Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Bermasalah, Warga Mendatangi Ombudsman untuk Meminta Keadilan tentang Tanah Mereka

Bermasalah, Warga Mendatangi Ombudsman untuk Meminta Keadilan tentang Tanah Mereka

9 April 2018 | Dibaca : 213x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu masih was-was. Mereka khawatir tergusur dari rumah yang telah mereka tempati secara turun temurun. Para penduduk di pulau Pari berharap bahwa Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman berkaitan dengan sengketa lahan itu berpihak kepada warga.

Hal tersebut disampaikan di depan kantor Ombudsman Republik Indonesia, jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (9/4). Sembari berdoa dan bersalawat, mereka bergantian menyampaikan keluh kesahnya.

"Jangan sampai warga Pulau Pari tergusur dari rumahnya sendiri. Selama ini, masyarakat sudah tinggal lama di sana, sudah turun temurun," ujar pengurus Forum Peduli Pulau Pari, Edi Mulyono. 

Edi menyatakan bahwa warga sudah mulai merasa terusik, apalagi setelah PT Bumi Pari Asri mengklaim bahwa pihak perusahaan telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) di pulau tersebut. Selain itu, pagar-pagar pun telah dipasang dan pepohonan mulai ditebang. Edi mengharapkan agar Ombudsman menemukan adanya kesalahan administrasi dalam penerbitan SHM dan sertifikat haku guna bangunan (HGB) yang diatasnamakan PT Bumi Pari Asri oleh Kantor Pertanahan Jakarat utara.

"Semoga LAHP Ombudsman sesuai fakta di lapangan bahwa tidak pernah ada pengukuran tanah, tidak pernah diketahui masyarakat dan RT/RW, tapi sertifikat terbit 2014," ucap Edi.

Rencananya, hari ini Ombudsman akan menyampaikan LAHP mereka. Adapun persengkataan antara warga dengan PT Bumi Pari Asri dimulai sejak tahun 2014 silam. Ketika itu, PT Bumi Pari Asri datang ke pulau Pari dan menyatakan bahwa lahan yang ditempati warga adalah lahan milik perusahaannya. Bahkan, perusahaan mengklaim telah memiliki SHM.

Warga mulai berspekulasi bahwa hal ini lantaran sejak 1991, Pulau Pari menjadi sengketa antara masyarakat lokal dengan perusahanan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan mengklaim 90 persen atas lahan di Pulau Pari yang dikatakan merupakan milik perusahaan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Zulkifli Hasan Sepakat dengan Bawaslu tak akan Dukung Calon Legislatif Mantan Napi
5 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN ) yang juga Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa partainya tidak akan mengusung atau mendukung ...
Valentino Rossi : "Kisah Dovizioso Merupakan Cerita yang Bagus"
27 Desember 2017, by Rachmiamy
Ajang balapan MotoGP 2017 telah berakhir. Pembalap asal Spanyol yang bergabung dengan tim Repsol Honda, Marc Marquez berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2017. ...
Ini Tips Besarkan Anak untuk Menjadi Pribadi yang Baik
7 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Membesarkan anak untuk menjadi pribadi yang baik tentunya bukanlah perkara mudah. Butuh komitmen dan usaha yang baik untuk membuat hal tersebut ...
Siapa Sangka, Minum Kopi Saat Menyusui Sangat Beresiko
29 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda yang saat ini sedang menyusui sang buah hati, Anda perlu memperhatikan terkait makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Sebagai ...
Cara Memilih Hijab Segi Empat
19 Oktober 2018, by Rizal Abdillah
Salah satu jenis jilbab yang cukup populer dan menjadi trend di kalangan masyarakat adalah jilbab segi empat. Jilbab segi empat empat biasanya memiliki ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite