Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Proyek Mobil Listrik Disodorkan Mitsubishi

Proyek Mobil Listrik Disodorkan Mitsubishi

6 September 2017 | Dibaca : 697x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan  pihaknya sudah mengantongi 10 purwarupa kendaraan berbasis listrik dalam kondisi laik jalan untuk proses ujicoba dalam waktu dekat. Kemenperin memastikan kesepuluh kendaraan tersebut merupakan milik Mitsubishi.

Di sisi lain, Mitsubishi masih belum banyak bicara terkait mobil listriknya yang akan dipakai sebagai alat ujicoba kendaraan listrik pemerintah.

Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyebut paling dekat kesepuluh mobil itu kemungkinan adalah Outlander yang bermesin hibrid atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Mungkin Outlander PHEV, karena sudah dijual di Singapura, Thailand, dan Jepang. Cuma untuk masuk ke Indonesia harus dipelajari lagi," kata Head of Network Development Departement MMKSI Setia Hariadi.

Meski begitu, menurut Hariadi, dirinya belum dapat memastikan apakah benar mobil yang disebut pemerintah dalam rangka ujicoba kendaraan listrik dari Mitsubishi ialah Outlander PHEV.

"Ujicoba juga mungkin saya belom tahu," ujar nya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sebetulnya Indonesia belum memiliki kesiapan yang mumpuni untuk aplikasi mobil lisrik di jalanan, terutama bila melihat dari segi infrastruktur pendukung. Hal itu sangat berbeda dibandingkan kesiapan negara tetangga.

Di samping itu, menurutnya segi perpajakan di dalam negeri juga belum bersahabat untuk mobil listrik. Jika resmi dipasarkan di Indonesia, klaim Hariadi, mobil listrik bakal dibebani harga tinggi.

"Tapi pas masuk Indonesia harganya tidak masuk akal. Karena listrik komponen cukup rigid dan sensitif. Ini yang kadang kami tidak bisa menyesuaikan antara pabrikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar  nya.

Ke depannya Hariadi berharap pemerintah bisa menerapkan mekanisme lain andai ingin memboyong mobil listrik. Skenario mekanisme yang dimaksud bisa melalui pengawasan pajak atau regulasi khusus yang bisa merangsang produsen memboyong mobil ramah lingkungan.

"Padahal, pabrik kami sudah siap karena standar global jadi produksi apapun siap. Cuma masalah untuk memasukan produk baru harus ada kajian dan visibilitas yang dari sudut itu tidak masuk ke pasar Indonesia. Sementara sejauh ini terus memaksakan diri yang imbasnya tidak bagus, makanya kami masih melakukan studi kelayakan," kata Hariadi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Aksi Jagoan Alicia Vikander di Film  'Tomb Raider' perdana.
20 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Film Tomb Raider yang biasanya selalu di bintangi oleh artis seksi Angelina Jolie selalu menempati posisi ter atas dalam pemutaran film box office ...
Unik, di Jepang Kita Bisa Masuk ke Dalam Kolam Renang Anti Basah
21 September 2017, by Rachmiamy
Apakah kalian pernah membayangkan masuk ke dalam kolam renang akan tetapi pakaian dan badan tidak basah sama sekali. Di Jepang, kalian tidak hanya akan ...
Benarkah Ada Faktor Forced Suicided dalam Bunuh Diri Johanes Marliem
12 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Johanes Marliem, saksi kunci mega skandal kasus korupsi e-KTP, dikabarkan meninggal dunia di Amerika Serikat pada 11 Agustus 2017. Sekalipun informasi media ...
Lebanon Menuntut Perdana Menteri Kembali Dari Arab Saudi
12 November 2017, by Slesta
Presiden Libanon ingin Perdana Menteri Saad Hariri kembali dari Arab Saudi, mengatakan bahwa pengunduran diri pemimpin baru-baru ini dilakukan di bawah ...
Soal Kelompok Tertentu yang Politisasi Isu Rohingya, Kapolri Benar
7 September 2017, by Gatot Swandito
"Dari hasil penelitian itu bahwa isu ini lebih banyak dikemas untuk digoreng untuk menyerang pemerintah. Dianggap lemah," kata Kepala Polri Jenderal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview