Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Hubungan Penalaran Moral dengan Struktur Otak

Hubungan Penalaran Moral dengan Struktur Otak

24 Agustus 2017 | Dibaca : 1288x | Penulis : Rindang Riyanti

Individu yang memiliki tingkat penalaran moral yang tinggi menunjukkan peningkatan aktivitas dalam sistem penghargaan frontostriatal otak, keduanya selama periode istirahat dan saat melakukan pengambilan keputusan berurutan dan pengambilan keputusan berdasarkan sebuah studi baru dari para periset di Perelman School of Medicine, the Wharton School of the University of Pennsylvania, Universitas Studi Internasional Shanghai di Shanghai, China dan Charité Universitätsmediz di Berlin, Jerman. Temuan dari penelitian ini dapat membantu peneliti untuk memahami bagaimana fungsi otak berbeda pada individu pada berbagai tahapan penalaran moral dan mengapa beberapa individu yang mencapai tingkat penalaran moral yang tinggi cenderung melakukan pengabdian masyarakat atau pemberian amal - berdasarkan pada prinsip dan peraturan etis yang lebih maju.

Studi ini mengacu pada teori pengembangan moral Lawrence Kohlberg yang mengusulkan bahwa individu menjalani berbagai tahap penalaran moral karena kemampuan kognitif mereka matang. Menurut para peneliti, teori Kohlberg menyiratkan bahwa individu pada tingkat penalaran moral yang lebih rendah lebih cenderung menilai masalah moral terutama berdasarkan pada kepentingan pribadi atau kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan, sedangkan individu dengan tingkat penalaran moral yang lebih tinggi menilai masalah moral berdasarkan pada prinsip dan cita-cita bersama.

Karya peneliti sebelumnya menemukan hubungan antara tingkat penalaran moral dan volume materi abu-abu yang tinggi, membangun hubungan penting antara penalaran moral dan struktur otak. Studi yang lebih baru ini mencoba untuk menemukan apakah ada hubungan antara penalaran moral dan fungsi otak.

Temuan peningkatan aktivitas sistem penghargaan otak pada individu pada tingkat penalaran moral yang tinggi menunjukkan pentingnya motivasi positif terhadap orang lain dalam pengembangan penalaran moral, dan bukan motif egois. Temuan ini juga mendukung teori Kohlberg bahwa tingkat penalaran moral yang lebih tinggi cenderung menjadi promosi dan fokus lainnya (lakukan karena itu benar) daripada pencegahan atau fokus pada diri sendiri (jangan lakukan karena salah).

Para periset mengatakan bahwa penelitian di masa depan dapat memperluas hasil penelitian ini dengan menilai sejauh mana perbedaan individu dalam pengembangan penalaran moral bergantung pada perbedaan atau pengalaman belajar yang lahir, dan apakah pendidikan dapat mendorong tahap penalaran moral lebih lanjut pada individu bahkan melewati usia di mana struktural dan pematangan otak fungsional sudah lengkap.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Indonesia Akan Menjadi Pusat Ekonomi ASEAN “Ujar Menkominfo”
29 Agustus 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut bahwa Indonesia akan menjadi pusat dari ekonomi digital di kawasan ASEAN. Ia memprediksi, hal itu akan ...
migrain
25 Mei 2018, by oteli w
Tampang.com - Sakit Kepala sebelah atau migrain merupakan salah satu penyakit yang merepotkan penderitanya. Migrain akut dapat mengakibatkan mual bahkan ...
PR Perry Warjiyo dalam Memimpin Bank Indonesia
27 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Setelah peresmian atas diangkatnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru, kini Perry memiliki amanah yang besar untuk ...
Jangan Keseringan Cuci Muka, Bisa Akibatkan Masalah Baru Pada Kulit
27 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Membersihkan wajah adalah salah satu langkah penting untuk mendapatkan kulit wajah yang tetap bersih dan sehat. Membersihkan itu saat sebelum mengaplikasikan ...
prabowo subianto
20 Februari 2019, by Admin
Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview