Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Proyek Mobil Listrik Disodorkan Mitsubishi

Proyek Mobil Listrik Disodorkan Mitsubishi

6 September 2017 | Dibaca : 655x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan  pihaknya sudah mengantongi 10 purwarupa kendaraan berbasis listrik dalam kondisi laik jalan untuk proses ujicoba dalam waktu dekat. Kemenperin memastikan kesepuluh kendaraan tersebut merupakan milik Mitsubishi.

Di sisi lain, Mitsubishi masih belum banyak bicara terkait mobil listriknya yang akan dipakai sebagai alat ujicoba kendaraan listrik pemerintah.

Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyebut paling dekat kesepuluh mobil itu kemungkinan adalah Outlander yang bermesin hibrid atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Mungkin Outlander PHEV, karena sudah dijual di Singapura, Thailand, dan Jepang. Cuma untuk masuk ke Indonesia harus dipelajari lagi," kata Head of Network Development Departement MMKSI Setia Hariadi.

Meski begitu, menurut Hariadi, dirinya belum dapat memastikan apakah benar mobil yang disebut pemerintah dalam rangka ujicoba kendaraan listrik dari Mitsubishi ialah Outlander PHEV.

"Ujicoba juga mungkin saya belom tahu," ujar nya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sebetulnya Indonesia belum memiliki kesiapan yang mumpuni untuk aplikasi mobil lisrik di jalanan, terutama bila melihat dari segi infrastruktur pendukung. Hal itu sangat berbeda dibandingkan kesiapan negara tetangga.

Di samping itu, menurutnya segi perpajakan di dalam negeri juga belum bersahabat untuk mobil listrik. Jika resmi dipasarkan di Indonesia, klaim Hariadi, mobil listrik bakal dibebani harga tinggi.

"Tapi pas masuk Indonesia harganya tidak masuk akal. Karena listrik komponen cukup rigid dan sensitif. Ini yang kadang kami tidak bisa menyesuaikan antara pabrikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar  nya.

Ke depannya Hariadi berharap pemerintah bisa menerapkan mekanisme lain andai ingin memboyong mobil listrik. Skenario mekanisme yang dimaksud bisa melalui pengawasan pajak atau regulasi khusus yang bisa merangsang produsen memboyong mobil ramah lingkungan.

"Padahal, pabrik kami sudah siap karena standar global jadi produksi apapun siap. Cuma masalah untuk memasukan produk baru harus ada kajian dan visibilitas yang dari sudut itu tidak masuk ke pasar Indonesia. Sementara sejauh ini terus memaksakan diri yang imbasnya tidak bagus, makanya kami masih melakukan studi kelayakan," kata Hariadi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menu Sahur Anak Kost-an, Olahan Telur bisa jadi Andalan
31 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Menjadi anak kost memang harus bisa mandiri saat jauh dari orang tua apalagi saat bulan puasa seperti sekarang ini. Untuk menu buka puasa mungkin ...
Muzdalifah tidak Kapok Berpacaran dengan Brondong Cerai dari Nassar
29 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Janda kaya pengusaha dengan anak lima, Muzdalifah yang bercerai dengan artis dangdut Nassar rupanya tidak kapok atau jera berhubungan dengan pria ...
Menjadi Ibu di Usia 35 ke Atas? Siapa Takut, Inilah Keuntungannya!
23 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Kehamilan pada usia 30 –an memang memiliki resiko yang cukup tinggi khususnya bagi kesehatan bayi yang dikandungnya. Namun , ...
anthony leong
12 April 2017, by Tonton Taufik
Anthony Leong sebagai ketua dari Perkumpulan Indo Digital Volunteer melaporkan video kampanye Ahok Jarot yang bisa membuat suasana makin panas dalam menghadapi ...
Yang Perlu Diketahui Sebelum Memberi Hadiah pada Anak
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Ketika anak melakukan hal-hal positif, tentu saja ayah dan ibunya akan merasa bangga. Sebagai apresiasi karena anak udah melakukan sesuatu yang positif, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview