Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Mandi Setiap Hari Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasannya

Mandi Setiap Hari Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasannya

5 Maret 2018 | Dibaca : 309x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Untuk menjaga kebersihan badan, salah satu kegiatan yang biasa kita lakukan secara rutin adalah dengan mandi setiap hari. Berbeda dengan pandangan kita, sains mengatakan bahwa mandi sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Bahkan sebaiknya hanya dilakukan satu hingga dua kali saja seminggu.

“Bisa jadi kegiatan mandi rutin setiap hari adalah karena alasan estetika belaka. Banyak orang berpikir tujuan mandi setiap hari adalah untuk kebersihan sehingga terhindar dari kuman penyakit. Namun dalam ilmu bakteriologi, hal tersebut tidak ada sangkut pautnya,” ujar Dr. Elaine Larson, ahli penyakit menular dari Sekolah Keperawatan di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat (AS), seperti dikutip dari laman Bustle.com.

Dr. Larson pun menambahkan bahwa kulit manusia sudah memiliki pelembap serta pelindung alami berupa kandungan minyak di kulit.

Dengan melakukan mandi setiap hari, justru membuat kandungan minyak berkurang sehingga memudahkan kulit untuk menjadi kering dan kusam.

Dengan kondisi ini, tentunya memperburuk sistem perlindungan alami pada tubuh kita. Dengan pori-pori yang membesar yang berguna menyaring udara untuk melembapkan kulit, akan berisiko semakin besar terserang bahaya kuman dan bakteri jahat.

Berikut 5 alasan mengapa rutin mandi dapat berbahaya, menurut penelitian ilmiah.

Mengurangi Jumlah Bakteri Baik

Terdapat beberapa jenis bakteri di permukaan kulit yang bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Bakteri ini akan melemah jika kulit terus dibasuh dengan air, apalagi jika turut ‘dicuci’ menggunakan sabun.

Ketika bakteri lemah, maka daya tahan tubuh akan berkurang dan memicu bakteri jahat berkembang lebih pesat di kulit, yang berisiko sebabkan penyakit.

Tubuh Tidak Benar-benar Kotor

Jika seseorang beraktivitas di tempat yang penuh dengan ‘ancaman’ kotor, seperti di pabrik kimia, sektor konstruksi, atau rutin berolahraga di pusat kebugaran, maka kebiasaan mandi bisa dianggap wajar sebagai cara untuk membersihkan diri.

Namun, hal tersebut tidak berarti tubuh memerlukan ‘pembersihan’ yang bersifat menyeluruh.

Menurut Dr. Casey Carlos, asisten profesor pada Departemen Dermatologi di Sekolah Kesehatan Universitas California, kulit manusia sejatinya memiliki fungsi untuk membersihkan secara mandiri melalui tingkat kelembapannya.

“Jika kulit terkena kotoran, cukup dibersihkan di area terkait, tidak perlu sampai harus mandi,” saran Dr. Casey Carlos.

Mengurangi Tingkat Kelembapan Kulit

Rata-rata masyarakat di Amerika Utara menghabiskan waktu antara 5 hingga 10 menit untuk mandi, dan hal itu biasa dilakukan di bawah pancuran air yang konstan.

Menurut studi ilmiah yang dilakukan oleh sekelompok peneliti pada Departemen Dermatologi di Sekolah Kedokteran Harvard, kulit akan mengalami dehidrasi jika terpapar air dalam jumlah yang berlebih.

Hal ini berkebalikan dengan anggapan khalayak, yang menyebut bahwa air dapat merehidrasi kulit yang kering.

“Anda perlu tahu bahwa terlalu sering terpapar air, kulit akan menjadi kering, tidak lagi lembap, sehingga berisiko memicu perkembang kuman penyakit lebih besar ,” jelas Anthony Wilderman, kepala penelitian terkait.

Tidak Baik Terlalu Sering Mencuci Rambut

Mencuci rambut, atau biasa dikenal dengan istilah keramas, ternyata memiliki dampak buruk jika dilakukan rutin setiap harinya.

Menurut Andrea L. Hayden, Direktur Asosiasi Trikologi Internasional, keramas setiap hari justru menghilangkan kandungan minyak yang melumasi batang rambut. Jika dibiarkan, hal tersebut akan membuat rambut kehilangan kekuatannya.

“Sebaiknya keramas dilakukan setidaknya setiap tiga atau empat hari sekali guna menjaga kelembapan rambut,” saran Andrea.

Pemborosan Air Bersih

Menurut Lembaga Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, rata-rata keluarga berisi empat orang, menghabiskan 400 galon air bersih setiap hari. Ironisnya, penggunaan sebanyak itu lebih banyak digunakan untuk kegiatan mandi.

Hal di atas berkaitan pula dengan hasil penelitian oleh Universitas Stanford, di mana menyebut bahwa ada kecenderungan psikologi di sebagian besar orang untuk menggunakan lebih banyak air saat mandi.

Pada umumnya, alasan di balik hal tersebut adalah untuk memastikan tubuh benar-benar bersih, sehingga air pun terus dibasuhkan ke tubuh, demikian yang dikutip dari inti utama penelitian terkait.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tim Piala Uber Indonesia Gagal ke Semifinal, Menpora Angkat Bicara
25 Mei 2018, by oteli w
Tim Piala Uber Indonesia Gagal ke Semifinal, Menpora Angkat Bicara Tim putri Indonesia kandas di perempat final setelah dikalahkan tuan rumah Thailand ...
Idolakan Ronaldo, Egy Maulana Vikri Berpeluang Maen di Real Madrid
21 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Peluang pesepak bola Timnas U-19, Egy Maulana Vikri untuk bermain di Klub-klub besar di Eropa semakin terbuka lebar. Pasalnya salah satu agen ...
transformers
27 Juni 2017, by Zeal
Transformers masih memiliki magnet yang sangat kuat untuk menarik minat para pecinta film baik di Indonesia maupun dunia. Meski sudah memasuki seri ke-5, ...
Verrel Bramasta dan Natasha Wilona Sabet Penghargaan Aktor dan Aktris Utama Paling Ngetop
1 Desember 2017, by Rachmiamy
Nama Verrel Bramasta nampaknya semakin bersinar di dunia hiburan tanah air. Putra pertama pasangan artis Venna Melinda dan Ivan Fadilah itu nampaknya tak main- ...
Wakil Presiden Jusuf Kalla: Teroris Digabung, Jadi Universitas
11 Mei 2018, by oteli w
Wakil Presiden Jusuf Kalla: Teroris Digabung, Jadi Universitas Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai jika nara pidana teroris digabung, maka akan membuat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab