Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Perubahan Iklim Telah Menyebabkan Banyak Mamalia di Eropa Tidak Dapat Pindah

Perubahan Iklim Telah Menyebabkan Banyak Mamalia di Eropa Tidak Dapat Pindah

18 Mei 2018 | Dibaca : 170x | Penulis : Slesta

Sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya, banyak populasi hewan bergeser sebagai akibat dari perubahan iklim. Tetapi tidak semua spesies memiliki habitat untuk relokasi.

Sebuah survei baru tentang mamalia yang mengancam iklim di Eropa menunjukkan hampir setengah dari 30 spesies mamalia - tidak memiliki sifat yang diperlukan untuk beradaptasi dan menjajah jenis habitat baru.

Kelompok yang dikelilingi oleh iklim pemanasan cepat termasuk serigala, rusa Eurasia, kambing liar Iberia dan Pyrenean chamois.

"Beberapa spesies yang perlu bergerak jarak jauh karena perubahan iklim tidak akan mampu," kata Regan Early, seorang peneliti di Pusat Ekologi dan Konservasi Universitas Exeter, dalam sebuah siaran pers. "Sayangnya, banyak spesies yang paling berisiko dari perubahan iklim juga akan memiliki kesulitan terbesar dalam menjajah wilayah baru."

Para ilmuwan memfokuskan pada dua kunci untuk relokasi: apakah suatu spesies adalah seorang generalis, dan strategi reproduksi spesies.

Mamalia yang generalis, mampu hidup di berbagai habitat dan mengambil keuntungan dari berbagai sumber makanan, lebih mungkin untuk beradaptasi dan menjajah wilayah baru. Spesies mamalia yang berkembang biak muda dan menghasilkan lebih banyak keturunan juga lebih mungkin berhasil direlokasi.

Tetapi bahkan mamalia yang mampu beradaptasi dengan habitat baru mungkin kurang beruntung. Bagi beberapa orang, habitat yang cocok terlalu jauh dari lokasi mereka saat ini.

Model menunjukkan rumah tikus Mediterania Barat saat ini di Spanyol dan Portugal cenderung menjadi tidak ramah sebagai akibat dari perubahan iklim. Mouse akan lebih baik di Italia timur, simulasi menunjukkan. Tetapi migrasi seperti itu hampir tidak mungkin bagi hewan pengerat kecil.

Peneliti mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal Diversity and Distributions.

"Jika Anda melihat tantangan rentang pergeseran, Anda menemukan bahwa banyak spesies jauh lebih terancam oleh perubahan iklim daripada yang kita pahami sebelumnya," kata peneliti Lisbeth Morrison. "Bahkan di bawah perkiraan perubahan iklim yang lebih rendah, kami menemukan efek yang sangat serius bagi banyak spesies."

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menpora Sesali Kasus Video Mesum yang Libatkan Pemuda Indonesia
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Menyambut Hari Sumpah Pemuda, para netizen Indonesia justru dihebohkan dengan video asusila sepasang muda-mudi yang diduga salah satunya merupakan alumni ...
14 Manfaat Coklat Bagi Kesehatan
31 Maret 2018, by oteli w
Sering kita tidak menyadari akan sejumlah makanan bergizi di sekeliling kita seperti yang bisa kita temui di dalam coklat. Coklat sering diidentikkan sebagai ...
Remaja Sekarang "Kurang Remaja"?
26 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Remaja di era milenial dinilai lebih cepat tumbuh dibandingkan sebelumnya, karena mereka telah terpapar teknologi sejak kecil. Namun, kenyataan ...
Ke Depan, Smartphone Illegal Kemungkinan Tak Akan Berfungsi di Indonesia
26 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kementrian perindustrian (Kemenperin) akan segera berlakukan sistem analisis untuk memeriksa smartphone (khusus 4G) yang masuk pasar Indonesia ...
Spider-Man Homecoming
27 April 2017, by herline
Buat para pencinta Spider-Man, bulan juli 2017 akan hadir kembali dengan tajuk yang berjudul "Spider-Man Homecoming". Dalam film ini masih ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview