Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Minum air hujan bolehkah? Begini pertimbangannya!

Minum air hujan bolehkah? Begini pertimbangannya!

30 Januari 2018 | Dibaca : 1077x | Penulis : Zeal

Tampang - Sering kita membiarkan anak-anak untuk hujan-hujanan di luar rumah. Ia terlihat begitu senang dengan air hujan, hingga terkadang ia meminum air hujan tersebut secara langsung dengan membuka mulutnya ke atas. Lantas bolehkah air hujan itu diminum?

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita menyimak hasil penelitian dari Monash University di Melbourne, Australia, dimana studi inin dilatarbelakangi oleh adanya kekhawatiran akan rusaknya lingkungan akibat adanya limbah air kemasan seperti galon dan botol. Limbah air ini terkadang sering dari diangkut jarak jauh, kemudian dikemas dalam plastik. Selain itu Limbah air ini pun sering menjadi penyumbat tempat pembuangan sampah.

Dalam studi tersebut para Peneliti mengawasi dan melihat perkembangan 300 rumah yang penghuninya tengah menggunakan air hujan sebagai sumber air minum utama, dimana air hujan ini awalnya dikumpulkan pada tangki air. Para peneliti pun mencatat kondisi kesehatan Para penghuni rumah lebih dari setahun dan hasilnya ialah ditemukan bahwa tingkat gastroenteritis atau sering disebut pula flu perut akibat virus atau bakteri ternyata terdapat kesamaan dengan orang-orang yang sering meminum air keran yang terawat. Dengan begitu penelitian ini mengungkapkan bahwa meminum air hujan secara langsung masih terbilang cukup aman dari adanya risiko penyakit.

Kepala unit penyakit menular di departemen epidemiologi Monash University, Karin Leder, mengungkapkan bahwa masyarakat yang meminum air hujan secara langsung sejatiya tidak menunjukkan adanya sebuah peningkatan risiko timbulnya penyakit, karena kondisi kesehatannya sama saja dengan mereka yang meminum air hujan yang disaring terlebih dahulu.

Pada dasarnya secara alamiah Air hujan ini mempunyai sifat asam dengan pH rata-rata sekitar 5,6. Dan tidaklah berbahaya bagi tubuh. Adapun Air minum yang kita konsumsi setiap hari kenyataannya jarang memiliki pH netral, karena sering kali air tersebut mengandung berbagai mineral terlarut. Maka dapat dikatakan sebagian besar air hujan ini aman untuk dikonsumsi. Namun tak menutup kemungkinan pula air hujan mengandung bakteri, bahkan debu serta zat lainnnya, meskipun tingkat polusi, jamur, serta kontaminan lainnya mempunyai kadar yang rendah.

Agar air hujan benar-benar aman untuk dikonsumsi, kita dapat mengumpulkannya terlebih dahulu, dengan cara ditampung pada ember atau bak secara langsung. Pastikan juga bahwa wadah yang kita gunakan tersebut bersih dari kotoran. Setelah itu, biarkan air hujan tersebut selama kurang lebih satu jam. Hal ini dilakukan agar partikel yang tergolong berat dalam air hujan dapat menempel di dasar ember. Selain itu Cara ini pun efektif unutk menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang terkandung dalam air tersebut

Untuk meningkatkan kualitas air hujan, kita dapat Merebusnya sampai mendidih, karena dengan cara ini kita dapat membunuh bakteri yang ada pada air hujan. Walaupun pada dasarnya air hujan itu aman, namun ketika kita merebusnya, tentu kita  akan lebih tenang untuk mengkonsumsinya. Selain itu kita pun menyaring air hujan tersebut dengan alat penyaring, sehingga zat-zat kimia, debu, jamur, dan kontaminan lainnya dapat disaring dengan baik.sehingga akan lebih aman dikonsumsi

Seperti yang telah dijelaska diatas, bahwa air hujan tak selamanya aman untuk dikonsumsi, terlebih lagi air hujan yang jatuh di daerah kawasan pabrik ataupun kawasan industri. Pakar kesehatan sangat tidak disarankan untuk meminum air hujan yang jatuh pada daerah tersebut. Karena pada dasarnya proses terjadinya hujan dipengaruhi oleh adanya pemindahan air di atmosfer bumi dan lautan. Saat turun hujan, semua air yang ada di bumi termasuk pula air laut, limbah, air sungai, dan lain sebagainya akan mengalami proses penguapan dengan dibantu dari panas akibat sinar matahari. Semua Air yang menguap tersebut berubah menjadi uap yang melayang ke udara dan terus bergerak menuju langit bersama uap-uap air lainnya. Inilah kekhawatiran akan bahaya meminum air hujan yang turun di sekitar kawasan industri, karena kemungkinan besar udara disekitar pabrik tersebut telah terkontaminasi oleh zat-zat radioaktif yang berbahaya bagi tubuh.

Pada intinya kita tidak perlu menggunakan air hujan sebagai sumber air minum, Jika memang di sekitar rumah kita masih ada sumber air bersih lainnya. Hal ini merupakan sebuah upaya pencegahan dari risiko negatif yang ditimbulkan dari akibat meminum air hujan. Ada baiknya ir hujan kita gunakan untuk keperluan lainnya seperti menyiram tanaman dan membersihkan rumah. Dan jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu ke dokter terdekat, jika lau ingin menjadikan air hujan sebagai air minum. Semoga bermanfaat. [De/Red]

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cream Pemutih Wajah Yang Aman Dan Permanen
27 September 2017, by fersy dungga
Cream Pemutih Wajah Yang Aman Dan Permanen – Semua orang pasti mendambakan wajah putih dan berseri, Baik pria ataupun wanita. Terkadang untuk ...
gracia indri
28 Mei 2018, by Maman Soleman
Pesinetron multitalenta yang memulai karier lewat sinetron Panji Milenium Gracia Indria Sari Sulistyaningrum atau akrab disapa Indri ini terlihat cantik, cerah ...
Kekecewaan EXO-L di MAMA 2017  Hinggal Mengeluarkan Petisi untuk MAMA
4 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Penggemar EXO atau yang dikenal dengan nama EXO-L, yang berasal dari Korea dan global belum lama ini mengajukan petisi kepada pemerintah Korea ...
Suka dengan Jilbab Instant? Ini Dia tips untuk Memilih Jilbab Instant Terbaik
9 Februari 2020, by Admin
Banyak dari anda para muslimah sekaligus hijabers mungkin memiliki kegiatan yang sangat padat, apalagi jika anda harus kerja di luar rumah, Hal inilah yang ...
Beragam Destinasi Wisata Banyuwangi yang Menarik
8 Juni 2020, by Admin
Bila berbicara mengenai kota Banyuwangi, mungkin yang terlintas adalah bahwa kota ini sebagai tempat singgah bagi orang yang akan mnyebrang ke Pulau Bali ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab