Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya

Berbahayakah Tindakan Kuret? Simak Penjelasannya

4 Januari 2020 | Dibaca : 618x | Penulis : Admin

Bilakah tindakan kuret itu berbahaya? Seringkali pertanyaan tersebut muncul ketika terjadi kehamilan kosong atau janin tidak berkembang dan keguguran sehingga harus dilakukan tindakan kuret. Hal tersebut menyebabkan istilah kuret sebagai suatu hal yang menakutkan dan kesannya negatif. Istilah kuret erat kaitannya dengan wanita yang mengalami kehamilan dan kemudian terjadi keguguran sehingga dilakukan kuretase untuk mengeluarkan janin yang mati akibat keguguran serta membersihkan rahim dari plasenta . Karena bila plasenta tersebut masih tersisa di dalam rahim dapat menyebabkan  infeksi serta perdarahan. Jadi sebelum menilai negatif tentang kuret maka ada baiknya bila mengetahui dan memahami apa yang dinamakan kuret tersebut. Kuret itu sendiri merupakan nama dari salah satu alat operasi, operasinya dinamakan kuretase. Untuk prosedurnya operasi ini merupakan suatu prosedur yang dilakukan agar dapat menyembuhkan serta menyelamatkan nayawa pasien. 

Fungsi dari tindakan kuret sebetulnya tidak hanya untuk membersihkan rahim dari jaringan tertentu yang dapat merugikan tubuh pasien. Akan tetapi juga dilakukan sebagai pemeriksaan bilamana terjadi suatu keadaan yang salah pada kondisi pasien. Dengan tindakan kuretase tersebut memungkinkan dokter dalam melakukan papsmear atau juga mengetahui bilamana terdapat polip yang dapat membahayakan pasien sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat atas kondisi tersebut dan lain-lain. kemudian apakah teradpat efek samping akibat dilakukan tindakan kuretase? Proses kuretase justru dilakukan pada pasien yang mengalami keguguran dan yaitu mengeluarkan janin yang mati di dalam kandungan. Karena bila janin yang sudah mati kemudian dibiarkan tetap berada di dalam kandungan justru akan menjadi sarang infeksi.

Dan tentunya keadaan seperti ini dapat menyebabkan kesehatan pasien dapat dengan mudah menurun dan bahkan dapat mengakibatkan kondisi yang lebih parah bila tidak segera ditangani dengan baik. Ada kasus serupa yang terjadi pada seorang wanita setelah pasca melahirkan tidak melakukan kuret. Perbedaannya bahwa bila dalam kasus keguguran yang dikuretase adalah janin yang mati maka pada pasca persalinan yaitu jaringan yang masih melekat pada dinding rahim. Dan sisa dari jaringan tersebut adalah berupa plasenta karena meski secara keseluruhan plasenta keluar namun setelah proses persalinan  normal terkadang masih terdapat sisa-sisa plasenta terebut masih menempel pada rahim. Oleh sebab itu harus dibersihkan untuk mencegah terjadinya infeksi pada rahim.                                                                                               

Dengan demikian jelas bila tindakan kuret tidak berbahaya karena justru tindakan tersebut untuk membersihkan rahim dari jaringan yang dapat menimbulkan infeksi. Selain itu tindakan kuretase selayaknya dilakukan pada klinik aborsi yang ditangani oleh dokter spesialis ahli serta memiliki izin resmi dari kementrian kesehatan. Prosedur yang digunakan pun harus sesuai dengan standar SOP kesehatan Ginekologi. Adalah klinik aborsi Jakarta yang merupakan klinik kesehatan untuk reproduksi bagian obstetri dan ginekologi dengan izin resmi berlokasi di wilayah Jakarta. Mengerjakan tindakan medis bagian penyakit kandungan dengan metode yang sesuai standard ilmu kedokteran. Menggunakan teknologi tercanggih serta modern dan fasilitas gedung dengan bangunan modern juga ruang tunggu, ruang perawatan privasi bersih serta sanitasi yang baik sehingga aman dan bebas infeksi. Tindakan kuretase sebaiknya dilakukan pada klinik dengan fasilitas serta peralatan medis yang mumpuni dan ditangani oleh dokter spesialis ahli yang berpengalaman untuk menghindari resiko pasca tindakan kuretase. 

Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur kuret. Dan ketahui terlebih dahulu penyebab serta keluhan dan gangguan agar dapat menentukan apakah diperlukan adanya tindakan kuret atau tidak. Prosedur kuret dilakukan tidak hanya akibat keguguran tetapi juga untuk mendiagnosis keadaan tertentu seperti penyebab terjadinya perdarahan abnormal pada vagina, medeteksi kanker rahim, memeriksa kesuburan dan lain sebagainya. Dan bilamana harus melakukan tindakan kuretase, patuhi hal-hal yang dilarang oleh dokter agar kesehatan dapat segera pulih sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti sediakala.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Terungkap! Misteri Matematika dari Tablet Kuno Babilonia
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ilmuwan UNSW Sydney telah menemukan tujuan dari sebuah tablet tanah liat Babilonia berusia 3700 tahun yang terkenal, menunjukkan bahwa ini adalah tabel ...
Kasus Bendera Terbalik, Massa Kepung Konsulat Malaysia
22 Agustus 2017, by Risa Suadiani
Tampang.com - Masih tentang kasus bendera terbalik di SEAGames 2017, kali ini massa dari Pemuda Pancasila, KNPI, dan Pergerakan Pemuda Islam Indonesia ...
hary tanoe
1 Juli 2017, by Zeal
Penggunaan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait polemik pesan singkat atau SMS Ketua Umum Partai ...
Politisi PKS : Dewan Diminta Fokus pada Perda Perlindungan Anak
1 November 2017, by Admin
  Tampang.com. BANDUNG - Wakil Ketua Satu Bidang Ketahanan Keluarga dan Pola Asuh Anak PKK kota Bandung Siti Muntamah, menginginkan Peraturan daerah ...
Yuk Bersihin Rumah! Ini Loh Manfaatnya
15 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bersih-bersih rumah memang menjadi pekerjaan yang tidak menyenangkan dan malas untuk dilakukan. Salah satu alasan yang paling banyak digunakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview