Tutup Iklan
powerman
  
login Register
NU Tolak Full Day School, Muhammadiyah Tetap Dukung

NU Tolak Full Day School, Muhammadiyah Tetap Dukung

2 Juli 2017 | Dibaca : 679x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Muhadjir Effendi untuk memberlakukan sistem Full Day School pada awal tahun ajaran baru ini, masih menuai pro dan kontra. Banyak yang mendukung kebijakan ini dengan alasan dasar agar siswa lebih aktif dalam mengisi kegiatan belajarnya di sekolah daripada menghabiskan waktunya diluar sekolah, namun tidak sedikit sekolah atau daerah yang belum siap dengan diterapkannya kebijakan ini dengan alasan keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas yang belum memadai dari sekolah.

Nadhatul Ulama ( NU ) merupakan salah satu lembaga yang menolak kebijakan ini dengan alasan bahwa penambhan waktu belajar tidak selalu identik dengan perbaikan karakter siswa, berpotensi besar melampaui jumlah jam mengajar guru di sekolah dan masih banyak sekolah yang belum siap karena fasilitas yang dimiliki masih sangat minim.

Sikap tegas PBNU ini didasari saat Presiden Jokowi memberikan masukan agar kebijakan ini ditunda terlebih dahulu, namun ada indikasi Mendikbud tetap akan menjalankan kebijakan Full day school ini.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj mengatakan bahwa pihaknya menegaskan menolak kebijakan Mendikbud tersebut."Seandainya Menterinya sudah menerima imbauan presiden kita tidak akan keras kayak gini,indikasinya khan menterinya yang akan ngotot" ujar KH. Said Aqil.

Berbeda dengan PBNU, PP Muhammadiyah memberikan suara dukungan terhadap kebijakan Mendikbud ini. Sekertaris Umum  PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai bahwa keputusan Mendikbud ini didasari karena kurang efektifnya sistem sekolah yang ada saat ini. Banyak siswa yang menghabiskan waktunya diluar sekolah, hal ini menimbulkan potensi masalah yang cukup serius seperti tawuran, kenakalan remaja dan masalah lainnya.

Abdul Mu'ti mengatakan bahwa dukungan terhadap kebijakan Mendikbud ini bukan karena Mendikbud adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ingin berseberangan dengan NU.

Kepada pihak pemerintah, Muhammadiyah juga mengimbau untuk tidak gamang dalam mengambil keputusan. Segala sesuatunya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik dan sosialisasi yang komprehensif.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

truk hino
12 Juli 2017, by Fernandusman
TOKYO - Hino Motors akan memberikan saran berbasis data untuk meningkatkan efisiensi armada truk perusahaan, yang berusaha mendongkrak penjualan truk dan ...
3 Gejala Ini Bisa Jadi Pertanda Anda Terancam Terkena Stroke
25 April 2018, by Maman Soleman
Stroke yang diakibatkan menurunnya aliran darah ke otak memiliki beberapa gejala yang khas. Gejala itu harus dikenali supaya tidak dibiarkan begitu saja. ...
tips internet
25 April 2017, by Ayu
Internet merupakan suatu alat, yang dijalankan bergantung dengan orang yang memakai untuk apakah intrenet dipakai dan bagaimanakah ia dipakai. Karena banyak ...
Wagub DKI : Ada Tersedia 14-15 Ribu Lowongan Kerja Baru di Ibu Kota
23 Juni 2018, by oteli w
Wagub DKI : Ada Tersedia 14-15 Ribu Lowongan Kerja Baru di Ibu Kota Dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Asian ...
Selipkan Video Horror di Video Porno, Cara Cerdas Polisi Korsel Berantas Pornografi
9 November 2017, by Rindang Riyanti
Hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan University of Cambridge menyimpulkan bahwa sering menyaksikan video porno disebut dapat memengaruhi otak dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab