Tutup Iklan
hijab
  
login Register
"Polisi dan TNI, kalau tidak diizinkan Pak Jokowi, serahkan senjata pada kami, dan bergabung ke Myanmar"

"Polisi dan TNI, kalau tidak diizinkan Pak Jokowi, serahkan senjata pada kami, dan bergabung ke Myanmar"

16 September 2017 | Dibaca : 706x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Kasus etnis Rohingya Myanmar, semakin saja mencekam karena pemerintah Myanmar sendiri tidak mau bekerjasama dalam masalah etnis Rohingya, bahkan meminta Indonesia untuk berdiam diri atau intropeksi diri. Pada aksi bela etnis Rohingya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Mohammad Sobri Lubis menyampaikan rasa prihatinnya terhadap etnis Rohingya yang menjadi korban tidak berperikemanusiaan oleh rezim militer Myanmar. Hal itu dia sampaikan saat memberikan orasi di hadapan massa aksi bela etnis Rohingya 169 di kawasan silang Monas, Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Menurutnya, penderitaan terhadap para etnis Rohingya di Myanmar tak hanya bisa diselesaikan dengan bantuan logistik saja. Selain bantuan logistik, Indonesia juga harus mengirimkan relawan yang sudah terlatih ke sana.

"Di sini ada Prabowo mantan jenderal, Pak latih kami berangkat ke sana, karena kita sudah minta garuda kita, polisi kita menjaga perdamaian di sana tapi tak ada tindakan," ujarnya.

"Polisi dan TNI, kalau tidak diizinkan Pak Jokowi, serahkan senjata pada kami, kami siap bergabung ke sana (Myanmar)," tandasnya.

Selain itu, Sobri menilai apa yang sudah dilakukan oleh TNI dan Polri saat ini tidak bisa diharapkan lagi. Dia meminta kepada Presiden Joko Widodo agar bisa diberangkatkan ke Myanmar dengan dibekali senjata yang lengkap.

Disela-sela orasinya, Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto pun meminta kepada seluruh massa atau simpatisan FPI agar bisa menahan atau meredam emosinya, hal itu untuk memperkuat umat muslim di Indonesia.

Prabowo pun menyatakan bahwa untuk kaum muslim yang mengalami penindasan di mana pun berada, maka harus dan perlu dibela. Tapi, dia meminta kepada massa aksi atau simpatisan Organisasi Masyarakat (Ormas) agar bisa berPikir secara cerdas.

"Kita tunjukan Islam yang sejuk, yang pinter. Kalau mereka menindas kaum muslim, kita harus tunjukan kalau kita berkuasa, memberikan perdamaian. Islam menjamin perdamaian," pungkasnya.

Dalam aksi tersebut, selain dihadiri oleh Prabowo, juga turut hadir Mantan Ketua MPR Amien Rais, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Shohibul Iman dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Walikota Surabaya Gelar Doa Bersama Libatkan 5 Agama untuk Keselamatan Bangsa dari Musibah
27 Desember 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menghadiri acara do'a bersama yang digelar secara serentak di Surabaya. Do'a bersama ini dilakukan ...
Pelajaran Berharga dari Tragedi Meninggalnya Bayi Debora
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Tragedi meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang harus menjadi pelajaran berharga bagi dunia kesehatan Indonesia. Dalam kondisi darurat, rumah sakit manapun ...
4 Jenis Pekerjaan yang diprediksi Akan Punah Pada Tahun 2030
22 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pekerjaan memang sangat dibutuhkan setiap orang untuk menunjang kebutuhannya setiap hari. Tanpa pekerjaan, orang akan kesuliatan bertahan hidup. ...
Anda Pecinta Boots? Inilah Tips Tetap Praktis Tampil Modis dengan Boots
8 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda pecinta Boots, tidak salah lagi bahwa boots memang mampu membantu Anda untuk dapat tampil modis dalam sekejap. Sepatu boots ...
Hindari 7 Kebiasaan ini yang Bikin Gampang Lupa dan Otak Lemot
31 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Memiliki teman yang susah diajak ngobrol karena ga nyambung sangat menyebalkan. Harus menjelaskan berulang kali agar dia paham hanya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview