Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Salju Pernah Turun di Baghdad, Benarkah?

Salju Pernah Turun di Baghdad, Benarkah?

1 Februari 2018 | Dibaca : 508x | Penulis : Maman Soleman

Literatur Arab kuno menunjukkan bahwa Baghdad pernah membeku 1.000 tahun lalu. Mengapa bisa begitu? Padahal saat ini suhu di Baghdad berkisar antara 2 derajat celsius pada musim dingin dan 45 derajat Celsius pada musim panas.

Pada tahun 762, Baghdad dengan cepat tumbuh menjadi sebuah ibukota terpenting pada masa kekhalifahan Abbasid. Para penulis di masa kekhalifahan itu tidak menyebutkan secara spesifik mengenai cuaca dan iklim. Namun Fernando Dorrunguez-Castro, peneliti dari University of Extremadura, Spanyol, dan tim peneliti mendapat data menarik mengenai hal itu.

Dia menemukan sejumlah data yang menyebutkan salju pernah turun di Baghdad dan sungai di kota itu pun membeku. Peristiwa itu terjadi pada abad ke-9 dan ke-10 (pada tahun 908, 944, dan 1007). Hasil penemuan data mengenai kondisi cuaca dan iklim itu didapat setelah mengkaji literatur Arab kuno yang ditulis Al-Tabari (tahun 913), Ibn al-Athir (1233), dan Al-Suyuti (1505). Pada ketiga literatur itu ditemukan catatan kondisi cuaca dan iklim dari waktu ke waktu.

Kondisi dan iklim ekstrem seperti itu belum pernah terjadi di Baghdad hingga saat ini. Salju yang turun di Baghdad pada era modern terjadi pada 2008. Dominguez-Castro, dalam publikasinya di jurnal Weather, menuliskan informasi iklim yang didapatkan dari sumber kuno itu memberikan rincian kondisi ekstrem yang berpengaruh secara luas, seperti menimbulkan banjir dan kekeringan.

"Dari literatur tersebut juga diketahui sejumlah kondisi yang jarang terjadi di Baghdad, yaitu hujan es disertai badai, sungai yang membeku, dan salju," tambah Dominguez-Castro.

Hasil penelitian tersebut memberikan petunjuk adanya penurunan temperatur secara global pada abad ke-10. Menurut Dominguez-Castro, penurunan itu terjadi berkaitan dengan erupsi vulkanis, meski pendapat itu masih perlu dibuktikan.

Dominguez-Castro mengatakan, "Literatur Arab kuno itu menjadi dokumen yang sangat penting dan berguna untuk mendukung model iklim yang dibuat para peneliti. Kemampuan merekonstruksi iklim masa lampau memberi kita wawasan untuk memahami iklim kita saat ini."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

ivan
13 Juli 2017, by Hardika Ilhami
United semakin dekat dengan punggawa Inter Milan, Ivan Perisic, namun Inter masih bertahan dengan banderol £48 juta mereka untuk pemain tim nasional ...
Jangan Panik, Berikut 2 Hal yang Dapat Kamu Lakukan Saat Smartphone Kamu Kemasukan Air
15 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Smartphone saat ini tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, dimana pun dan kapan pun kita selalu membawa alat komunikasi yang satu ini. bahkan tak ...
Survei Kotoran Gorilla Menawarkan Wawasan Tentang Evolusi Mikrobioma Manusia
5 Mei 2018, by Slesta
Mikrobioma usus dari kera besar berfluktuasi secara musiman, survei baru gorila dan simpanse menunjukkan. Temuan yang dipublikasikan minggu ini di jurnal ...
7 Tips Atasi Kutu Rambut Pada Anak
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Jika anak Anda memiliki kutu rambut dan menganggap bahwa hal itu berkaitan dengan status social atau kurang bersih. Anggapan itu kuranglah tepat, karena rambut ...
Banyak ‘Makan’ Gula, Tanaman Juga Bisa Gemuk
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Makan terlalu banyak tanpa berolahraga membuat berat badan Anda mungkin akan bertambah beberapa kilogram. Ternyata, hal ini juga berlaku pada tanaman. Dalam ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab