Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Dinas Sosial Kabupaten Bandung Bagikan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Dinas Sosial Kabupaten Bandung Bagikan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

21 November 2017 | Dibaca : 364x | Penulis : Admin

Tampang.com – Untuk memberikan semangat dan perhatian kepada penyandang Disabilitas Tuna Daksa, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB) membagikan kaki palsu.

 

Kepala Dinas Sosial KBB Heri Partomo menyatakan, Saat ini, Dinsos masih melakukan pendataan dan pengukuran untuk pembuatan kaki palsu agar pada 7 Desember 2017 sudah dibagikan bersamaan dengan Hari Disabilitas Internasional.

 

Dirinya menyebutkan, pihaknya menyiapkan 10 kaki palsu. Namun, saat pengukuran kemarin, hanya 5 penyandang Disabilitas yang datang ke Kantor Dinsos KBB.

 

"Kita siapkan untuk 10 orang. Mereka berasal dari Cipongkor, Batujajar, Padalarang, hingga Rongga," jelas Heri ketika ditemui kemarin (20/11)

 

Heri menuturkan, mereka menyandang disabilitas karena berbagai faktor, seperti kelahiran, kecelakaan, dan penyakit. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memudahkan mereka menjalani aktivitas.

 

Pihaknya juga terus melakukan pendataan para penyandang disabilitas, baik ringan hingga berat. Hingga kini, tercatat sekitar 6.000 penyandang disabilitas, di antaranya tunanetra, tunarungu, down syndrome, celebral falsy, tunadaksa, dan tunagrahita.

 

 

Dalam waktu dekat, para penyandang disabilitas ini akan mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial.

 

"Besarnya Rp 300.000/bulan selama 10 bulan. Untuk tahap awal, ini baru diberikan untuk 79 orang," katanya.

 

Heri juga meminta agar masyarakat tidak memandang sebelah mata terhadap para penyandang disabilitas ini. Sebab, mereka membutuhkan penerimaan dan penghargaan dari masyarakat untuk menumbuhkan semangat hidup mereka.

 

"Penyandang disabilitas ini juga banyak yang punya potensi. Namun jika tidak mendapatkan pengakuan, ya mereka sulit berkembang," ujarnya.

 

Salah satu potensi tersebut di antaranya dimiliki Rina Susanti,24, penyandang disabilitas asal Desa Bongas, Kecamatan Cililin. Pada 2015, dia mendirikan pondok belajar bagi para penyandang disabilitas di desanya.

 

Masyarakat setempat pun menyambut baik kegiatan di pondok belajar tersebut. Saat ini, pondok belajar Rina memiliki anggota aktif lima orang penyandang disabilitas di desanya.Bahkan, warga nondisabilitas juga ikut bergabung dalam berbagai kegiatan di pondok tersebut.

 

"Kami terus mengembangkan pondok ini agar memberikan wadah khususnya bagi penyandang disabilitas agar bisa berkumpul dan belajar," pungkasnya.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Indonesia Gagal Melaju Ke Babak Final AFF U-18 Championship 2017 Myanmar
15 September 2017, by Rachmiamy
Indonesia gagal melaju ke babak final AFF U-18 Championship 2017 Myanmar setelah dikalahkan Thailand lewat babak adu penalti. Pertandingan yang berlangsung di ...
Yayasan Al Ma'soem Bandung Gelar MESSA 2017
7 November 2017, by Admin
  Tampang.com  - Yayasan Al Ma’soem Bandung kembali menggelar MESSA (Multi Event in Science, Sport and Art), Minggu (5/11). Menurut Ketua ...
https://www.google.co.id/search?q=redmi+5a&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwivnoW70qXYAhVLsI8KHXRYBwYQ_AUICigB&biw=1289&bih=846&dpr=0.75#imgrc=sC5We4Pau-vfZM:
26 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Ingin memiliki smartphone dengan spesifikasi yang bagus tapi terbatas dengan isi kantong? Pada tanggal 20/12/2017 lalu di Jakarta, Xiaomi meresmikan kehadiran ...
Inilah 6 Kesalahan Makeup Pernikahan
14 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap wanita tentunya sangat tertarik dengan menggunakan make up bukan? Khususnya, make up akan digunakan pada saat persiapan pernikahan. ...
Kemewahan Musha Cay, Pulau Pribadi Milik Pesulap Legendaris Dunia
2 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Musha Cay, pulau pribadi dengan luas 150 hektar yang berada di Exuma Chain, Bahama selatan. Pulau dengan resort eksklusif ini ternyata adalah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab