Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Salju Pernah Turun di Baghdad, Benarkah?

Salju Pernah Turun di Baghdad, Benarkah?

1 Februari 2018 | Dibaca : 588x | Penulis : Maman Soleman

Literatur Arab kuno menunjukkan bahwa Baghdad pernah membeku 1.000 tahun lalu. Mengapa bisa begitu? Padahal saat ini suhu di Baghdad berkisar antara 2 derajat celsius pada musim dingin dan 45 derajat Celsius pada musim panas.

Pada tahun 762, Baghdad dengan cepat tumbuh menjadi sebuah ibukota terpenting pada masa kekhalifahan Abbasid. Para penulis di masa kekhalifahan itu tidak menyebutkan secara spesifik mengenai cuaca dan iklim. Namun Fernando Dorrunguez-Castro, peneliti dari University of Extremadura, Spanyol, dan tim peneliti mendapat data menarik mengenai hal itu.

Dia menemukan sejumlah data yang menyebutkan salju pernah turun di Baghdad dan sungai di kota itu pun membeku. Peristiwa itu terjadi pada abad ke-9 dan ke-10 (pada tahun 908, 944, dan 1007). Hasil penemuan data mengenai kondisi cuaca dan iklim itu didapat setelah mengkaji literatur Arab kuno yang ditulis Al-Tabari (tahun 913), Ibn al-Athir (1233), dan Al-Suyuti (1505). Pada ketiga literatur itu ditemukan catatan kondisi cuaca dan iklim dari waktu ke waktu.

Kondisi dan iklim ekstrem seperti itu belum pernah terjadi di Baghdad hingga saat ini. Salju yang turun di Baghdad pada era modern terjadi pada 2008. Dominguez-Castro, dalam publikasinya di jurnal Weather, menuliskan informasi iklim yang didapatkan dari sumber kuno itu memberikan rincian kondisi ekstrem yang berpengaruh secara luas, seperti menimbulkan banjir dan kekeringan.

"Dari literatur tersebut juga diketahui sejumlah kondisi yang jarang terjadi di Baghdad, yaitu hujan es disertai badai, sungai yang membeku, dan salju," tambah Dominguez-Castro.

Hasil penelitian tersebut memberikan petunjuk adanya penurunan temperatur secara global pada abad ke-10. Menurut Dominguez-Castro, penurunan itu terjadi berkaitan dengan erupsi vulkanis, meski pendapat itu masih perlu dibuktikan.

Dominguez-Castro mengatakan, "Literatur Arab kuno itu menjadi dokumen yang sangat penting dan berguna untuk mendukung model iklim yang dibuat para peneliti. Kemampuan merekonstruksi iklim masa lampau memberi kita wawasan untuk memahami iklim kita saat ini."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

jeddah arab saudi
31 Mei 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Umat Islam baru saja memulai puasa di Bulan Ramadhan. Saat mengawali bulan Ramadhan, berbagai aktivitas pun dilakukan untuk menyambutnya. Di ...
Soal Pemecatan Prabowo, Fadli Zon Benar
4 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Tetapi, terkait dengan pemenangan pemilu, kebenaran dari dokumen tersebut tidak perlu dipersoalkan lagi. Toh, sekalipun dokumen tersebut benar, tetap saja ...
Gerindra Pastikan tidak akan Usung Ridwan kamil di Pilgub Jabar
13 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Perhelatan Pilgub Jawa Barat yang akan berlangsung tahun 2018 mendatang, membuat partai-partai politik segera melakukan komunikasi politik dengan ...
Aksi Demian The Death Drop Berujung Petaka
2 Desember 2017, by Admin
Tampang.com  – Aksi berbahaya llusionist Demian Aditya saat menunjukan atraksi The Death Drop berbuah petaka. Aksi yang sebelumnya sempat gagal dan ...
obesitas tidur
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seperti kita ketahui, orang yang berkelebihan berat badan memang memiliki resiko lebih besar terserang penyakit. Ternyata, resiko penyakit ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview