Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
NU Tolak Full Day School, Muhammadiyah Tetap Dukung

NU Tolak Full Day School, Muhammadiyah Tetap Dukung

2 Juli 2017 | Dibaca : 640x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Muhadjir Effendi untuk memberlakukan sistem Full Day School pada awal tahun ajaran baru ini, masih menuai pro dan kontra. Banyak yang mendukung kebijakan ini dengan alasan dasar agar siswa lebih aktif dalam mengisi kegiatan belajarnya di sekolah daripada menghabiskan waktunya diluar sekolah, namun tidak sedikit sekolah atau daerah yang belum siap dengan diterapkannya kebijakan ini dengan alasan keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas yang belum memadai dari sekolah.

Nadhatul Ulama ( NU ) merupakan salah satu lembaga yang menolak kebijakan ini dengan alasan bahwa penambhan waktu belajar tidak selalu identik dengan perbaikan karakter siswa, berpotensi besar melampaui jumlah jam mengajar guru di sekolah dan masih banyak sekolah yang belum siap karena fasilitas yang dimiliki masih sangat minim.

Sikap tegas PBNU ini didasari saat Presiden Jokowi memberikan masukan agar kebijakan ini ditunda terlebih dahulu, namun ada indikasi Mendikbud tetap akan menjalankan kebijakan Full day school ini.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj mengatakan bahwa pihaknya menegaskan menolak kebijakan Mendikbud tersebut."Seandainya Menterinya sudah menerima imbauan presiden kita tidak akan keras kayak gini,indikasinya khan menterinya yang akan ngotot" ujar KH. Said Aqil.

Berbeda dengan PBNU, PP Muhammadiyah memberikan suara dukungan terhadap kebijakan Mendikbud ini. Sekertaris Umum  PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai bahwa keputusan Mendikbud ini didasari karena kurang efektifnya sistem sekolah yang ada saat ini. Banyak siswa yang menghabiskan waktunya diluar sekolah, hal ini menimbulkan potensi masalah yang cukup serius seperti tawuran, kenakalan remaja dan masalah lainnya.

Abdul Mu'ti mengatakan bahwa dukungan terhadap kebijakan Mendikbud ini bukan karena Mendikbud adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ingin berseberangan dengan NU.

Kepada pihak pemerintah, Muhammadiyah juga mengimbau untuk tidak gamang dalam mengambil keputusan. Segala sesuatunya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik dan sosialisasi yang komprehensif.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Hati – Hati 3 Hal Ini Jangan Dikatakan Kepada Anak Anda
19 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Setiap orang yang telah menikah pastinya menginginkan seorang anak sebagai buah cintanya dengan pasangan bukan? Dengan rasa cinta yang ...
Raja Arab Selanjutnya: Muda, Ambisius, dan Pengambil Resiko yang Berani
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir dari Abcnees.go.com - Pada usia 31 tahun, Mohammed bin Salman (MBS) telah mengontrol kebijakan pertahanan kerajaan dan mengawasi perombakan ekonomi ...
Bawaslu Mencatat Ada Ribuan Pelanggaran yang Terjadi Selama Pilkada 2018
13 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan evaluasi terhadap proses Pilkada Serentak 2018 yang dilaksanakan pada 27 Juni 2018 lalu. Mereka telah merilis data ...
Demo Angkutan Berbasis Online di Surabaya, 1000 Personel Kepolisian dan TNI Diturunkan
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Ratusan angkutan kota (Angkot) di Surabaya bakal menggelar demonstrasi besar. Sopir-sopir angkot tersebut menjadwalkan demo ke kantor Gubernur Jatim di Jl ...
WHO: Jelang 2050, Hampir 1 Miliar Orang dapat Kehilangan Pendengarannya
5 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Berkenaan dengan peringatan Hari Pendengaran Dunia yang jatuh pada 3 Maret kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 1 dari ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite