Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Cahaya Pengaruhi Jam Biologis Manusia

Cahaya Pengaruhi Jam Biologis Manusia

15 Agustus 2017 | Dibaca : 1058x | Penulis : Rindang Riyanti

Cahaya merupakan faktor eksternal terbesar yang mempengaruhi jam internal tubuh kita. Masing-masing dari kita memiliki waktu internal yang sedikit berbeda, yang dapat berkisar dari siklus 22 jam (jam tubuh cepat, yang terkait dengan ikan nyamuk pagi) hingga siklus 25 jam (jam biologis yang lambat, yang disukai burung hantu malam). Rata-rata sekitar 24,5 jam.

Sinar matahari membantu kita menyesuaikan siklus waktu internal ini setiap hari untuk menyinkronkannya dengan siklus 24 jam di dunia. Ia bekerja seperti ini: cahaya menyentuh bagian belakang mata kita dan bergerak ke otak kita, memicu pelepasan bahan kimia ke sel jam tubuh kita.

Ini juga berarti semakin banyak sinar matahari yang diterima mata Anda sepanjang hari dapat mempengaruhi jam Anda dengan memperlambatnya atau mempercepatnya saat Anda tidak menginginkannya. Jika Anda mendapatkan banyak cahaya di pagi hari, ini akan mempercepat jam tubuh Anda dan membantu Anda bangun lebih awal. Mendapatkan banyak cahaya di sore hari dan sekitar matahari terbenam akan melakukan sebaliknya - memperlambat jam tubuh Anda dan membantu Anda bertahan sampai larut malam. Ini mungkin trik terbaik untuk membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu baru setelah terbang separuh penjuru dunia, jadi sangat bagus untuk memahami bagaimana hal itu benar-benar mempengaruhi tubuh kita.

Ketergantungan kita pada cahaya agar jam tubuh kita disinkronkan dengan periode 24 jam sehari dipengaruhi oleh usia kita, sama seperti pola tidur kita. Seiring bertambahnya usia, ada dua hal utama terjadi yang berhubungan dengan ini. Pertama, penglihatan kita memburuk, dan kita kurang mendapat cahaya di mata kita. Kedua, jam tubuh kita menjadi kurang aktif.

Kedua hal ini membuat jam tubuh kita tidak sinkron dengan dunia. Kita mulai terbangun di malam hari, dan sering terbangun jauh lebih awal dari yang kita inginkan. Ini karena kurangnya cahaya yang masuk ke otak kita melalui mata kita memberi sinyal yang jauh lebih lemah pada sel-sel jam biologis kita untuk menyesuaikannya dengan periode 24 jam. Dan meskipun kita tidak kehilangan sel-sel jam biologis kita, lebih sedikit dari mereka yang benar-benar aktif saat kita bertambah tua.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kenali,  6 Tanda Wajah Orang Berbohong Ini
20 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Kadangkala kita sulit mengenal mana orang yang jujur berkata kepada kita mana orang yang sedang berbohong kepada kita. Jika kita menerkanya ...
Atlet Indonesia Menanti Menpora Berikan Tunjangan Masa Tua
25 November 2017, by Admin
Tampang.com - Apresiasi atas kinerja para atlet Indonesia memang disuarakan pemerintah melalui Kemenpora. Bahkan pada 2016 lalu program tunjangan masa tua ...
Astronout Apollo: Tidak Pernah Ada Makhluk Asing  yang Mengunjungi Kita
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Alan Bean, satu dari hanya 12 orang yang pernah berjalan di Bulan, tidak percaya bahwa kita pernah dikunjungi oleh makhluk asing. Orang keempat yang ...
Kopi-Kopi Ini Disajikan dalam Wadah yang Bisa Dikonsumsi
4 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kopi menjadi salah satu minuman yang digemari di seluruh dunia. Biasanya, kopi tersebut dihidangkan pada gelas kaca. Namun, berbeda dengan ...
6 Mitos Kesehatan yang Tidak Benar
22 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mitos sering dipercaya banyak orang secara turun temurun. Mitos dipercaya karena disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat berupa nasihat, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab