Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

26 Agustus 2017 | Dibaca : 382x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Penelitian terbaru ungkapkan bahwa membaca buku di waktu luang mampu menambah rentang usia seseorang.

Penelitian dari Yale University School of Public Health ini ungkap bahwa orang yang gemar baca buku hidupnya dapat dua tahun lebih lama dibanding yang tidak.

Menurut Avni Bavishi, ilmuwan yang memimpin penelitian ini ungkap buku mampu menstimulasi otak.

“Buku lebih menunjang pembacaan yang mendalam dan menolong pembaca untuk lebih terkait dengan dunia di luar,” katanya.

Psikiatri yang berbasis di Hong Kong, Dr Vanessa Wong setuju akan hal itu. Menurutnya, itu berkaitan dengan imajinasi yang didorong dari buku.

“Mungkin itu membakar imajinasi dan membutuhkan partisipasi yang lebih aktif. Dalam kasus ini, pembaca didorong oleh cara bertutur daripada secara pasif dicekoki informasi, yang membutuhkan lebih sedikit proses kognitif,” ujar Wong, dikutip South China Morning Post.

Studi yang dilakukan Bavishi sendiri, berjudul A Chapter a Day: Association of Book Reading with Longevity, diterbitkan di jurnal Social Sciences & Medicine.

Dalam studinya, ia melihat 3.653 orang Amerika yang berusia di atas 50 tahun, selama 12 tahun.

Hasilnya, 33 persen dari mereka yang tidak membaca meninggal dunia. Namun dari mereka membaca lebih dari 3,5 jam per minggu, yang meninggal hanya 27 persen. “Karena itu, kami percaya ada koneksi kuat antara membaca dan panjangnya hidup,” ia menuturkan.

Peneliti juga mengontrol faktor-faktor lain seperti gaya hidup yang membuat partisipan studi itu meninggal dunia di luar membaca. Dari situ diketahui, membaca buku punya efek yang kurang lebih sama seperti keterampilan bermain musik atau belajar bahasa baru.

Wong menambahkan, membaca mungkin tidak punya koneksi langsung dengan hidup panjang, tapi aktivitas itu mengubah koneksi di otak yang bisa berdampak pada hidup yang lebih lama.

Salah satunya, membaca satu jam atau lebih sehari mengurangi risiko demensia. Penyakit itu diketahui berkaitan dengan harapan hidup yang lebih pendek.

“Penulis studi ini menyarankan bahwa membaca cerita bukan hanya menguatkan daerah [di otak] yang memproses bahasa, tapi juga menetralkan aktivitas yang berkaitan dengan sensasi tubuh, dengan menempatkan pembaca di tubuh tokoh protagonisnya,” ujar Wong menerangkan.

“Ini bisa mengubah keterkaitan somatosensori dan motor korteks,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Deddy – Dedi Unggul, Tim Rindu Evaluasi
15 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya untuk memenangkan Pilkada Jabar 2018 ini, masing – masing pasangan calon memiliki strateginya masing – masing untuk ...
Hah? Pria Botak Tidak Lebih Menarik dari Pria Berambut?
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ungkapan rambut adalah mahkota wanita kini sepertinya berlaku juga untuk kaum pria. Pasalnya, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria ...
Pengamat: Gerakan #2019GantiPresiden menjadi Semangat Pemenangan Pasangan Asyik di Pilgub Jabar
1 Mei 2018, by Zeal
Tampang.com - Gerakan #2019GantiPresiden ternyata semakin masif dan meluas. Gerakan tersebut kini bergeser ke Jawa Barat (Jabar) dimana provinsi Jabar saat ini ...
Kapan Ya Waktu yang Tepat untuk Menyatakan Cinta?
12 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kamu sedang jatuh cinta pasa seseorang? Namun kamu belum siap untuk mengungkapkannya? Jika kamu masih bingung dengan waktu yang tepat untuk ...
Besarnya Tanggung Jawab Suami yang Tak Dipahami Kaum Adam
5 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Suami adalah imam dalam suatu keluarga, kadang banyak seorang suami kurang memahami tanggung jawabnya kepda sang istri dan anak-anaknya. Tak ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab