Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bermasalah, Warga Mendatangi Ombudsman untuk Meminta Keadilan tentang Tanah Mereka

Bermasalah, Warga Mendatangi Ombudsman untuk Meminta Keadilan tentang Tanah Mereka

9 April 2018 | Dibaca : 368x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu masih was-was. Mereka khawatir tergusur dari rumah yang telah mereka tempati secara turun temurun. Para penduduk di pulau Pari berharap bahwa Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman berkaitan dengan sengketa lahan itu berpihak kepada warga.

Hal tersebut disampaikan di depan kantor Ombudsman Republik Indonesia, jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (9/4). Sembari berdoa dan bersalawat, mereka bergantian menyampaikan keluh kesahnya.

"Jangan sampai warga Pulau Pari tergusur dari rumahnya sendiri. Selama ini, masyarakat sudah tinggal lama di sana, sudah turun temurun," ujar pengurus Forum Peduli Pulau Pari, Edi Mulyono. 

Edi menyatakan bahwa warga sudah mulai merasa terusik, apalagi setelah PT Bumi Pari Asri mengklaim bahwa pihak perusahaan telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) di pulau tersebut. Selain itu, pagar-pagar pun telah dipasang dan pepohonan mulai ditebang. Edi mengharapkan agar Ombudsman menemukan adanya kesalahan administrasi dalam penerbitan SHM dan sertifikat haku guna bangunan (HGB) yang diatasnamakan PT Bumi Pari Asri oleh Kantor Pertanahan Jakarat utara.

"Semoga LAHP Ombudsman sesuai fakta di lapangan bahwa tidak pernah ada pengukuran tanah, tidak pernah diketahui masyarakat dan RT/RW, tapi sertifikat terbit 2014," ucap Edi.

Rencananya, hari ini Ombudsman akan menyampaikan LAHP mereka. Adapun persengkataan antara warga dengan PT Bumi Pari Asri dimulai sejak tahun 2014 silam. Ketika itu, PT Bumi Pari Asri datang ke pulau Pari dan menyatakan bahwa lahan yang ditempati warga adalah lahan milik perusahaannya. Bahkan, perusahaan mengklaim telah memiliki SHM.

Warga mulai berspekulasi bahwa hal ini lantaran sejak 1991, Pulau Pari menjadi sengketa antara masyarakat lokal dengan perusahanan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan mengklaim 90 persen atas lahan di Pulau Pari yang dikatakan merupakan milik perusahaan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tren Make Up "FaceLess" yang Bikin Merinding
20 September 2017, by Rachmiamy
Make up memang selalu memancing para pecinta make up untuk berkreasi dengan alat make up nya. Seperti perancang makeup berbasis Vancouver, Mimi Choi, yang ...
Karena Facebook, Nenek Ini Dapat Terselamatkan
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ternyata, platform Facebook juga dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Seorang wanita di New Hampshire, Amerika Serikat terjebak di kolam ...
2030, Minyak dan Gas di Indonesia akan Habis? Wamen ESDM Sampaikan Ini
30 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Minyak dan gas bumi (migas) merupakan energi fosil dimana keduanya merupakan sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui. Beragam ahli ...
4 Sifat Cewek yang Disukai Para Cowok
29 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memiliki perawakan yang cantik dan bentuk tubuh yang indah tentu saja baik adanya. Apa yang bisa dilihat oleh mata tentu saja akan menjadi daya tarik ...
Hadeuh.....Ternyata ini Lho yang Bikin Paketnya Ga Sampe-Sampe......
26 April 2017, by herline
Hadeuh.....Ternyata ini Lho yang Bikin Paketnya ga Sampe-sampe.... - Hari gini udah biasa ya yang namanya belanja online alias membeli barang melalui online. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview