Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Berteman dengan Emosi Negatifmu Ternyata Membuatmu Lebih Bahagia Lho

Berteman dengan Emosi Negatifmu Ternyata Membuatmu Lebih Bahagia Lho

21 Agustus 2017 | Dibaca : 703x | Penulis : Rindang Riyanti

Penelitian yang dilakukan di UC Berkeley dan dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology, menguji keterkaitan antara penerimaan emosional dan kesehatan psikologis di lebih dari 1.300 orang dewasa di San Francisco Bay Area dan Denver, Co, wilayah metropolitan.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang umumnya menolak untuk mengakui emosi paling negatif mereka, atau menilai emosi mereka dengan kasar, dapat berakhir dengan perasaan stres psikologis.

Sebaliknya, mereka yang umumnya membiarkan perasaan suram seperti kesedihan, kekecewaan dan kebencian, melaporkan gejala gangguan mood yang lebih sedikit daripada mereka yang mengusir perasaan suramnya pergi.

"Ternyata bagaimana kita menerima reaksi emosional negatif kita sendiri sangat penting bagi kebahagiaan kita secara keseluruhan," kata penulis utama studi Brett Ford, asisten profesor psikologi di University of Toronto. "Orang yang menerima emosi ini tanpa menilai atau mencoba mengubahnya mampu mengatasi stres mereka dengan lebih berhasil."

Tiga studi terpisah dilakukan pada berbagai kelompok baik di laboratorium maupun online, dan memperhitungkan usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi dan variabel demografis lainnya.

Dalam studi pertama, lebih dari 1.000 peserta mengisi peringkat survei seberapa kuat mereka menyetujui pernyataan tersebut sebagai, "Saya katakan pada diri sendiri bahwa saya seharusnya tidak merasakan perasaan yang saya rasakan." Mereka yang membiarkan perasaannya apa adanya menunjukkan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan yang lebih tinggi daripada rekan mereka yang kurang menerima.

Kemudian, di laboratorium, lebih dari 150 peserta ditugaskan untuk menyampaikan pidato video berdurasi tiga menit ke panelis. Hal ini untuk menguji keterampilan komunikasi dan kualifikasi relevan lainnya. Mereka diberi waktu dua menit untuk mempersiapkannya.

Setelah menyelesaikan tugas tersebut, peserta menilai emosi mereka tentang tugas tersebut. Seperti yang diharapkan, kelompok yang biasanya menghindari perasaan negatif melaporkan lebih banyak kesusahan daripada rekan mereka yang lebih menerima.

Dalam studi terakhir, lebih dari 200 orang diwawancarai tentang pengalaman paling berat mereka selama periode dua minggu. Ketika disurvei tentang kesehatan psikologis mereka enam bulan kemudian, orang-orang yang biasanya menghindari emosi negatif melaporkan lebih banyak gejala gangguan mood daripada teman sebaya mereka yang menerima perasaan tersebut.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jangan Dulu Buang Biji Semangka, Ada Manfaatnya Loh
2 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ternyata, tak hanya dagingnya saja yang dapat diambil dari semangka. Biji dari semangka pun ternyata memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. ...
telkomsel
28 April 2017, by Tonton Taufik
Website resmi dari PT Telkomsel www.telkomsel.com di hack oleh seseorang, sambil menulis-nulis unek-uneknya di website hasil retasan. Situs sebesar ...
Anda Pengusaha? Simak 3 Cara untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Anda!
27 Mei 2017, by Zeal
Loyalitas pelanggan bisa dibilang merupakan faktor terpenting dalam bisnis saat ini. Tidak hanya akan membawa bisnis yang berulang, tapi juga menerjemahkan ...
Tak Disangka, Inilah Manfaat Wortel untuk Kulit Cerah
5 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap orang mendambakan kulit yang cerah dan sehat. Sebetulnya banyak cara bisa dilakukan untuk mendapatkan kulit yang cerah tersebut. ...
Cerdas Dalam Mengkonsumsi Berita, Jangan Terprovokasi Oleh Berita Hoax Yang Tidak Jelas Asal-Usulnya
15 November 2017, by Dwi Heri Yana
Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi informasi dan komunikasi dengan mudahnya dapat di akses oleh semua kalangan masyarakat. Baik di media cetak, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview