Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Proyek Mobil Listrik Disodorkan Mitsubishi

Proyek Mobil Listrik Disodorkan Mitsubishi

6 September 2017 | Dibaca : 296x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan  pihaknya sudah mengantongi 10 purwarupa kendaraan berbasis listrik dalam kondisi laik jalan untuk proses ujicoba dalam waktu dekat. Kemenperin memastikan kesepuluh kendaraan tersebut merupakan milik Mitsubishi.

Di sisi lain, Mitsubishi masih belum banyak bicara terkait mobil listriknya yang akan dipakai sebagai alat ujicoba kendaraan listrik pemerintah.

Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyebut paling dekat kesepuluh mobil itu kemungkinan adalah Outlander yang bermesin hibrid atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Mungkin Outlander PHEV, karena sudah dijual di Singapura, Thailand, dan Jepang. Cuma untuk masuk ke Indonesia harus dipelajari lagi," kata Head of Network Development Departement MMKSI Setia Hariadi.

Meski begitu, menurut Hariadi, dirinya belum dapat memastikan apakah benar mobil yang disebut pemerintah dalam rangka ujicoba kendaraan listrik dari Mitsubishi ialah Outlander PHEV.

"Ujicoba juga mungkin saya belom tahu," ujar nya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sebetulnya Indonesia belum memiliki kesiapan yang mumpuni untuk aplikasi mobil lisrik di jalanan, terutama bila melihat dari segi infrastruktur pendukung. Hal itu sangat berbeda dibandingkan kesiapan negara tetangga.

Di samping itu, menurutnya segi perpajakan di dalam negeri juga belum bersahabat untuk mobil listrik. Jika resmi dipasarkan di Indonesia, klaim Hariadi, mobil listrik bakal dibebani harga tinggi.

"Tapi pas masuk Indonesia harganya tidak masuk akal. Karena listrik komponen cukup rigid dan sensitif. Ini yang kadang kami tidak bisa menyesuaikan antara pabrikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar  nya.

Ke depannya Hariadi berharap pemerintah bisa menerapkan mekanisme lain andai ingin memboyong mobil listrik. Skenario mekanisme yang dimaksud bisa melalui pengawasan pajak atau regulasi khusus yang bisa merangsang produsen memboyong mobil ramah lingkungan.

"Padahal, pabrik kami sudah siap karena standar global jadi produksi apapun siap. Cuma masalah untuk memasukan produk baru harus ada kajian dan visibilitas yang dari sudut itu tidak masuk ke pasar Indonesia. Sementara sejauh ini terus memaksakan diri yang imbasnya tidak bagus, makanya kami masih melakukan studi kelayakan," kata Hariadi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pemkot Cimahi Siapkan Dana untuk Membangun Terminal Angkot Baru
20 November 2017, by Admin
  Tampang.com – Untuk memberikan layanan di bidang transportasi agar memadai dalam waktu dekat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi akan ...
Mahasiswa UB Ciptakan Alat Percepat Masa Panen Sayuran
16 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Gagal panen di Indonesia merupakan masalah yang sering dialami petani sejak zaman dahulu. Masalah ini masih sering terjadi walaupun pemerintah ...
Siapa yang Kebakaran Jenggot, Ridwan Kamil atau PPS UIN Sunan Gunung Djati?
14 September 2017, by Gatot Swandito
"Kenapa harus mempertanyakan dan agak seperti kebakaran jenggot saat popularitasnya turun? Memangnya, orang lain gak boleh populer? hanya beliau ...
Antisipasi Peredaran Narkoba, Unnes Adakan Tes Urin Maba
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerja sama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk melakukan tes urin terhadap ribuan ...
Selamat Hari Kartini Untuk Perempuan Indonesia, Selamat Berkarya!
21 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Anda pasti tidak merasa asing dengan nama Kartini, bukan? Ya harus diakui bahwa nama Kartini telah mendunia khususnya di Indonesia.  Namun, sadarkah Anda ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview