Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

Rutin Membaca Buku Ternyata Mampu Menambah Rentang Usia

26 Agustus 2017 | Dibaca : 615x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Penelitian terbaru ungkapkan bahwa membaca buku di waktu luang mampu menambah rentang usia seseorang.

Penelitian dari Yale University School of Public Health ini ungkap bahwa orang yang gemar baca buku hidupnya dapat dua tahun lebih lama dibanding yang tidak.

Menurut Avni Bavishi, ilmuwan yang memimpin penelitian ini ungkap buku mampu menstimulasi otak.

“Buku lebih menunjang pembacaan yang mendalam dan menolong pembaca untuk lebih terkait dengan dunia di luar,” katanya.

Psikiatri yang berbasis di Hong Kong, Dr Vanessa Wong setuju akan hal itu. Menurutnya, itu berkaitan dengan imajinasi yang didorong dari buku.

“Mungkin itu membakar imajinasi dan membutuhkan partisipasi yang lebih aktif. Dalam kasus ini, pembaca didorong oleh cara bertutur daripada secara pasif dicekoki informasi, yang membutuhkan lebih sedikit proses kognitif,” ujar Wong, dikutip South China Morning Post.

Studi yang dilakukan Bavishi sendiri, berjudul A Chapter a Day: Association of Book Reading with Longevity, diterbitkan di jurnal Social Sciences & Medicine.

Dalam studinya, ia melihat 3.653 orang Amerika yang berusia di atas 50 tahun, selama 12 tahun.

Hasilnya, 33 persen dari mereka yang tidak membaca meninggal dunia. Namun dari mereka membaca lebih dari 3,5 jam per minggu, yang meninggal hanya 27 persen. “Karena itu, kami percaya ada koneksi kuat antara membaca dan panjangnya hidup,” ia menuturkan.

Peneliti juga mengontrol faktor-faktor lain seperti gaya hidup yang membuat partisipan studi itu meninggal dunia di luar membaca. Dari situ diketahui, membaca buku punya efek yang kurang lebih sama seperti keterampilan bermain musik atau belajar bahasa baru.

Wong menambahkan, membaca mungkin tidak punya koneksi langsung dengan hidup panjang, tapi aktivitas itu mengubah koneksi di otak yang bisa berdampak pada hidup yang lebih lama.

Salah satunya, membaca satu jam atau lebih sehari mengurangi risiko demensia. Penyakit itu diketahui berkaitan dengan harapan hidup yang lebih pendek.

“Penulis studi ini menyarankan bahwa membaca cerita bukan hanya menguatkan daerah [di otak] yang memproses bahasa, tapi juga menetralkan aktivitas yang berkaitan dengan sensasi tubuh, dengan menempatkan pembaca di tubuh tokoh protagonisnya,” ujar Wong menerangkan.

“Ini bisa mengubah keterkaitan somatosensori dan motor korteks,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Lava Dari Gunung Api Kilauea di Hawaii Mendekati Pembangkit Listrik
23 Mei 2018, by Slesta
Lava dari Gunung Api Kilauea di Hawaii telah merayap ke properti salah satu pembangkit listrik panas bumi Big Island, kata para pejabat pertahanan ...
Tips Fashion Hijab Winter Style
4 Februari 2019, by Rizal Abdillah
Musim hujan sudah datang. Biasanya sih, angin juga akan menghiasi musim ini. So, prepare outfit hangat sepertinya ide yang bagus, Ladies. Melindungi tubuh dari ...
Parfum Kado Valentine Kim kadashian untuk Paris Hilton dan Para Sahabat
4 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Baru – baru ini selebriti Hollywood yang satu ini telah meluncurkan produk baru berupa parfum. Dengan botol kemasan parfum edisi Kimoji Heart itu. ...
Permainan Tradisional yang Berguna Untuk Tumbuh Kembang Anak
10 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Masa kanak-kanak adalah suatu masa yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermain. Kebahagiaan mereka akan terlihat lengkap saat bertemu ...
Anak dan Ayah  Terciduk KPK, Kenapa dan Ada Apa ?
27 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Iman diketahui saat ini menjabat Wali Kota dalam periodenya yang kedua. Ia pertama kali menjabat Wali Kota Cilegon pada tahun 2010 lalu. Kala itu, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview