Tutup Iklan
hijab
  
login Register
NU Tolak Full Day School, Muhammadiyah Tetap Dukung

NU Tolak Full Day School, Muhammadiyah Tetap Dukung

2 Juli 2017 | Dibaca : 1138x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Muhadjir Effendi untuk memberlakukan sistem Full Day School pada awal tahun ajaran baru ini, masih menuai pro dan kontra. Banyak yang mendukung kebijakan ini dengan alasan dasar agar siswa lebih aktif dalam mengisi kegiatan belajarnya di sekolah daripada menghabiskan waktunya diluar sekolah, namun tidak sedikit sekolah atau daerah yang belum siap dengan diterapkannya kebijakan ini dengan alasan keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas yang belum memadai dari sekolah.

Nadhatul Ulama ( NU ) merupakan salah satu lembaga yang menolak kebijakan ini dengan alasan bahwa penambhan waktu belajar tidak selalu identik dengan perbaikan karakter siswa, berpotensi besar melampaui jumlah jam mengajar guru di sekolah dan masih banyak sekolah yang belum siap karena fasilitas yang dimiliki masih sangat minim.

Sikap tegas PBNU ini didasari saat Presiden Jokowi memberikan masukan agar kebijakan ini ditunda terlebih dahulu, namun ada indikasi Mendikbud tetap akan menjalankan kebijakan Full day school ini.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj mengatakan bahwa pihaknya menegaskan menolak kebijakan Mendikbud tersebut."Seandainya Menterinya sudah menerima imbauan presiden kita tidak akan keras kayak gini,indikasinya khan menterinya yang akan ngotot" ujar KH. Said Aqil.

Berbeda dengan PBNU, PP Muhammadiyah memberikan suara dukungan terhadap kebijakan Mendikbud ini. Sekertaris Umum  PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai bahwa keputusan Mendikbud ini didasari karena kurang efektifnya sistem sekolah yang ada saat ini. Banyak siswa yang menghabiskan waktunya diluar sekolah, hal ini menimbulkan potensi masalah yang cukup serius seperti tawuran, kenakalan remaja dan masalah lainnya.

Abdul Mu'ti mengatakan bahwa dukungan terhadap kebijakan Mendikbud ini bukan karena Mendikbud adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ingin berseberangan dengan NU.

Kepada pihak pemerintah, Muhammadiyah juga mengimbau untuk tidak gamang dalam mengambil keputusan. Segala sesuatunya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik dan sosialisasi yang komprehensif.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

James Harden Cetak Triple- Double Houston Rockets Kontra Cleveland Cavaliers
11 November 2017, by Admin
HOUSTON - James Harden membuktikan dirinya sebagai pemain terbaik NBA usai membukukan triple-double saat membawa Houston Rockets menang atas Cleveland ...
Sejarah Sepak Bola dalam Olimpiade Dunia
3 Februari 2020, by Admin
Olimpiade yang akan datang yaitu Olimpiade Musim Panas 2020 yang merupakan ajang olahraga internasional akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada tanggal 24-9 ...
Studi: Tidak Ada Metode yang Terbukti Mencegah Penyakit Alzheimer
21 Desember 2017, by Slesta
Ilmu kedokteran telah gagal membuktikan bahwa terapi, terapi atau latihan otak dapat membantu mencegah demensia seperti penyakit Alzheimer, sebuah tinjauan ...
Kecerdasan Anak Ternyata  Diturunkan dari Ibu
15 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com - Setiap orang tua menginginkan buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas. Seorang ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands, Dr. Ben Hamel, menemukan ...
Partai yang Berkuasa di Jepang Mengusulkan Peningkatan Anggaran Pertahanan
26 Mei 2018, by Slesta
Anggota parlemen di Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang mengusulkan administrasi Shinzo Abe mempertimbangkan meningkatkan anggaran pertahanan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab