Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

26 Agustus 2017 | Dibaca : 335x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Penelitian terbaru ungkapkan bahwa membaca buku di waktu luang mampu menambah rentang usia seseorang.

Penelitian dari Yale University School of Public Health ini ungkap bahwa orang yang gemar baca buku hidupnya dapat dua tahun lebih lama dibanding yang tidak.

Menurut Avni Bavishi, ilmuwan yang memimpin penelitian ini ungkap buku mampu menstimulasi otak.

“Buku lebih menunjang pembacaan yang mendalam dan menolong pembaca untuk lebih terkait dengan dunia di luar,” katanya.

Psikiatri yang berbasis di Hong Kong, Dr Vanessa Wong setuju akan hal itu. Menurutnya, itu berkaitan dengan imajinasi yang didorong dari buku.

“Mungkin itu membakar imajinasi dan membutuhkan partisipasi yang lebih aktif. Dalam kasus ini, pembaca didorong oleh cara bertutur daripada secara pasif dicekoki informasi, yang membutuhkan lebih sedikit proses kognitif,” ujar Wong, dikutip South China Morning Post.

Studi yang dilakukan Bavishi sendiri, berjudul A Chapter a Day: Association of Book Reading with Longevity, diterbitkan di jurnal Social Sciences & Medicine.

Dalam studinya, ia melihat 3.653 orang Amerika yang berusia di atas 50 tahun, selama 12 tahun.

Hasilnya, 33 persen dari mereka yang tidak membaca meninggal dunia. Namun dari mereka membaca lebih dari 3,5 jam per minggu, yang meninggal hanya 27 persen. “Karena itu, kami percaya ada koneksi kuat antara membaca dan panjangnya hidup,” ia menuturkan.

Peneliti juga mengontrol faktor-faktor lain seperti gaya hidup yang membuat partisipan studi itu meninggal dunia di luar membaca. Dari situ diketahui, membaca buku punya efek yang kurang lebih sama seperti keterampilan bermain musik atau belajar bahasa baru.

Wong menambahkan, membaca mungkin tidak punya koneksi langsung dengan hidup panjang, tapi aktivitas itu mengubah koneksi di otak yang bisa berdampak pada hidup yang lebih lama.

Salah satunya, membaca satu jam atau lebih sehari mengurangi risiko demensia. Penyakit itu diketahui berkaitan dengan harapan hidup yang lebih pendek.

“Penulis studi ini menyarankan bahwa membaca cerita bukan hanya menguatkan daerah [di otak] yang memproses bahasa, tapi juga menetralkan aktivitas yang berkaitan dengan sensasi tubuh, dengan menempatkan pembaca di tubuh tokoh protagonisnya,” ujar Wong menerangkan.

“Ini bisa mengubah keterkaitan somatosensori dan motor korteks,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tips Atasi Rasa Malas saat Masuk Kerja Pertama Usai Libur Lebaran
2 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Liburan saat lebaran apalagi yang melakukan tradisi mudik pulang ke kampung halaman merupakan liburan yang sangat menyenangkan. Perjalanan yang ...
RI Butuh 75 Tahun Kejar Ketertinggalan Pendidikan dari Negara Maju
19 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
  Menurut laporan Bank Dunia, Indonesia dianggap butuh waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju di bidang pendidikan ...
7 Tips Sukses Menjadi Miliarder Ala Warren Buffet
4 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Setiap orang memiliki keinginan untuk punya uang banyak dan kekayaan berlimpah, bahkan sebagian besar orang bekerja keras untuk mengejar itu. Ada banyak cara ...
Fokus Bakar Lemak, Lakukan 5 Hal Ini Ketika Berolahraga
9 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak orang yang berolahraga dengan tujuan untuk membakar lemak yang ada pada tubuh. Tentunya, semakin cepat lemak terbakar semakin ...
Balikpapan Borong Medali Kejurnas Angkat Berat dan Besi di Riau
29 November 2017, by Admin
Tampang.com – Pengurus Cabang (Pengcab) PABBSI Balikpapan patut berbangga. Dari tujuh lifter Kota Beriman yang tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman