Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Manfaat Balet Bagi Anak Usia Dini

Manfaat Balet Bagi Anak Usia Dini

2 Mei 2018 | Dibaca : 237x | Penulis : Maman Soleman

Ada dua kata yang berhubungan erat dengan balet, postur, dan lentur. Lihat saja para balerina atau pebalet, selain tubuh mereka lentur dan indah saat menari, posturnya pun ajeg. Jika balerina sedang menari, gerakannya lembut dan gemulai. Tubuh mereka pun sangat lentur sehingga menambah keindahan gerakan.

Namun, di balik liuk tubuh yang luwes, lompatan yang indah, tangan yang direntang halus atau tubuh yang elok menumpu pada ujung jari kaki (on point), ada serangkaian latihan berat dan menguras energi para balerina.

Latihan yang tak selalu mudah bahkan bisa memengaruhi mental. Tapi di situlah letak perjuangan menjadi balerina. Kerja keras yang membangun kemandirian, mengolah rasa percaya diri, hingga mampu berkompetisi secara fair adalah beberapa karakter yang dapat tumbuh saat berlatih balet.

Pemakaian energi selama berlatih ini sedikit banyak memengaruhi postur rata-rata balerina, yakni tubuh ramping, jenjang, semampai. Padahal, siapa saja bisa berlatih balet, baik perempuan atau laki-laki, kurus atau gemuk.

Tapi kesannya memang pebalet itu kurus-kurus. Ya bisa saja, karena saat latihan juga banyak pakai tenaga. Kalau asal-asalan bisa bahaya, cedera, atau terkilir. Misalnya, saat melakukan piroutte, gerakan berputar di satu kaki, kalau posturnya enggak seimbang dan posisi kepalanya enggak bener, ya tidak sempurna kelihatannya.

Balet ternyata punya banyak manfaat baik untuk anak usia dini. Selain mengembangkan motorik kasar anak balet juga membantu anak untuk merespons musik dengan baik. Dan yang terutama, membiasakan postur tubuh yang baik. Setiap pebalet dari kelas paling pemula akan dilatih dan dibiasakan untuk berdiri tegak, hingga melatih kepala, bahu, tangan, dan anggota tubuh lainnya untuk bergerak dengan tepat dan dinamis saat menari.

Pembiasaan ini baik untuk keseimbangan tubuh dan menjaga agar punggung tidak bungkuk. Gerakan-gerakan balet juga membantu koordinasi tubuh sehingga responsnya lebih aktif dan cenderang tidak mudah jatuh atau tersandung dan sebagainya.

Anak usia dini yang sudah berlatih balet juga berdampak memiliki tubuh yang lentur. Semakin dewasa, tubuh akan semakin rigid atau kaku untuk berlatih gerakan-gerakan tari balet Tapi, bukannya tidak mungkin, semua tetap ada plus minusnya. Ada juga yang menjadikan balet sebagai sarana terapi untuk mengatasi masalah tulang punggung.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

7 Cara Ampuh untuk Mempertajam Otakmu
15 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Otak selalu mengalami perubahan seiring berjalannya waktu, mulai dari lahir hingga mati. Pada usia tertentu, perkembangan otak mengalami kemunduran hingga otak ...
8 Etika Bisnis Penting yang Wajib Anda Lakukan Jika Ingin Berhasil
20 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Bisnis tidak hanya berbicara soal modal, ide, inovasi, dan keuntungan semata. Lebih dari itu dituntut sikap profesional dan etika yang baik dalam berbisnis. ...
Presiden Jokowi Minta Warga Bijak dalam Menyikapi Insiden Bendera Terbalik SEA Games 2017
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan terjadinya insiden terbaliknya pemuatan bendera Indonesia, akan tetapi Jokowi meminta masyarakat tidak perlu terlalu ...
Mengenal Superhero Shazam Sang Dewa Petir yang Akan di Filmkan
24 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Bayaknya para superhero yang bermunculan belakangan ini dalam layar lebar atau film, membuat pihak perfilm mengangkat satu lagi superhero komik ...
Ini Menu Sarapan yang Tak Hanya Lezat Namun Juga Kaya Akan Nutrisi
17 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga aktivitas harian menjadi optimal, kegiatan sarapan tak boleh dilewatkan. Namun, sarapan tak hanya sekedar makan, tapi juga tetap ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes