Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

26 Agustus 2017 | Dibaca : 313x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Penelitian terbaru ungkapkan bahwa membaca buku di waktu luang mampu menambah rentang usia seseorang.

Penelitian dari Yale University School of Public Health ini ungkap bahwa orang yang gemar baca buku hidupnya dapat dua tahun lebih lama dibanding yang tidak.

Menurut Avni Bavishi, ilmuwan yang memimpin penelitian ini ungkap buku mampu menstimulasi otak.

“Buku lebih menunjang pembacaan yang mendalam dan menolong pembaca untuk lebih terkait dengan dunia di luar,” katanya.

Psikiatri yang berbasis di Hong Kong, Dr Vanessa Wong setuju akan hal itu. Menurutnya, itu berkaitan dengan imajinasi yang didorong dari buku.

“Mungkin itu membakar imajinasi dan membutuhkan partisipasi yang lebih aktif. Dalam kasus ini, pembaca didorong oleh cara bertutur daripada secara pasif dicekoki informasi, yang membutuhkan lebih sedikit proses kognitif,” ujar Wong, dikutip South China Morning Post.

Studi yang dilakukan Bavishi sendiri, berjudul A Chapter a Day: Association of Book Reading with Longevity, diterbitkan di jurnal Social Sciences & Medicine.

Dalam studinya, ia melihat 3.653 orang Amerika yang berusia di atas 50 tahun, selama 12 tahun.

Hasilnya, 33 persen dari mereka yang tidak membaca meninggal dunia. Namun dari mereka membaca lebih dari 3,5 jam per minggu, yang meninggal hanya 27 persen. “Karena itu, kami percaya ada koneksi kuat antara membaca dan panjangnya hidup,” ia menuturkan.

Peneliti juga mengontrol faktor-faktor lain seperti gaya hidup yang membuat partisipan studi itu meninggal dunia di luar membaca. Dari situ diketahui, membaca buku punya efek yang kurang lebih sama seperti keterampilan bermain musik atau belajar bahasa baru.

Wong menambahkan, membaca mungkin tidak punya koneksi langsung dengan hidup panjang, tapi aktivitas itu mengubah koneksi di otak yang bisa berdampak pada hidup yang lebih lama.

Salah satunya, membaca satu jam atau lebih sehari mengurangi risiko demensia. Penyakit itu diketahui berkaitan dengan harapan hidup yang lebih pendek.

“Penulis studi ini menyarankan bahwa membaca cerita bukan hanya menguatkan daerah [di otak] yang memproses bahasa, tapi juga menetralkan aktivitas yang berkaitan dengan sensasi tubuh, dengan menempatkan pembaca di tubuh tokoh protagonisnya,” ujar Wong menerangkan.

“Ini bisa mengubah keterkaitan somatosensori dan motor korteks,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

tim waper indonesia
19 Mei 2017, by Nisa Nurjanah
Dukung Kami Mengharumkan Nama Indonesia di Dunia Halo semuaaa, Setelah berkompetisi dengan ratusan tim dari berbagai negara sejak November 2016, kami Tim ...
ikan louhan
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ikan memang memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh manusia. Terlebih lagi pada kesehatan otak. Namun, apa jadinya kalau yang kamu ...
Seberapa Besar Peluang Duet Prabowo dengan AHY di Pilpres 2019?
10 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pembukaan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019 tinggal sebentar lagi. Sampai saat ini ada dua calon yang sudah mantap bakal maju sebagai ...
Mengenal Sejarah Lyon Sebagai Kota Mural
17 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kota Lyon, Prancis ini memang memiliki banyak sekali julukan. Mulai dari kota Budaya, kota Mawar, bahkan hingga kota Gastronomi. Salah satunya ...
foto..liputan 6
6 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Berhati-hati dalam menyeberang jalan sudah ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya agar tidak menimbulkan masalah, namun kalau yang menyeberang ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes