Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya

Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya

4 Januari 2020 | Dibaca : 410x | Penulis : Admin

Bilakah tindakan kuret itu berbahaya? Seringkali pertanyaan tersebut muncul ketika terjadi kehamilan kosong atau janin tidak berkembang dan keguguran sehingga harus dilakukan tindakan kuret. Hal tersebut menyebabkan istilah kuret sebagai suatu hal yang menakutkan dan kesannya negatif. Istilah kuret erat kaitannya dengan wanita yang mengalami kehamilan dan kemudian terjadi keguguran sehingga dilakukan kuretase untuk mengeluarkan janin yang mati akibat keguguran serta membersihkan rahim dari plasenta . Karena bila plasenta tersebut masih tersisa di dalam rahim dapat menyebabkan  infeksi serta perdarahan. Jadi sebelum menilai negatif tentang kuret maka ada baiknya bila mengetahui dan memahami apa yang dinamakan kuret tersebut. Kuret itu sendiri merupakan nama dari salah satu alat operasi, operasinya dinamakan kuretase. Untuk prosedurnya operasi ini merupakan suatu prosedur yang dilakukan agar dapat menyembuhkan serta menyelamatkan nayawa pasien. 

Fungsi dari tindakan kuret sebetulnya tidak hanya untuk membersihkan rahim dari jaringan tertentu yang dapat merugikan tubuh pasien. Akan tetapi juga dilakukan sebagai pemeriksaan bilamana terjadi suatu keadaan yang salah pada kondisi pasien. Dengan tindakan kuretase tersebut memungkinkan dokter dalam melakukan papsmear atau juga mengetahui bilamana terdapat polip yang dapat membahayakan pasien sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat atas kondisi tersebut dan lain-lain. kemudian apakah teradpat efek samping akibat dilakukan tindakan kuretase? Proses kuretase justru dilakukan pada pasien yang mengalami keguguran dan yaitu mengeluarkan janin yang mati di dalam kandungan. Karena bila janin yang sudah mati kemudian dibiarkan tetap berada di dalam kandungan justru akan menjadi sarang infeksi.

Dan tentunya keadaan seperti ini dapat menyebabkan kesehatan pasien dapat dengan mudah menurun dan bahkan dapat mengakibatkan kondisi yang lebih parah bila tidak segera ditangani dengan baik. Ada kasus serupa yang terjadi pada seorang wanita setelah pasca melahirkan tidak melakukan kuret. Perbedaannya bahwa bila dalam kasus keguguran yang dikuretase adalah janin yang mati maka pada pasca persalinan yaitu jaringan yang masih melekat pada dinding rahim. Dan sisa dari jaringan tersebut adalah berupa plasenta karena meski secara keseluruhan plasenta keluar namun setelah proses persalinan  normal terkadang masih terdapat sisa-sisa plasenta terebut masih menempel pada rahim. Oleh sebab itu harus dibersihkan untuk mencegah terjadinya infeksi pada rahim.                                                                                               

Dengan demikian jelas bila tindakan kuret tidak berbahaya karena justru tindakan tersebut untuk membersihkan rahim dari jaringan yang dapat menimbulkan infeksi. Selain itu tindakan kuretase selayaknya dilakukan pada klinik aborsi yang ditangani oleh dokter spesialis ahli serta memiliki izin resmi dari kementrian kesehatan. Prosedur yang digunakan pun harus sesuai dengan standar SOP kesehatan Ginekologi. Adalah klinik aborsi Jakarta yang merupakan klinik kesehatan untuk reproduksi bagian obstetri dan ginekologi dengan izin resmi berlokasi di wilayah Jakarta. Mengerjakan tindakan medis bagian penyakit kandungan dengan metode yang sesuai standard ilmu kedokteran. Menggunakan teknologi tercanggih serta modern dan fasilitas gedung dengan bangunan modern juga ruang tunggu, ruang perawatan privasi bersih serta sanitasi yang baik sehingga aman dan bebas infeksi. Tindakan kuretase sebaiknya dilakukan pada klinik dengan fasilitas serta peralatan medis yang mumpuni dan ditangani oleh dokter spesialis ahli yang berpengalaman untuk menghindari resiko pasca tindakan kuretase. 

Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur kuret. Dan ketahui terlebih dahulu penyebab serta keluhan dan gangguan agar dapat menentukan apakah diperlukan adanya tindakan kuret atau tidak. Prosedur kuret dilakukan tidak hanya akibat keguguran tetapi juga untuk mendiagnosis keadaan tertentu seperti penyebab terjadinya perdarahan abnormal pada vagina, medeteksi kanker rahim, memeriksa kesuburan dan lain sebagainya. Dan bilamana harus melakukan tindakan kuretase, patuhi hal-hal yang dilarang oleh dokter agar kesehatan dapat segera pulih sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti sediakala.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Presiden Jokowi Sumbang Sapi di NTB untuk Kurban Tahun Ini
1 September 2017, by Nida Nur Ainiyyah
Pada tanggal 1 September 2017, umat muslim Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada hari raya ini, hewan-hewan kurban akan disembelih untuk dibagikan dan ...
Bullying Picu Depresi Klinis dan Gangguan Tidur
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Penelitian baru dari ahli neurologi rumah sakit McLean menunjukkan pada model hewan yang diintimidasi dapat memiliki efek dramatis jangka panjang pada tidur ...
Dibalik Tren Mengenakan Celana Jeans, Ternyata Ada Bahayanya Jika ...
26 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Celana jeans hingga kini masih menjadi salah satu pilihan populer untuk dikenakan, terutama kalangan muda. Dengan tampilannya yang terlihat ...
Ini Cara Buat Kentang Goreng ala Restoran Sendiri
3 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - French Fries alias kentang goreng menjadi salah satu makanan favorit dan mudah ditemukan di seluruh dunia. Makanan ini nikmat disantap sebagai ...
Suasana Haru Warnai Konser Amal Ariana
5 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Konser amal bertajuk “One Love Manchester” yang digelar pada hari Minggu (4/5/2017) berlangsung meriah. Konser tersebut merupakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab