Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Belajar Menikmati Hidup dari Kisah Semangkuk Mie Ayam...

Belajar Menikmati Hidup dari Kisah Semangkuk Mie Ayam...

11 Juni 2018 | Dibaca : 942x | Penulis : Dika Mustika

Pernahkah kamu merasa sangat menginginkan sesuatu, namun kamu (seakan) menahan untuk tidak memenuhi keinginanmu tersebut.  Menahan, menunda, atau melupakan adalah hal yang mungkin kita lakukan ketika kita menginginkan sesuatu, namun kita ‘bermain’ dengan waktu sebelum merealisasikannya. Nah, aku pun termasuk tipe yang tidak langsung menuruti keinginan diri. Tipe yang mengontrol, apakah ini kebutuhan atau keinginan. Biasanya, jika bersifat kebutuhan langsung kupenuhi. Namun, jika ini bersifat keinginan, ‘menahan’, ‘menunda’, atau ‘melupakanlah’ yang kupilih.

Namun, ada satu peristiwa yang membuatku berpikir ulang dengan kebisaanku tersebut.  Suatu hari aku mendapatkan kabar bahwa ada seorang teman yang telah berpulang karena dipanggil oleh Tuhan. Aku benar-benar tidak menyangka. Usianya lebih muda daripada aku, dia pun baru saja menyelesaikan salah satu tugas pentingnya di kantor. Intinya, teman-temannya tak menyangka kalau dia harus berpulang begitu cepat dan tiba-tibanya. Di situ aku berpikir bahwa waktu tak tahu kapan akan berakhir....dia bisa saja begitu lama, tapi bisa juga begitu cepat tanpa kita sadari dia harus berakhir. Salah satu kebiasaanku adalah bermain dengan waktu, khususnya ketika ada keinginan yang datang. Ternyata..... ‘menahan’, ‘menunda’, atau ‘melupakan’ bisa membuat kita benar-benar tidak bisa memenuhi keinginan kita, ketika waktu kita berpulang pada Nya sudah tiba.

Pikiran ini aku coba eksekusi, pada keinginanku di suatu sore. Sudah lama aku ingin berbuka puasa dengan menu mie ayam! Ya, semangkung mie ayam! Aku menginginkan ini dari awal puasa, namun keinginanku ini aku tunda lagi dan lagi dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan, tak ada teman yang mau aku ajak makan mie ayam, mie ayam itu tidak cocok dijadikan menu berbuka puasa, hingga alasan jalanan macet untuk menuju kedai mie ayam yang kuinginkan. Akhirnya di sore itu aku hentikan permainanku bermain dengan waktu. Aku pun mengambil telepon genggamku dan memesan mie ayam yang kuinginkan. Mudah dan puas! Itu yang kurasakan setelah aku menikmati mie ayam sebagai menu berbuka puasaku.

Mie ayam hanyalah analogi, betapa kita harus memikirkan waktu yang terus berjalan ketika kita menunda keinginan. Sore itu aku belajar sesuatu dari mie ayam. Ketika kita punya keinginan dan keinginan itu tak merugikan siapapun, realisasikanlah! Selagi kita masih diberi waktu untuk hidup, selagi hidup masih bisa dinikmati. Nikmatilah hidupmu dan ikuti keinginanmu (ingat: selama ini positif dan tidak merugikan siapapun)! Keindahan hidup sangat disayangkan lewat begitu saja karena penundaan keinginan-keinginan positifmu! Ayo, nikmati mie ayammu!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berjedalah dari Rutinitas dengan Berlibur!
26 Juni 2018, by Dika Mustika
Berlibur, siapa yang tak ingin pergi berlibur. Berlibur adalah hal menyenangkan yang cocok (baca: perlu) dilakukan sebagai jeda dari berbagai aktifitas kita ...
Treadmill vs Sepeda Statis
2 September 2017, by Rifa Nabilla
Bagaimana  Anda memilih latihan yang tepat untuk membuat tubuh sehat dan bugar? Dari sekian banyak jenis latihan, kali ini kita akan membahas antara ...
Keren Guys, Buat Kalian Penggemar K-pop…
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hai kalian pencinta K-pop masih eksiskah kalian, hehehe. Guys K-poper apa kalian tahu bahwa mereka idola kalian itu ada loo di Indonesia. Cuma ...
Mata Coklat Jadikan Anda Tampak Terpercaya
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Tahukah Anda bahwa memiliki mata coklat mungkin membuat Anda tampak lebih dapat dipercaya? Dalam penelitian yang dilakukan di Republik Ceko, mahasiswa ...
Anies Baswedan Merupakan Calon Wakil Presiden yang Serius di Mata Prabowo
6 Juli 2018, by oteli w
Anies Baswedan Merupakan Calon Wakil Presiden yang Serius di Mata Prabowo Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mantap maju dalam pemilihan presiden ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab