat menarik. Sehelai sapu tangan diikatkan di leher dengan cara khusus.

Sapu tangan itu terbuat dari berbagai kain, dari yang serupa seragam, katun halus, hingga sutera. Gaya unik ini segera 'menaklukkan Perancis'. Apalagi cara ini lebih praktis ketimbang kerah kaku. Sapu tangan itu cuma diikat, dengan ujung-ujungnya dibiarkan lepas."

Kemudian pada tahun 1860-an cravat dengan ujung yang memanjang dan lebih mendekati bentuk dasi seperti saat ini mulai berkembang. Dasi seperti saat ini mulai ada ketika munculnya mode kemeja berkerah. Sementara dasi berbentuk kupu-kupu baru populer tahun 1890-an.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Simpel Membuat Sup Telur yang Lezat
20 Desember 2017, by Zeal
Tampang- Sobat, mau masak, tapi bingung menu makan buat hari apa ? Jangan khawatir, karena kali ini redaksi akan memberikan referensi menu masakan yang simpel ...
Atasi Kendaraan Mogok Habis Bensin di Kemacetan.. Pertamina Siapkan Satgas Bensin
9 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kementrian Perhubungan dan Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas menjelang arus mudik lebaran 2017. Selain itu, untuk mempermudah para ...
Inilah 5 Strategi Pemerintah Dalam Upaya Tekan Angka Kemiskinan
19 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya menekan angka kemiskinan di Indonesia, pemerintah kini telah memiliki strategi jitu. Seperti yang kita ketahui, angka ...
Pemukiman Kampung Melayu kembali Terendam Banjir, Warga Siaga
5 Februari 2018, by Zeal
Tampang.com - Musim penghujan baru saja dimulai, banyak beberapa daerah belum siap menerima hujan karena masih banyak limbah-limbah yang dibuang sembarang ...
Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%
4 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Hanya dengan meminum satu gelas anggur atau minuman beralkohol lainnya dalam sehari sudah cukup untuk meningkatkan risiko kanker payudara, sebuah laporan baru ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab