Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
piramid indonesia

Piramid Berukuran Gunung berumur 25.000 Tahun di Indonesia?

28 Juni 2017 | Dibaca : 7746x | Penulis : Dony Prattiwa


Pada tahun 1914, arkeolog ditemukan di lokasi yang menakjubkan di Gunung Padang di Indonesia. Dua gunung batu kuno berada di wilayah ini. Pegunungan berbentuk piramida. Ukuran mereka benar-benar masif. Tertarik dengan bentuknya. Tim 1914 ini memulai serangkaian tes penggalian dengan kemungkinan kecil bahwa ini adalah buatan manusia. Proposisi kedua lahan besar ini sebenarnya merupakan piramida. Pasti hampir tidak terpikirkan untuk mengeksplorasi awal ini. Penggalian mereka selanjutnya juga menyimpulkan bahwa situs tersebut memang merupakan formasi alami.
 
Namun, kemajuan teknologi maju 100 tahun yang cepat dalam bidang hobiologi, fotografi, radar penetrasi dan pencitraan satelit dan kini kita dapat melihat lebih dalam di lokasi. Mendapatkan wawasan yang jauh lebih besar daripada yang mungkin terjadi seabad yang lalu. Masyarakat arkeologi saat ini dalam keadaan panik. Dalam hal ekspedisi yang sedang dilakukan ke situs ini.

Lebih dari 100 tahun setelah penemuan awal dan pengabaiannya. Yang menarik untuk dicatat secara detail, tim ini harus sadar akan detil yang sebagian besar ditekan dan jarang dibahas adalah kenyataan bahwa monumen kuno berada di atas puncak gunung masing-masing. Monumen yang kemudian berusia 2500 tahun. Dan dikonfirmasi struktur megalitik buatannya. Alasan komunitas arkeologi mengkhawatirkan adalah karena ukurannya yang mungkin akan mengerdilkan piramida besar Giza. Namun piramida di Giza berada di lokasi yang sangat istimewa. Mereka sebenarnya beristirahat di tengah massa tanah dunia. Pertanyaannya adalah mengapa indonesia memiliki piramida yang begitu besar.

Pada tahun 2010 ahli geologi dr. Danny Natawidjaja yang meraih gelar doktor mengambil koleksi gunung-gunung yang bisa dikenali sebagai piramida buatan manusia dan mulai mengeksplorasi dengan menggunakan survei penetrasi darat, seismik, tomografi, resistivitas dan teknik penginderaan jarak jauh lainnya. Serta beberapa penggalian langsung dan pengeboran intan. Hasilnya sangat menarik. Memproduksi bukti ruang buatan manusia yang terkubur dan menghasilkan tanggal karbon yang akan kembali sejauh 26000 tahun. Ini akan membuat konstruksi sebelum zaman es terakhir.

Gagasan semacam itu adalah ajaran sesat bagi arkeolog awam. Pendirian arkeologi di indonesia bersatu melawan dr. Natawidjaja dengan timnya. Lobbiasi otoritas politik gelisah secara lokal dan berhasil melambat. Mereka tidak sepenuhnya berhenti Eksplorasi lebih lanjut gunung padang. Namun dr. Natawidjaja kembali melakukan lobi tingkat tinggi. Membawa masalah ini ke presiden indonesia sendiri. Ada penundaan lebih lanjut dengan pemilu di indonesia tapi baru beberapa bulan yang lalu hambatan terakhir diangkat dan dr. Natawidjaja dan timnya kembali ke lokasi gunung padang dengan penuh harapan untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Termasuk izin untuk menggali ruang tersembunyi.

Meski mungkin tidak banyak diterima, penggalian ini mungkin yang paling penting saat ini yang sedang dilakukan di bumi. Arkeolog awam sangat marah dan telah melobi untuk menghentikan pekerjaannya. Untung tidak ada hasil, penggalian awal yang telah menghasilkan hasil yang terbukti tak diragukan lagi gunung padang memang buatan manusia piramida jaman purbakala. Bahkan lapisan yang relatif muda sejauh ini digali, lapisan batu kolumnar buatan kedua di bawah megalitik terlihat di permukaan. Telah menghasilkan tanggal 5.200 SM hampir 3000 tahun lebih tua dari penaggalan ortodoks untuk piramida Giza di Mesir. Ini juga merupakan indikasi kuat dari penginderaan jauh dan pengeboran inti asli yang ada banyak lapisan yang lebih tua di bawah ini.

Singkatnya sekarang jelas bagi semua situs yang jauh lebih tua dari tahun 2500 tahun yang telah dihormati oleh ahli arkeologi selama beberapa dekade. Bahkan yang paling bermusuhan saat ini sekarang menyusun kembali penilaian mereka terhadap situs ini dan menyebutnya sebagai makam bertingkat raksasa. Yang merupakan bagian dari budaya megalitik paling besar di nusantara. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bripda Yoga Terima Penghargaan karena Kesabarannya Hadapi Serda Wira
12 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Polisi ganteng yang menjadi korban pemukulan oknum TNI, Bripda Yoga Vernando, mendapatkan hikmah yang besar dari kasus ini. Setelah sabar dalam ...
Jaksa KPK disebut Dapat Jatah 20% dari Hasil Sitaan Koruptor
26 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Istri dari terpidana kasus suap pengurus sengketa pilkada Muchtar Effendi, Lia Tri Tirtasari, mengungkap fakta yang tidak semua orang tau ...
Orang Kanada Dibunuh Oleh Paus Setelah Menyelamatkannya
12 Juli 2017, by Angga
Paus yang terancam punah menyerang dan membunuh seorang pria Kanada setelah dia melepaskan hewan tersebut dari jaring, kata badan perikanan dan kelautan ...
taman musik bandung
8 Oktober 2017, by Dika Mustika
Di Bandung, cukup banyak taman tematik yang didirikan sejak kira-kira tahun 2014 yang lalu. Nah, salah satu taman tematik yang cukup menarik adalah Taman ...
Survei Instrat: Kenaikan Elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Tak Lepas Dari Mesin Partai
11 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Naiknya elektabilitas pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dinilai tak lepas dari mesin partai yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab