Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Perubahan Iklim dan Konversi Habitat Ancam Keanekaragaman Hayati

Perubahan Iklim dan Konversi Habitat Ancam Keanekaragaman Hayati

21 Agustus 2017 | Dibaca : 832x | Penulis : Rindang Riyanti

Perubahan iklim dan konversi habitat ke pertanian telah menghasilkan proses penghomogenan alam. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi di jurnal Global Change Biology yang dipimpin oleh University of California, Davis.

Dengan kata lain, semakin banyak hal berubah, semakin mereka sama.

Dampak individual dari perubahan iklim dan konversi habitat terhadap satwa liar cukup banyak diketahui. Namun, hanya sedikit yang diketahui tentang bagaimana spesies merespons kedua penyebab stres sekaligus.

Di Costa Rica barat laut, penulis studi tersebut mengamati burung dan tanaman di 120 lokasi yang mencakup hutan hujan, hutan kering dan lahan pertanian untuk menentukan bagaimana konversi habitat dan kekeringan akibat perubahan iklim mempengaruhi margasatwa tropis. Mereka menemukan bahwa spesies burung yang berbeda tumbuh subur di daerah hutan yang lebih kering dan lebih basah. Di lahan pertanian, burung yang berasosiasi dengan tempat kering ditemukan di mana-mana, bahkan di tempat yang paling basah sekalipun.

"Di Amerika Tengah dan Selatan, kita melihat area yang luas dikonversi dari hutan asli menjadi pertanian, dan kekeringan menjadi lebih sering," kata penulis utama Daniel Karp, asisten profesor di UC Davis Department of Wildlife, Fish and Conservation Biology. "Kedua tekanan global ini mendukung spesies yang sama dan mengancam spesies yang sama. Ini berarti kita mungkin kehilangan keanekaragaman hayati lebih cepat dari yang kita duga saat kita mempelajari perubahan iklim dan konversi habitat secara individual."

Karp mengatakan burung yang paling rentan di lokasi penelitian adalah mereka yang berada di hutan basah, termasuk burung tropis seperti tanagers, manakins, dan woodcreepers. Dia mencatat bahwa burung di lokasi pertanian - seperti burung hitam, burung merpati, dan burung pipit - lebih mirip dengan yang ditemukan di hutan kering, di mana tidak ada sedikit pohon kanopi dan lebih banyak penutup rumput.

Untuk membantu mempertahankan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, pengelola lahan dapat menargetkan area perlindungan hutan basah yang diperkirakan akan tetap basah di masa depan. Anggaran konservasi juga dapat berfokus pada spesies hutan basah yang sangat sensitif terhadap konversi habitat dan perubahan iklim. Pilihan lainnya adalah memberi insentif kepada pemilik lahan swasta di daerah basah untuk membuat atau memelihara tambak hutan di dekat atau di dalam peternakan mereka untuk lebih menyeimbangkan produksi pangan dan keanekaragaman hayati.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sempat Heboh, Akhirnya Situs nikahsirri.com diblokir dan Pemiliknya Diciduk
24 September 2017, by Zeal
tampang - Sempat heboh, akhirnya polisi menciduk pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi. Dalam hal ini, polisi mengatakan bahwa yang bersangkutan diciduk ...
Jika Penyakit Anak Lama Sembuh, Baru Diberi Antibiotik dengan Resep Dokter
29 Maret 2018, by Maman Soleman
Setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat. Ketika sang anak sakit, maka orangtua menginginkan anaknya cepat sembuh. Dalam menyembuhkan penyakit ...
Ridwan Kamil : Kuningan Memiliki Potensi Pariwisata yang Baik
28 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Sebagai calon gubernur yang memiliki latar belakang arsitek, Ridwan Kamila tau yang biasa disapa Kang Emil melihat bahwa kabupaten Kuningan ...
Aplikasi Chatting Sekelas WhatsApp Berhasil diciptakan Gadis Asal Kebumen
20 November 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat banyak aplikasi bermunculan yang dapat mempermudah kita untuk mengirim pesan maupun melakukan ...
Luar Biasa.. Jalan Tol Palembang Kok Ambles? Ini Penyebabnya..
18 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Jalan tol pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) yang semula direncankan akan dipakai untuk jalur mudik lebaran tahun 2017 mengalami ambles. Ruas ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab