Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Ditemukan, Ledakan Bintang Tertua Superluminous Supernova

Ditemukan, Ledakan Bintang Tertua Superluminous Supernova

27 Juli 2018 | Dibaca : 370x | Penulis : Maman Soleman

Para peneliti berhasil merekam peristiwa meledaknya bintang paling jauh dan berusia paling tua di jagat raya. Fenomena yang disebut superluminous supernova itu memberikan gambaran bagi para ilmuwan mengenai proses kematian bintang yang pertama kali muncul setelah Big Bang. Superluminous supernova terjadi hanya 1,5 miliar tahun pasca-Big Bang.

Di masa depan, penelitian ledakan yang terjadi di tempat yang terpencil itu dapat mengungkap evolusi alam semesta setelah Big Bang. Selama ini ledakan bintang paling kuat yang kita ketahui ialah supernova. Ledakan supernova cukup terang hingga sekejap mengalahkan terangnya cahaya bintang-bintang dalam galaksi tempat tinggal mereka. Selama 12 tahun terakhir, para astronom menemukan kelas baru supernova, yaitu superluminous supernova, yang cahayanya 100 kali lebih terang daripada supernova.

"Superluminous supernova adalah kejadian paling aktif dan sangat langka," kata penulis utama Jeff Cooke, astronom dari Swinburne university of Technology di Hawthorn, Australia. "Mereka juga sangat merusak. Pada semesta awal banyak galaksi yang cukup kecil tetapi aktif membentuk bintang. Supernova tunggal tipe ini dapat memberikan gangguan cukup signifikan bagi galaksi seperti ini dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan proses pembentukan bintang terhenti."

Namun pada galaksi yang lebih besar, superluminous supernova tidak terlalu banyak berdampak. Material yang beterbangan akibat ledakan superluminous supernova, tambah Cooke, menyediakan bibit untuk membentuk bintang baru, dan getaran dari ledakan dapat membantu memampatkan gas pada galaksi sehingga mempercepat proses pembentukan bintang. "Mereka dapat menjadi penyebab kematian atau pembawa kelahiran bagi bintang. Mendeteksi dan mengukur laju superluminous supernova pada alam semesta awal membantu mengklarifikasi peran mereka dalam pembentukan dan evolusi galaksi."

 

Asal-usul superluminous supernova hingga saat ini masih menjadi misteri. Para ilmuwan menduga beberapa dari mereka merupakan hasil dari ledakan bintang yang sangat besar, sekitar 100 sampai 250 kali massa Matahari. Yang terekam itu merupakan jenis superluminous supernova yang langka.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ganda Putri Bulu Tangkis Indonesia siap Tarung di Tiongkok Open Superseries 2017
15 November 2017, by Admin
Tampang.com  - Usai menjadi kampiun di French Open Superseries 2017, Greysia Polii/Apriyani Rahayu kini bersiap tampil di Tiongkok  Open Super Series ...
Imbangi Harga Daging Sapi, Pemerintah Rencana Import Daging Kerbau India
17 Mei 2017, by fersy dungga
Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, pemerintah berupaya menstabilkan harga daging sapi yang melonjak harganya dengan mengimport daging kerbau yang berasal ...
mathew thomas
17 Juli 2017, by Slesta
Aktor senior Jeremy Thomas dan istrinya Ina Thomas saat ini sedang mengalami kesedihan. Betapa tidak, anak sulung mereka, Axel Matthew Thomas telah menjadi ...
xavi
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mantan pemain Barcelona Xavi Hernandez tak bosan-bosan untuk memuji mantan rekannya di Barcelona Lionel Messi. Xavi percaya kehebatan Messi tidak ...
Menuju Industri yang Bersi, Metanol Akan Bisa Diproduksi dari Udara di Sekitar Kita
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Para ilmuwan di Cardiff University telah menciptakan metanol dari metana dengan menggunakan oksigen dari udara. Metanol saat ini diproduksi dengan memecah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview