Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pelestarian Burung Hantu Efektif untuk Membasmi Hama Tikus

Pelestarian Burung Hantu Efektif untuk Membasmi Hama Tikus

29 Agustus 2017 | Dibaca : 2103x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Tikus merupakan salah satu musuh petani selain burung. Kerusakan yang diakibatkan oleh hama tikus dapat membuat petani gagal panen dan akhirnya mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak meminta agar warga bisa melestarikan burung hantu.

Imbauan pelestarian burung hantu ini disampaikan karena burung hantu efektif untuk melawan serangan hama tikus. Itan Oktarianto selaku Kepala Distanbun Kabupaten Lebak mengatakan, "Kami berharap populasi burung hantu dilestarikan dan tidak dilakukan pemburuan."

Saat ini hama tikus yang menyerang padi sangat sulit diberantas di daerah tersebut karena populasi hewan pemangsa tikus seperti ular dan burung hantu terus mengalami penurunan. Petani masih mengandalkan racun tikus untuk membasmi hama tikus pada padi, namun masih belum efektif.

Padahal, cara yang lebih efektif untuk melawan tikus yaitu dengan melestarikan predator alami seperti burung hantu. Selain itu, burung hantu juga lebih ramah lingkungan dari pada bahan kimia seperti racun tikus.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan pelestarian burung hantu, Itan mengajak warga agar tidak memburu burung hantu yang ada di sekitar Kabupaten Lebak yang sudah terancam punah dan sulit ditemukan lagi di pohon-pohon besar.

Menurut Itan, dugaan menghilangnya peredaran burung hantu ini akibat perburuan liar serta kerusakan hutan yang menjadi habitatnya. Akibatnya produksi pangan terus mengalami penurunan karena serangan tikus yang semakin menjadi-jadi.

Serangan hama tikus ini menyebabkan 1.022 ha dan 148 ha lahan padi di Kabupaten Lebak mengalami gagal panen. Namun bukan hanya karena serangan tikus melainkan oleh serangan wereng batang cokelat (WBC).

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

LDR akan langgeng, Yakin?
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Long Distance Relationship ( LDR ) adalah sebuah hubungan yang dijalani oleh sepasang kekasih dengan jarak jauh. Hal ini merupakan suatu ...
Program Kesehatan Mental Berbasis Sekolah Tingkatkan Kesehatan Mental Anak
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Program kesehatan mental berbasis sekolah dapat meningkatkan kesehatan mental menurut sebuah tinjauan penelitian pada terbitan Harvard Review of ...
Dia Jatuh Cinta Sama Kamu,,,,bener,,,Ada Tanda-tanda Ini Gak Ladies…
28 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Hemmm,Memang sulit untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang itu memang menyukaimu atau hanya bersikap baik seperti biasa. Mendeteksi apakah ...
Begal di Tangerang Tembak Mati Korbannya
7 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Nasib naas menimpa Ailif Rizky Maulana (25), korban begal yang ditembak kepalanya hingga tewas di Tangerang, Banten.  Awalnya korban hanya berniat ...
Tersangka Pembakaran Pria Hidup Hidup Di Bekasi Telah Ditangkap, Pelaku Berjumlah 2 orang
9 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com Dilansir dari Liputan6.com, saat ini polisi telah menetapkan 2 tersangka pemabakan pria hidup – hidup di Bekasi.  Kabid Humas Polda ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview