Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Iran Mengharapkan Tantangan Produksi Minyak

Iran Mengharapkan Tantangan Produksi Minyak

21 Mei 2018 | Dibaca : 202x | Penulis : Slesta

Mungkin sulit bagi Teheran untuk terus mengejar tolok ukur produksi minyak dalam menghadapi kemungkinan tekanan sanksi, kata menteri perminyakan Iran.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh bertemu selama akhir pekan dengan Aksi Iklim Eropa dan Komisaris Energi Miguel Arias Cañete untuk membahas melanjutkan hubungan setelah fraktur dalam Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.

Presiden AS Donald Trump mengundurkan diri dari JCPOA pada 8 Mei, menandatangani undang-undang yang menetapkan jam 180 hari berdetak pada perjanjian yang didukung U.N yang memberi Iran keringanan dari sanksi terkait minyak dalam pertukaran untuk komitmen nuklir. Trump mengatakan perjanjian itu salah, tetapi para pemimpin Eropa mempertahankannya penting untuk perdamaian.

Akhirnya, keputusan Trump dapat membatasi sebanyak 1 juta barel barel Iran di pasar. Perusahaan energi Perancis Total telah mengatakan bahwa mereka harus mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Iran mengingat ancaman sanksi baru.

Zangeneh mengatakan klien minyak di India dan China belum menyatakan reservasi, meskipun ambisi untuk mencapai 4,2 juta barel dalam produksi harian bisa keluar dari jangkauan.

"Itu akan sulit tetapi kami tidak akan mengesampingkan itu," katanya seperti dikutip situs berita kementerian itu, SHANA. "Mungkin butuh lebih banyak waktu, tapi kami tidak akan melakukannya."

Sumber-sumber sekunder yang melapor kepada para ekonom di Organisasi Negara-negara Ekonomi Perminyakan memperkirakan bahwa Iran menghasilkan 3,8 juta barel per hari rata-rata bulan lalu.

Cañete dalam pernyataannya mengatakan kedua pihak akan memperkuat hubungan "di semua level." Iran telah bekerja sejak JCPOA ditandatangani pada tahun 2015 untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang kalah dari sanksi.

Analisis diemail ke UPI dari grup konsultan Verisk Maplecroft mengatakan investor Eropa mungkin dihadapkan pada pilihan antara memihak Iran atau Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia. Torbjorn Soltvedt, analis politik utama regional untuk kelompok tersebut, menambahkan bahwa mungkin sulit bagi anggota JCPOA yang tersisa untuk melawan sanksi AS.

Komisi Eropa pekan lalu memperkenalkan langkah-langkah yang dapat mengurangi dampaknya. China, salah satu konsumen minyak terbesar Iran, sementara itu, "jauh di luar jangkauan Washington," kata Soltvedt.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tak Hanya Hangatkan Tubuh, Rempah Ini Juga Dapat Sembuhkan Penyakit
23 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu rempah yang memiliki banyak manfaat adalah jahe. Jahe ini dapat digunakan sebagai bumbu pada masakan atau dapat menjadi bahan untuk ...
Kopi-Kopi Ini Disajikan dalam Wadah yang Bisa Dikonsumsi
4 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kopi menjadi salah satu minuman yang digemari di seluruh dunia. Biasanya, kopi tersebut dihidangkan pada gelas kaca. Namun, berbeda dengan ...
Benarkah Keseringan Gunakan Smartphone Jadi Salah Satu Sebab Depresi?
7 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Smartphone kini menjadi salah satu barang wajib dimiliki oleh setiap orang. Dengan fitur yang lengkap, smartphone dapat memudahkan dalam mengatur ...
Yakin Pacarmu Akan jadi Suami yang Baik? 6 Cara ini dapat Menilainya
11 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Tidak jarang seseorang menjalin hubungan hingga bertahun – tahun. Tentu saja, mereka ingin hubungan dibawa sampai ke pelaminan bukan? ...
AS Roma Mengunci Peringkat 2 di Hari Terakhir Totti
29 Mei 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Klub sepak bola AS Roma menggelar "Totti Day" guna merayakan pertandingan terakhir Francesco Totti setelah 25 musim. Mereka pun meraih ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab