Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Cahaya Pengaruhi Jam Biologis Manusia

Cahaya Pengaruhi Jam Biologis Manusia

15 Agustus 2017 | Dibaca : 544x | Penulis : Rindang Riyanti

Cahaya merupakan faktor eksternal terbesar yang mempengaruhi jam internal tubuh kita. Masing-masing dari kita memiliki waktu internal yang sedikit berbeda, yang dapat berkisar dari siklus 22 jam (jam tubuh cepat, yang terkait dengan ikan nyamuk pagi) hingga siklus 25 jam (jam biologis yang lambat, yang disukai burung hantu malam). Rata-rata sekitar 24,5 jam.

Sinar matahari membantu kita menyesuaikan siklus waktu internal ini setiap hari untuk menyinkronkannya dengan siklus 24 jam di dunia. Ia bekerja seperti ini: cahaya menyentuh bagian belakang mata kita dan bergerak ke otak kita, memicu pelepasan bahan kimia ke sel jam tubuh kita.

Ini juga berarti semakin banyak sinar matahari yang diterima mata Anda sepanjang hari dapat mempengaruhi jam Anda dengan memperlambatnya atau mempercepatnya saat Anda tidak menginginkannya. Jika Anda mendapatkan banyak cahaya di pagi hari, ini akan mempercepat jam tubuh Anda dan membantu Anda bangun lebih awal. Mendapatkan banyak cahaya di sore hari dan sekitar matahari terbenam akan melakukan sebaliknya - memperlambat jam tubuh Anda dan membantu Anda bertahan sampai larut malam. Ini mungkin trik terbaik untuk membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu baru setelah terbang separuh penjuru dunia, jadi sangat bagus untuk memahami bagaimana hal itu benar-benar mempengaruhi tubuh kita.

Ketergantungan kita pada cahaya agar jam tubuh kita disinkronkan dengan periode 24 jam sehari dipengaruhi oleh usia kita, sama seperti pola tidur kita. Seiring bertambahnya usia, ada dua hal utama terjadi yang berhubungan dengan ini. Pertama, penglihatan kita memburuk, dan kita kurang mendapat cahaya di mata kita. Kedua, jam tubuh kita menjadi kurang aktif.

Kedua hal ini membuat jam tubuh kita tidak sinkron dengan dunia. Kita mulai terbangun di malam hari, dan sering terbangun jauh lebih awal dari yang kita inginkan. Ini karena kurangnya cahaya yang masuk ke otak kita melalui mata kita memberi sinyal yang jauh lebih lemah pada sel-sel jam biologis kita untuk menyesuaikannya dengan periode 24 jam. Dan meskipun kita tidak kehilangan sel-sel jam biologis kita, lebih sedikit dari mereka yang benar-benar aktif saat kita bertambah tua.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Filipina, Kuwait Menandatangani Perjanjian untuk Melindungi Pekerja Rumah Tangga
12 Mei 2018, by Slesta
Kuwait dan Filipina menandatangani sebuah perjanjian pada hari Jumat yang mengakhiri perselisihan tentang perlakuan terhadap pekerja rumah tangga ...
Bahaya Menyimpan Kentang Dalam Kulkas
12 Juni 2018, by oteli w
Bahaya Menyimpan Kentang Dalam Kulkas   Menyimpan bahan makanan dan sayuran dalam lemari es memang langkah yang tepat sekaligus praktis untuk ...
"Polisi dan TNI, kalau tidak diizinkan Pak Jokowi, serahkan senjata pada kami, dan bergabung ke Myanmar"
16 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kasus etnis Rohingya Myanmar, semakin saja mencekam karena pemerintah Myanmar sendiri tidak mau bekerjasama dalam masalah etnis Rohingya, bahkan ...
Gak Perlu Pakai Make Up, Enam Amalan ini Akan Membuatmu Lebih Cantik
8 Februari 2018, by Zeal
Tampang.com - Sering kali kaum perempuan ingin terlihat lebih cantik di pandangan orang lain, terlebih lagi pada pasangan. Mereka rela mengeluarkan biaya yang ...
Keseksian Wanita Terletak pada Gigitan Bibir
21 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Bahasa tubuh merupakan alat komunikasi yang kuat. mari kita sependapat dengan pernyataan tersebut. Karena pada dasarnya tubuh dapat berbicara ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview