Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya

Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya

4 Januari 2020 | Dibaca : 548x | Penulis : Admin

Bilakah tindakan kuret itu berbahaya? Seringkali pertanyaan tersebut muncul ketika terjadi kehamilan kosong atau janin tidak berkembang dan keguguran sehingga harus dilakukan tindakan kuret. Hal tersebut menyebabkan istilah kuret sebagai suatu hal yang menakutkan dan kesannya negatif. Istilah kuret erat kaitannya dengan wanita yang mengalami kehamilan dan kemudian terjadi keguguran sehingga dilakukan kuretase untuk mengeluarkan janin yang mati akibat keguguran serta membersihkan rahim dari plasenta . Karena bila plasenta tersebut masih tersisa di dalam rahim dapat menyebabkan  infeksi serta perdarahan. Jadi sebelum menilai negatif tentang kuret maka ada baiknya bila mengetahui dan memahami apa yang dinamakan kuret tersebut. Kuret itu sendiri merupakan nama dari salah satu alat operasi, operasinya dinamakan kuretase. Untuk prosedurnya operasi ini merupakan suatu prosedur yang dilakukan agar dapat menyembuhkan serta menyelamatkan nayawa pasien. 

Fungsi dari tindakan kuret sebetulnya tidak hanya untuk membersihkan rahim dari jaringan tertentu yang dapat merugikan tubuh pasien. Akan tetapi juga dilakukan sebagai pemeriksaan bilamana terjadi suatu keadaan yang salah pada kondisi pasien. Dengan tindakan kuretase tersebut memungkinkan dokter dalam melakukan papsmear atau juga mengetahui bilamana terdapat polip yang dapat membahayakan pasien sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat atas kondisi tersebut dan lain-lain. kemudian apakah teradpat efek samping akibat dilakukan tindakan kuretase? Proses kuretase justru dilakukan pada pasien yang mengalami keguguran dan yaitu mengeluarkan janin yang mati di dalam kandungan. Karena bila janin yang sudah mati kemudian dibiarkan tetap berada di dalam kandungan justru akan menjadi sarang infeksi.

Dan tentunya keadaan seperti ini dapat menyebabkan kesehatan pasien dapat dengan mudah menurun dan bahkan dapat mengakibatkan kondisi yang lebih parah bila tidak segera ditangani dengan baik. Ada kasus serupa yang terjadi pada seorang wanita setelah pasca melahirkan tidak melakukan kuret. Perbedaannya bahwa bila dalam kasus keguguran yang dikuretase adalah janin yang mati maka pada pasca persalinan yaitu jaringan yang masih melekat pada dinding rahim. Dan sisa dari jaringan tersebut adalah berupa plasenta karena meski secara keseluruhan plasenta keluar namun setelah proses persalinan  normal terkadang masih terdapat sisa-sisa plasenta terebut masih menempel pada rahim. Oleh sebab itu harus dibersihkan untuk mencegah terjadinya infeksi pada rahim.                                                                                               

Dengan demikian jelas bila tindakan kuret tidak berbahaya karena justru tindakan tersebut untuk membersihkan rahim dari jaringan yang dapat menimbulkan infeksi. Selain itu tindakan kuretase selayaknya dilakukan pada klinik aborsi yang ditangani oleh dokter spesialis ahli serta memiliki izin resmi dari kementrian kesehatan. Prosedur yang digunakan pun harus sesuai dengan standar SOP kesehatan Ginekologi. Adalah klinik aborsi Jakarta yang merupakan klinik kesehatan untuk reproduksi bagian obstetri dan ginekologi dengan izin resmi berlokasi di wilayah Jakarta. Mengerjakan tindakan medis bagian penyakit kandungan dengan metode yang sesuai standard ilmu kedokteran. Menggunakan teknologi tercanggih serta modern dan fasilitas gedung dengan bangunan modern juga ruang tunggu, ruang perawatan privasi bersih serta sanitasi yang baik sehingga aman dan bebas infeksi. Tindakan kuretase sebaiknya dilakukan pada klinik dengan fasilitas serta peralatan medis yang mumpuni dan ditangani oleh dokter spesialis ahli yang berpengalaman untuk menghindari resiko pasca tindakan kuretase. 

Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur kuret. Dan ketahui terlebih dahulu penyebab serta keluhan dan gangguan agar dapat menentukan apakah diperlukan adanya tindakan kuret atau tidak. Prosedur kuret dilakukan tidak hanya akibat keguguran tetapi juga untuk mendiagnosis keadaan tertentu seperti penyebab terjadinya perdarahan abnormal pada vagina, medeteksi kanker rahim, memeriksa kesuburan dan lain sebagainya. Dan bilamana harus melakukan tindakan kuretase, patuhi hal-hal yang dilarang oleh dokter agar kesehatan dapat segera pulih sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti sediakala.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Marc Marquez Berpeluang Besar Menjadi Juara Dunia MotoGP 2017 di Empat Seri Tersisa
28 September 2017, by Rachmiamy
Marc Marquez sukses merebut podium tertinggi di seri 14 MotoGP Aragon. Dengan kemenangan tersebut, Marquez berhasil menambah 25 poin dan mengokohkan posisinya ...
21 Korban tewas di Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Jepang
10 Juli 2017, by Slesta
10 Juli (UPI) - Sedikitnya 21 orang tewas dan setidaknya 20 lainnya hilang dalam banjir dan tanah longsor di pulau Kyushu Jepang setelah hujan pekan lalu, ...
Arkeolog Menemukan Jaringan Perdagangan Kuno di Vietnam
19 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Tampang.com, Internasional - Sebuah tim arkeolog dari The Australian National University (ANU) telah menemukan jaringan perdagangan yang luas yang beroperasi ...
Tito Rabat : "Hal Yang Paling Positif Adalah Saya Bisa Melaju Cepat Sendirian, Seperti Saat Saya Masih di Moto2"
2 Desember 2017, by Rachmiamy
Pembalap asal Spanyol Esteve "Tito" Rabat bergabung dengan tim Avintia Ducati di MotoGP 2018. Sebelumnya di MotoGP 2017, Rabat menjadi rekan satu tim ...
Siapa Sangka, Inilah Khasiat Jahe untuk Perawatan Kecantikan
9 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Jahe menjadi salah satu bahan dapur yang memiliki khasiat yang tinggi bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya untuk dikonsumsi dengan cara ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab