Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Pengacara Setnov Pamer Kemewahan, Begini Tanggapan Sri Mulyani

Pengacara Setnov Pamer Kemewahan, Begini Tanggapan Sri Mulyani

30 November 2017 | Dibaca : 674x | Penulis : Rindang Riyanti

Belum lama ini, Fredrich Yunadi pamer bahwa dirinya suka kemewahan dalam sebuah sesi wawancara antara Fredrich Yunadi dengan Najwa Shihab.

Terkait hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan menelusuri kewajiban pajak dari Pengacara Setya Novanto (Setnov) itu.

Komitmen pengecekan pajak dari Fredrich Yunadi itu juga berkat kekuatan medsos, netizen banyak melaporkan dengan cara mention sebuah potongan video ke akun twitter @DitjenPajakRI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi hal itu dengan mengatakan bahwa informasi yang berasal dari masyarakat memiliki kekuatan yang sangat kuat dan penting untuk menjadi modal pemerintah menelusuri sebuah informasi.

"Jadi informasi dari masyarakat itu sangat-sangat powerfull dan sangat bermanfaat. Jadi kalau ada orang bilang saya kaya, punya mobil ini itu sangat bagus," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (26/11/2017).

Sri Mulyani menilai bahwa orang yang mengakui kekayaannya di sebuah media sosial juga sama halnya pengungkapan secara sukarela.

"Dia sebetulnya melakukan tadi voluntary disclose. Kami melakukan saja. Tapi kami enggak akan bilang-bilang oh ini sekian," tambah dia.

Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan bahwa pemeriksaan data objek pajak bersifat rahasia dan tidak bisa diungkapkan ke publik. Hal tersebut juga sudah diatur oleh UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Sebetulnya yang pertama data WP itu confidential. Kalau ada data spesifik satu orang kami enggak akan disclouse, disclouse dalam arti apa yang dilakukan, Pak Ken dan jajarannya. Apakah diperiksa atau seperti itu. Data WP adalah rahasia," jelas dia.

Kata Sri Mulyani, jika memang memiliki harta yang melimpah maka sebaiknya dilaporkan dalam SPT secara sukarela, apalagi UU KUP mengatur bahwa perpajakan di Indonesia menganut azas self assessment.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

https://www.google.co.id/search?q=redmi+5a&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwivnoW70qXYAhVLsI8KHXRYBwYQ_AUICigB&biw=1289&bih=846&dpr=0.75#imgrc=sC5We4Pau-vfZM:
26 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Ingin memiliki smartphone dengan spesifikasi yang bagus tapi terbatas dengan isi kantong? Pada tanggal 20/12/2017 lalu di Jakarta, Xiaomi meresmikan kehadiran ...
Penyeban Kantung Mata & Bahayanya kalau di Biarkan Saja
14 Oktober 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Untuk perempuan, sebenarnya masalah kantung mata sangatlah sesuatu yang biasanya menjadi perhatian khusus lo guys. Secara biasanya cewek tuh ...
Kenali Berllian Marsheilla, Libero Cantik Pimnas Voli Indonesia
11 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Tidak terasa SEA Games 2017 akan segera digelar. Pada SEA Games 2017 kali ini, Indonesia mempersiapkan tim tim terbaik untuk mewakili ...
makan bakso
1 Juli 2017, by Dony Prattiwa
waspada INFO PENTING BUAT TEMAN-TEMAN SEMUA. HATI-HATI MAKAN BAKSO YANG DIJUAL PEDAGANG KELILING, MOHON MAAF, BUKAN BERMAKSUD MENJATUHKAN PARA PEDAGANG ...
Protein Alami Dapat Membantu Mencegah Kebutaan
6 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Para ilmuwan mungkin berada di ambang strategi baru untuk mencegah kebutaan, setelah menemukan protein alami yang melindungi mata dari salah satu penyebab ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab