Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Sejarah Ditemukannya Dasi

Sejarah Ditemukannya Dasi

19 April 2018 | Dibaca : 405x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Dasi adalah salah satu penemuan aksesoris  pria yang sangat indah dan dapat membuat pria semakin percaya diri serta berwibawa. Dasi menjadi aksesoris yang sangat penting dalam bekerja terutama untuk pekerja kantoran.

Dasi merupakan aksesoris leher dan dada yang tentu saja memiliki sejarah. Menurut Asosiasi Aksesori Leher Amerika, dasi memiliki sejarah yang cukup panjang. Sejak zaman batu telah ada aksesoris leher dan dada yang pada saat itu dipakai untuk menunjukkan ciri khas kelompok pria yang berkasta tinggi.

Bahkan pada masa romawi kuno, aksesoris leher dan berupa kain sudah dipakai saat itu guna melindungi leher dan tenggorakan. Aksesoris tersebut dipakai khususnya para juru bicara. Kemudian setelah mengalami perkembangan, disusul prajurit militer Romawi juga menggunakanya. Hal ini dilihat dari aksesori kain leher tampak pada patung batu di makam kuno, Xian, Tiongkok.

Aksesori leher terkenal lainnya muncul di masa Shakespeare (1564 - 1616), yakni "ruff".
Kerah kaku dari kain putih itu bentuknya serupa piringan besar yang melingkari leher. Untuk mempertahankan bentuk, ruff sering dikanji. Lambat laun orang merasa ruff yang bertumpuk-tumpuk hingga mencapai ketebalan beberapa sentimeter mengakibatkan iritasi.

Lahirlah "cravat" pada masa pemerintahan Louis XIV tahun 1660-an. Namun, Kroasia lebih tepat disebut sebagai tanah asal dasi. Bahkan konon kata ini berasal dari nama negara Kroasia dalam bahasa setempat Hrvatska.


Ini sesuai penuturan Francoise Chaile dalam buku La Grande Historie de la Cravate (Flamarion, Paris, 1994). "
Sekitar tahun 1635, sekitar enam ribu prajurit dan ksatria datang ke Paris, yang disewa oleh Louis XIII dan Richelieu. Pakaian tradisional mereka amat menarik. Sehelai sapu tangan diikatkan di leher dengan cara khusus.

Sapu tangan itu terbuat dari berbagai kain, dari yang serupa seragam, katun halus, hingga sutera. Gaya unik ini segera 'menaklukkan Perancis'. Apalagi cara ini lebih praktis ketimbang kerah kaku. Sapu tangan itu cuma diikat, dengan ujung-ujungnya dibiarkan lepas."

Kemudian pada tahun 1860-an cravat dengan ujung yang memanjang dan lebih mendekati bentuk dasi seperti saat ini mulai berkembang. Dasi seperti saat ini mulai ada ketika munculnya mode kemeja berkerah. Sementara dasi berbentuk kupu-kupu baru populer tahun 1890-an.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mahasiswa UGM Meninggal Setelah Jatuh dari Atas Gedung
19 September 2017, by Rindang Riyanti
Universitas Gadjah Mada kini sedang melakukan proses investigasi terkait meninggalnya salah seorang mahasiswanya, Eko Nur As'adi karena jatuh dari atap ...
Jika Mengalami Hal Ini, Tandanya Anda Belum Siap Punya Anak
23 September 2017, by Retno Indriyani
Salah satu tujuan dari pernikahan yaitu memiliki keturunan. Hampir semua pasangan memimpikan kehadiran buah hati untuk melengkapi keluarga mereka. Selain untuk ...
Jaga Kebersihan! Bogor Terapkan Sanksi Pilih Denda atau Penjara Jika Buang Sampah Sembarangan..
9 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com -  Bogor telah menerapkan aturan ketat mengenai kebersihan. 14 dari 34 warga didenda sebesar Rp 200 ribu karena terbukti bersalah telah ...
Menikmati Keindahan Pulau Belitung dengan Jabejabe Amazing Holiday
14 Mei 2019, by Admin
Siapa yang tak kenal dengan Pulau Belitung? Pulau yang indah dengan sejuta pesona yang begitu menakjubkan dan memiliki sebutan sebagai Negeri Laskar pelangi. ...
Inilah Cara Tere Mempertahankan Kesehatan Matanya
20 Juni 2018, by Maman Soleman
Mata sehat merupakan idaman setiap orang, termasuk Tere. Pemilik nama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede ini serasa memiliki mata baru setelah menjalani ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman