Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ini 5 Tipe Pembohong, Salah Satunya Karena Gangguan Kepribadian

Ini 5 Tipe Pembohong, Salah Satunya Karena Gangguan Kepribadian

11 Oktober 2017 | Dibaca : 928x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Kebiasaan berbohong ternyata bukan hanya perilaku umum yang biasa dilakukan. Berbohong juga ternyata menjadi salah satu gejala gangguan kepribadian yang dapat berbahaya dan merugikan orang. Dikutip dari laman Compulsive Lying Disorder, berikut 5 tipe pembohong yang ada.

1. White Liar

Kebohongan yang terungkap dari si "White Liar" ini biasanya memiliki alasan yang baik. Kebohongan ini cenderung tak membahayakan orang lain, bahkan kebohongannya dianggap membantu orang lain.

2. Pembohong Ceroboh

Pembohong tipe ini biasanya tak peduli dengan kebohongannya. Bahkan kebohongannya cenderung tak masuk akal. Semua orang tahu bahwa dirinya berbohong. Biasanya, tipe ini tak memiliki banyak teman, karena bosan dengan kebohongannya.

3. Pembohong Sesekali

Orang tipe ini adalah tipe orang yang jarang berbohong. Sekalinya berbohong, biasanya orang akan mempercayainya. Biasanya, tipe ini akan cepat meminta maaf jika ketahuan berbuat salah.

4. Pembohong Kompulsif

Tipe ini digambarkan sebagai pembohong ulung, alias terus menerus berbohong. Berbohong menjadi cara normal mereka untuk menanggapi pertanyaan orang-orang. Tipe ini selalu memutarbalikkan kebenaran. Tipe ini akan menjadi tak nyaman apabila mereka jujur.

Pembohong kompulsif ini rata-rata tidak berbohong untuk maksud licik atau manipulatif, melainkan hanya karena telah terbiasa melakukannya. Pembohong tipe ini biasanya dilakukan oleh pencari perhatian, orang yang kurang percaya diri, pengidap bipolar.

5. Pembohong Sosiopatik

Sosiopatik disini didefinisikan sebagai seseorang yang selalu melakukan usaha untuk mencapai tujuannya sendiri. Tipe ini tak mempedulikan orang lain. Individu-individu ini berorientasi pada tujuan dengan cara berbohong.

Pembohong sosiopatik tidak memiliki banyak respek atau memperhatikan perasaan dan hak orang lain. Mereka memang cenderung karismatik dan menawan, tapi mereka akan menggunakan keterampilan sosial mereka yang luar biasa secara egois dan manipulatif.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

PKI
12 Mei 2017, by Gatot Swandito
Tudingan para pendukung Ahok yang menyebut TNI berencana makar kepada Presiden Jokowi sedikit banyaknya mirip-mirip dengan pola Partai Komunis Indonesia (PKI). ...
Barcelona Kalahkan Juventus, AS Roma Berbagi Poin Dengan Atletico Madrid
13 September 2017, by Rachmiamy
Raksasa Spanyol Barcelona berhasil mengalahkan juara Liga Italia Juventus dengan skor 3-0. Ketiga gol Barcelona dicetak oleh Lionel Messi yang menyumbang dua ...
Proyek LRT Jakarta Dilirik Investor, BUMN Korsel Gelontorkan Rp 6,7 T
10 November 2017, by Rindang Riyanti
  Pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin dilirik investor. Hal ini ditunjukan oleh pembangunan infrastruktur kereta ringan light rail train ...
Selain Bikin Bahagia, Doa Juga Sangat Baik untuk Kesehatan
23 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Berdoa merupakan bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun kita berada. Dengan berdoa pada Allah SWT, kita bisa meminta apapun ...
Franco Morbidelli Kampiun asal Italia Pertama di Moto2
1 November 2017, by Admin
Tampang.com - APA yang terjadi kelas Moto2 tahun ini, bisa jadi merupakan pertanda bahwa era kebangkitan rider-rider Italia di ajang grand prix dunia semakin ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview