Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Pengacara Setnov Pamer Kemewahan, Begini Tanggapan Sri Mulyani

Pengacara Setnov Pamer Kemewahan, Begini Tanggapan Sri Mulyani

30 November 2017 | Dibaca : 1065x | Penulis : Rindang Riyanti

Belum lama ini, Fredrich Yunadi pamer bahwa dirinya suka kemewahan dalam sebuah sesi wawancara antara Fredrich Yunadi dengan Najwa Shihab.

Terkait hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan menelusuri kewajiban pajak dari Pengacara Setya Novanto (Setnov) itu.

Komitmen pengecekan pajak dari Fredrich Yunadi itu juga berkat kekuatan medsos, netizen banyak melaporkan dengan cara mention sebuah potongan video ke akun twitter @DitjenPajakRI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi hal itu dengan mengatakan bahwa informasi yang berasal dari masyarakat memiliki kekuatan yang sangat kuat dan penting untuk menjadi modal pemerintah menelusuri sebuah informasi.

"Jadi informasi dari masyarakat itu sangat-sangat powerfull dan sangat bermanfaat. Jadi kalau ada orang bilang saya kaya, punya mobil ini itu sangat bagus," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (26/11/2017).

Sri Mulyani menilai bahwa orang yang mengakui kekayaannya di sebuah media sosial juga sama halnya pengungkapan secara sukarela.

"Dia sebetulnya melakukan tadi voluntary disclose. Kami melakukan saja. Tapi kami enggak akan bilang-bilang oh ini sekian," tambah dia.

Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan bahwa pemeriksaan data objek pajak bersifat rahasia dan tidak bisa diungkapkan ke publik. Hal tersebut juga sudah diatur oleh UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Sebetulnya yang pertama data WP itu confidential. Kalau ada data spesifik satu orang kami enggak akan disclouse, disclouse dalam arti apa yang dilakukan, Pak Ken dan jajarannya. Apakah diperiksa atau seperti itu. Data WP adalah rahasia," jelas dia.

Kata Sri Mulyani, jika memang memiliki harta yang melimpah maka sebaiknya dilaporkan dalam SPT secara sukarela, apalagi UU KUP mengatur bahwa perpajakan di Indonesia menganut azas self assessment.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Resep Simpel Membuat Kue Kering untuk Lebaran
4 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Lebaran merupakan hari yang ditunggu-tunggu umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Lebaran juga merupakan moment ...
Inilah Ide Kreatif dalam Membuat Hadiah Spesial di Hari Ibu
18 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Kasih sayang ibu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Peran ibu sangatlah besar bagi kehidupan kita. Tidak lama lagi kita akan memasuki ...
Ceri, Si Kecil Namun Besar Manfaatnya
5 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Selain karena rasanya yang manis dan lezat, buah ceri mengandung antioksidan yang menawarkan banyak sekali manfaat. Berikut ini, beberapa manfaat ...
Keren! Dengan Alat Ini Kamu Mampu Bercocok Tanam di Rumah
5 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk berkebun, biasanya kita membutuhkan area yang cukup luas untuk menanam tanaman. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kini untuk ...
solena chaniago
7 Juli 2017, by Rachmiamy
Mungkin banyak dari kita belum mengenal sosok Solena Chaniago. Ia adalah artis dan penata rias asal Padang, Sumatera  Barat. Dia memang tak pernah ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview