Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Pengaruh Orang Tua dan Perkembangan Anak

Pengaruh Orang Tua dan Perkembangan Anak

2 Oktober 2017 | Dibaca : 1664x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Anak dalah titipan Tuhan dan merupakan anugrah terindah dalam hidup kita, namum semua bisa menjadi kesedian apabila kita salah dalam memdidik dan memberikan kasih sayang.

Dalam memberikan perhatian dan ksih sayang kepada anak memang tidak semudah kita membuat kue atau menginginkan sesuatu untuk kita raih. Anak bukn sutu barang atau robot atau bahawan kita yang dengan teriak mereka bisa nurut tapi semua bisa terjadi semua tergantung bagaimana kita memberikan pendidikan pada anak.

Saat anak beranjak remaja, mereka akan mengalami fase pergantian baik itu secara fisik maupun psikologis. Anak-anak yang tumbuh dengan sehat dan ceria dalam keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang akan tumbuh menjadi remaja yang lebih optimis dan penuh semangat. Sebaliknya anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang sehat serta keluarga yang tidak harmonis cenderung menjadi remaja yang mudah mengeluh dan pesimis.

Terkadang pikiran menerawang sesuka hati, menembus dinding masa lalu dan mengingatkan kita akan kegagalan dan kekecewaan yang pernah kita alami. Kemudian Anda merasa menjadi orang yang paling bersalah atas apa yang terjadi dalam hidup Anda atau merasa malu dengan sebuah pencapaian yang tidak sesuai dengan harapan. Mungkin perasaan ini juga yang akan muncul dalam benak anak-anak kita.

“mengapa tidak berusaha lebih keras?”

“mengapa Saya tidak bisa berhasil seperti orang lain?”

Pola asuh dan cara mendidik orang tua yang diterapkan di rumah akan membentuk cara berpikir anak. Karakter pesimis akan membuat anak menjadi orang yang takut akan masa depan yang belum terjadi bahkan si pesimistis. karena sikapnya yang tertutup dan sulit mencoba hal baru. Berikut ini adalah karakter orang tua yang memicu anak-anak tumbuh menjadi seorang yang pesimis:

Orang Tua yang Perfectionist

Orang tua dengan karakter perfectionist memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap semua hal yang ia miliki termasuk apa yang anak-anaknya kerjakan dan akan membuat anaknya Under Pressure ( dibawah tekanan)

Mereka dipaksa tumbuh hanya untuk memenuhi ambisinya, meraih prestasi dengan nilai tertinggi, selalu menanamkan menjadi juara pada setiap kompetisi, memilihkan cita-cita mereka menjadi apa saat dewasa nanti dan lainnya. Sementara tanpa melihat kemampuan sang anak apakah sang anak mampu atau tidak dalam melakukan semua itu.

Ketika mereka mengalami kegagalan seperti prestasinya menurun di kelas misalnya, ia akan mengalami stress dan menyalahkan dirinya sendiri. Jika dibiarkan, sikap menyalahkan diri sendiri tersebut akan membentuk karakter pesimis pada anak.

 

Orang tua yang Pemarah

Orang tua yang selalu menjadikan suatu kesalahan kecil menjadi sumber awal kemarahan dalam setiap masalah, berbicara dengan nada tinggi dan selalu menyalakan , maka kebiasaan seperti ini yang akan melekat dalam diri sang anak.

Ketika anak membuat sedikit keributan atau membuat rumah sedikit berantakan kemudian Anda menyalahkan dan langsung memarahinya, dampaknya anak akan merasa takut, minder dan pesimis untuk melakukan hal-hal baru di kemudian hari. Fatalnya, anak-anak justru mengadopsi karakter orangtuanya saat ia dewasa nanti.


Orang tua yang Pesimis

Tidak sedikit orangtua yang memiliki karakter pesimis yang ia tularkan pada anak-anaknya.

Ketika anaknya ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi ternama, orang tua yang baik akan memberikan support untuk anaknya, sebaliknya orang tua yang pesimis akan menjatuhkan harapan dan merobohklan cita-cita anaknya karena ketakutannya akan masa depan yang belum terjadi. Mental pejuang seorang anak akan hilang ketika dididik oleh orang tua yang pesimis. Semua pendapat dan idenya justru dipatahkan oleh orang terdekat, orang terpenting dan orang yang sangat berpengaruh dalam hidupnya.

“Tidak akan sampai kesuksesan seorang anak sebelum sampai pada Tuhan doa dari orang tuanya.”

 

Nah bagaimana para orang tua masihkah kita perlakukan anak kita seperti diatas?.

Jangan jadikan masa lalu anda yang suram mempengaruhi tumbuh kembang buh hati anda dn membentuk karakter seperti diri anda.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Doakan Amin Rais kena Stroke, Dia Sendiri yang kena Stroke
6 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Seorang nitizen yang diketahui bernama Frans Thamura, membuat status di media sosial yang cukup menyakitkan dengan mendoakan Amin Rais kena stroke ...
AC Milan Belum Selesai!
15 Juli 2017, by Hardika Ilhami
Setelah mendapatkan tanda tangan Leonardo Bonucci dari Juventus dan menunggu tes medis Lucas Biglia dari Napoli yang total menjadi rekrutan ke-10 i Rossoneri ...
Pilihan Filter pada Foto Instagram Ternyata Menggambarkan Kepribadian Seseorang
14 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kini, media sosial menjadi salah satu tempat orang-orang mengekspresikan diri dan kepribadiannya. Sebuah penelitian baru memanfaatkan tren ini ...
Saat Cuaca Dingin, Ini 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Tanpa Disadari
17 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Saat ini, suhu udara memang dalam keadaan dingin, mengingat kini mulai masuk pada musim hujan. Di belahan dunia lain pun, saat ini tengah dalam ...
bosan kerja
11 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Kekantor Tiap… Hari Kerjaan Numpuk Boseeen, Eits Jangan Sedih Nih Obatnya Aktivitas yang monotan saja tiap hari tanpa ada jeda waktu untuk istirahat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab