Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Film Tendensius, Kokam Jateng: Polri Ciptakan Kegaduhan Publik

Film Tendensius, Kokam Jateng: Polri Ciptakan Kegaduhan Publik

27 Juni 2017 | Dibaca : 1285x | Penulis : Zeal

Mengejutkan banyak pihak, tiba-tiba Divhumas Polri merelease film berdurasi pendek berjudul “Kau Adalah Aku yang Lain”. Video yang berdurasi 7 menit 47 detik itu dinilai netizen berisi pesan tendensius kepada umat Islam.

Komandan Komando kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Jawa Tengah, Muhammad Ismail, menilai Polri telah menciptakan kegaduhan publik. Film yang dikeluarkan di saat umat Islam menyambut hari besar Idul Fitri, malahan mencemari ibadah mayoritas umat beragama di Indonesia.

“Polisi sebagai alat negara dan bukan alat penguasa. Polisi seharusnya menciptakan ketenteraman publik, bukan malah menciptakan kegaduhan publik,” ujarnya pada Panjimas.com, Selasa (27/6/2017).

Ismail merasa terobosan Polri sama sekali tidak menguntungkan institusi berbaju coklat tersebut. Dia mempertanyakan maksud pembuatan film seperti apa, dengan pesan tendensius menyudutkan umat Islam.

“Sebenarnya Kapolri itu agamanya apa sih ? Malah buat film seperti itu, menyudutkan Islam. Opo gawe film ora dipikir didisik? (Apa buat film tidak dipikir dulu). Tujuannya untuk apa?,” cetusnya

Ismail berpesan kepada umat Islam untuk terus menguatkan kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah. Karena musuh-musuh Islam akan selalu mencitrakan Islam dengan negatif. Dengan begitu, kata dia justru Allah akan buka siapa yang intoleran.

Gawe film ki nganggo waton, ora waton gawe, apalagi masih suasana Romadhon dan Idul fitri. Kebersamaan dan ukhuwah umat Islam harus kita jaga, sekarang jadi tahu siapa yang intoleran pihak siapa?,” pungkasnya.

***

Seperti yang telah diketahui, dalam video tersebut menunjukkan adegan seorang muslim yang menghadang non muslim yang mengendarai mobil sedang membawa pasien. Muslim yang menghadang mobil tersebut menyebutkan, pengajian tidak bisa diganggu.Lalu, datang polisi yang membantu memberitahui warga muslim  yang melarang non muslim untuk mencari jalan mereka lewat, dan menyebutkan apakah kita tidak boleh memiliki keyakinan yang berbeda?. Polisi juga membawa soal kun fayakun.

'Apakah bapak percaya dengan kun fayakun?... sekarang saya mau tanya, kalu allah menghendaki seluruh umat di muka bumi ini masuk islam, bisa nggak? ... Tapi kenapa allah tidak melakukannya?' kata polisi itu.

Lalu warga yang menghadang mobil tersebut mengatakan, 'pasti bisa. kalau allah sudah berkehendak, kun fayakun, semua bisa terjadi ... ah kamu polisi memang pinter ngomong harusnya polisi itu melindungi yang sedang beribadah, jangan malah ganggu, dosa kamu!'

Lalu dengan tegas polisi tersebut mengatakan, 'lebih baik saya berdosa membantah omongan bapak, daripada membiarkan orang mati disini.'

Lalu, ada satu orang lagi warga muslim yang menyebut apa yang dikatakan oleh bapak polisi itu benar, lalu warga muslim yang tidak setuju membiarkan mobil ambulans tadi lewat menyebut, 'loh, kamu malah ikut-ikutan berdosa.. kafir kamu!'

Untuk lebih jelasnya, anda bisa menonton videonya melalui link ini agar tidak timbul salah persepsi dengan artikel yang dimuat. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jadi Pengusaha? 7 Barang Ini Wajib kamu MIliki
14 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Sebagai pengusaha, Anda perlu memperhatikan penampilan diri sendiri. Hal itu tentu akan memberikan banyak pengaruh terhadap citra diri Anda ...
Peneliti Ini Ciptakan Metanol dari Udara di Sekitar Kita
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Para ilmuwan di Cardiff University telah menciptakan metanol dari metana dengan menggunakan oksigen dari udara. Metanol saat ini diproduksi dengan memecah ...
Koperasi Ekonomi Asia Timur Laut Mengundang Korea Utara untuk Bergabung
23 Juni 2018, by Slesta
Negara-negara anggota dari kemitraan ekonomi Asia Timur Laut multilateral setuju untuk mengundang Korea Utara, sembilan tahun setelah Pyongyang mengundurkan ...
Tanggal Lahirmu, Bukti Kepribadianmu
7 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kepribadian seseorang biasanya menjadi salah satu penilaian apakah pantas memilih dia. Baik itu menjadi pasangan, rekan kerja, teman, karyawan, ...
Tersisa Dana Rp6 triliun Untuk Progam Kota Bandung, dan Kang Emil pun Pamit
18 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pada Acara sosialisasi Pemilihan Wali Kota Bandung di Taman Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Bandung, pada Minggu (17/12/2017) kemarin, walikota ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab