Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Hah! Pengangguran Lebih Sehat Ketimbang Pekerja

Hah! Pengangguran Lebih Sehat Ketimbang Pekerja

12 Agustus 2017 | Dibaca : 85x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Studi terbaru menyatakan bahwa pengangguran akan lebih sehat dibandingkan pekerja namun penuh tekanan. Salah satu indikasi dari hal ini adalah stress yang pengaruhi kesehatan.

 

Pekerja yang stress memiliki kadar glukosa darah dan kolesterol yang jauh lebih buruk. Stress tersebut pengaruhi penyimpanan lemak, peningkatan kadar zat yang terkait dengan pembekuan darah, serta menyebabkan peradangan.

 

Seperti kita ketahui, kadar kolesterol yang tinggi berkaitan dengan resiko penyakit jantung. Sementara pembekuan darah menyebabkan emboli paru yang mematikan. Peradangan dalam hal ini berkaitan dengan kerusakan sendi, penyakit gusi, dan resiko kanker yang lebih tinggi.

Studi ini diambil setelah peneliti dari University of Manchester menganalisis 1.116 orang berusia antara 35 dan 75 yang menganggur antara 2009 dan 2010. Selama dua tahun mulai dari 2010-2012 mereka dimonitor.

Mereka diundang untuk mendapatkan penilaian kesehatan oleh seorang perawat, termasuk mengambil sampel darah.

Efek stres terkait pekerjaan ditentukan dengan mengukur faktor kadar kolesterol, tekanan darah, denyut nadi, dan rasio pinggang sampai panggul. Kualitas pekerjaan dinilai melalui gaji, keamanan, kontrol, kepuasan, dan kecemasan.

Hasil menunjukkan bahwa orang dewasa yang beralih dari pengangguran menjadi pekerjaan berkualitas rendah lebih banyak mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan stres. Orang-orang seperti itu memiliki kadar glukosa darah dan kolesterol yang jauh lebih buruk.

Ini juga memengaruhi penyimpanan lemak mereka, meningkatkan kadar zat yang terkait dengan pembekuan darah dan menyebabkan peradangan. Tidak jelas mengapa hasil ini terjadi.

Penulis studi Profesor Tarani Chandola coba menjelaskannya. "Kualitas pekerjaan tidak dapat diabaikan dari keberhasilan kerja para pengangguran. Sama seperti pekerjaan bagus untuk kesehatan, kita juga harus ingat bahwa pekerjaan berkualitas buruk bisa merugikan kesehatan," terangnya. Temuan ini dipublikasikan di International Journal of Epidemiology.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bingung, Gelisah saat anda tidak Pegang Smart Phone, Anda sudah Terkena Nomophobia
2 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Penggunaan Hand Phone atau saat ini lebih banyak orang menggunakan Smart Phone, sudah dianggap sebagai suatu kebutuhan, mulai dari anak-anak ...
Peristiwa Ledakkan Bunuh Diri di Nigeria Menyebabkan 27 Orang Tewas
17 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com, Internasional – Kabar mengejutkan datang dari Nigeria. Peristiwa bom bunuh diri telah dilakukan oleh tiga orang wanita dengan cara ...
Gubernur Jawa Barat Himbau Warga Desa tidak Perlu Ke Kota
2 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Fenomena mudik lebaran yang banyak dilakukan masyarakat di Indonesia berbuntut banyaknya masyarakat yang ingin pergi ke kota besar karena tergiur ...
Pecahan Kaca Membuat Pantai ini Menjadi Menakjubkan
11 September 2017, by Rachmiamy
Di Rusia, ada sebuah pantai yang sangat menakjubkan. Pantai itu seperti pemandangan di dalam mimpi di mana ada permata warna warni yang berkilauan. Namun, ...
Kenali tanda anak yang bermasalah
13 Mei 2017, by titin
Anak yang memiliki masalah dengan kemampuan sosial emosionalnya, bisa dilihat dari beberapa tanda. Tandanya bahkan bisa diketahui sejak anak baru berumur dua ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview