Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Pengacara Setnov Pamer Kemewahan, Begini Tanggapan Sri Mulyani

Pengacara Setnov Pamer Kemewahan, Begini Tanggapan Sri Mulyani

30 November 2017 | Dibaca : 640x | Penulis : Rindang Riyanti

Belum lama ini, Fredrich Yunadi pamer bahwa dirinya suka kemewahan dalam sebuah sesi wawancara antara Fredrich Yunadi dengan Najwa Shihab.

Terkait hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan menelusuri kewajiban pajak dari Pengacara Setya Novanto (Setnov) itu.

Komitmen pengecekan pajak dari Fredrich Yunadi itu juga berkat kekuatan medsos, netizen banyak melaporkan dengan cara mention sebuah potongan video ke akun twitter @DitjenPajakRI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi hal itu dengan mengatakan bahwa informasi yang berasal dari masyarakat memiliki kekuatan yang sangat kuat dan penting untuk menjadi modal pemerintah menelusuri sebuah informasi.

"Jadi informasi dari masyarakat itu sangat-sangat powerfull dan sangat bermanfaat. Jadi kalau ada orang bilang saya kaya, punya mobil ini itu sangat bagus," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (26/11/2017).

Sri Mulyani menilai bahwa orang yang mengakui kekayaannya di sebuah media sosial juga sama halnya pengungkapan secara sukarela.

"Dia sebetulnya melakukan tadi voluntary disclose. Kami melakukan saja. Tapi kami enggak akan bilang-bilang oh ini sekian," tambah dia.

Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan bahwa pemeriksaan data objek pajak bersifat rahasia dan tidak bisa diungkapkan ke publik. Hal tersebut juga sudah diatur oleh UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Sebetulnya yang pertama data WP itu confidential. Kalau ada data spesifik satu orang kami enggak akan disclouse, disclouse dalam arti apa yang dilakukan, Pak Ken dan jajarannya. Apakah diperiksa atau seperti itu. Data WP adalah rahasia," jelas dia.

Kata Sri Mulyani, jika memang memiliki harta yang melimpah maka sebaiknya dilaporkan dalam SPT secara sukarela, apalagi UU KUP mengatur bahwa perpajakan di Indonesia menganut azas self assessment.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Salahkah Bercita-cita sebagai Seorang Hacker?
12 September 2017, by Zeal
tampang - Masih ingat dengan kasus Ramsomware “WannaCry” yang sempat meresahkan dunia beberapa bulan lalu? Itu lho, ramsomware yang membuat data ...
Pemilik Situs Nikahsirri.com Ditangkap Polisi
24 September 2017, by Risa Suadiani
Aris Wahyudi selaku pimilik website yang mengkhawatirkan baru-baru ini, nikahsirri.com akhirnya berhasil ditangkap polisi. Aris ditangkap di kawasan Bekasi, ...
Bakat Musik Sebagian Ditentukan oleh Faktor Genetis
17 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah studi baru mengidentifikasi varian dan jalur genome yang berkontribusi untuk menyusun dan mengatur individu yang terlatih dalam musik. Studi ini ...
Manfaat Daun Sukun Bagi Kesehatan Tubuh
24 Mei 2018, by oteli w
Manfaat Daun Sukun Bagi Kesehatan Tubuh   Sukun memiliki nama latin Artocarpus Altilis. Ternyata daun tanaman yang buahnya sering disebut sebagai ...
tim cook
4 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Teknologi dapat diibaratkan seperti dua sisi koin. Di era ini, dimana teknologi semakin berkembang pastinya memiliki manfaat yang besar bagi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview