Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
your lie in april

Belajar Menikmati Hidup dari Film Your Lie in April

11 Juli 2017 | Dibaca : 1033x | Penulis : Dika Mustika

Dikisahkan ada seorang pelajar yang jago bermain piano yang bernama Kousei Arima (Kento Yamazaki). Sejak kecil ia selalu mengikuti berbagai kompetisi dan sering menjadi juaranya. Namun, sejak ibunya meninggal, ia tidak bermain piano lagi. Ia memiliki dua orang sahabat yakni Tsubaki Sawabe (Anna Ishii) dan Ryota Watari (Taishi Nakagawa).

Suatu hari Miyazono Kaori (Suzu Hirose) minta tolong kepada Sawabe untuk mengenalkannya pada Ryota karena ia menyukainya. Tsubaki kemudian mengajak Kousei juga untuk ikut serta dalam perkenalan tersebut. Kaori adalah seorang pemain biola yang sedang mencari patner untuk mengikuti sebuah kompetisi musik. Kaori adalah seorang pelajar SMA yang sangat ceria, energik, optimis, dan percaya diri. Pada hari perkenalan pertama, Sawabe sengaja tak mengatakan bahwa mereka kemudian akan menonton Kaori dalam sebuah kompetisi. Sawabe, Ryota, dan Kousei kemudian menonton Kaori dalam kompetisinya. Kousei kemudian mulai mengagumi Kaori yang bisa memainkan biolanya dengan sangat ekspresif dan sangat menonjolkan kebebasannya dalam bermusik. Kaori mengacuhkan aturan-aturan dalam bermusik dan bisa menciptakan musiknya sendiri yang bebas namun indah.

Setelah pertemuan mereka, Kaori kemudian mengajak Kousei untuk menjadi patner bermusiknya dalam mengikuti sebuah kompetisi. Namun, Kousei menolak mentah-mentah ajakannya. Kaori tentu tak berputus asa, berbagai cara dia gunakan untuk meyakinkan Kousei agar mau menjadi patnernya. Akhirnya, melihat gigihnya usaha Kaori, Kousei pun luluh dan mau mengikuti ajakan Kaori. Namun, ia mengingatkan bahwa ia kini kesulitan mendengarkan musik yang dimainkannya ketika ia sudah larut dalam permainan pianonya sendiri. Kaori berkata, “Tak usah khawatir, kan ada aku!”

Intinya, setelah Kousei menjadi patner Kaori, ia kemudian mulai mau bermain piano lagi. Nah, setelah kompetisi itu, Kaori mendapatkan sebuah undangan untuk tampil kembali, tentunya dengan Kousei lagi. Mereka berlatih untuk mempersiapkan penampilan mereka. Kehidupan Kousei kini lebih berwarna semenjak kehadiran Kaori. Akhirnya hari pertunjukkan pun tiba. Namun, Kaori tak kunjung tiba. Dengan terpaksa Kousei memainkan musik sendirian tanpa kehadiran Kaori.

Selepas tampil, Kousei baru mengetahui bahwa Kaori masuk rumah sakit. Untuk beberapa saat Kaori pun tidak masuk sekolah. Ternyata ada hal yang mengejutkan Kousei. Selama ini Kaori berbohong padanya, Kaori selama ini memendam kekagumannya pada Kousei. Ia berpikir, pasti Kousei tak ingin mengikuti ajakannya begitu saja jika ia berkata bahwa ia sudah mengetahui berbagai prestasi Kousei dan mengagumi Kousei, karenanya ia berkata bahwa ia menyukai Ryota di awal perkenalan mereka.

Kaori sebenarnya seorang gadis yang sangat pemalu dan tak berani mendekati Kousei.  Namun, itu semua berubah ketika ia melihat kedua orang tuanya menangis di rumah sakit ketika ia dirawat sebelumnya. Sejak kecil Keori menderita suatu penyakit dan harus bolak balik ke rumah sakit untuk menerima perawatan. Ketika ia melihat orangtuanya manangis, di situlah Kaori berpikir bahwa waktunya sudah hampir habis dan ia tak ingin menyesal. Ia pun bertekad untuk melakukan hal yang disukainya dalam hidup. Ia pun berubah karena tak ingin menyesal nantinya. Ia merubah penampilannya dan berubah menjadi gadis yang percaya diri untuk minta dikenalkan pada Kousei melalui Sawabe. Ia ingin terus bermusik dan menikmati hidup.  Ia kini senang karena akhirnya Kousei mau bermain musik lagi dan menikmati hidup lagi dengan bermusik. Kaori senang karena bisa menikmati akhir hidupnya dengan bermain air di sungai, bermain pasir di pantai, dan tentunya menikmati hanyut dalam bermusik bersama Kousei.

Film yang diangkat dari anime ini, film dengan genre drama remaja, namun banyak mengingatkan mengenai makna hidup. Hidup yang terlalu berharga jika hanya dilalui begitu saja tanpa melakukan hal yang kita sukai atau kita inginkan. Keterbatasan waktu hidup, membuat kita akan lebih dapat memaknai hidup dengan bijaksana dan menikmati berbagai segmennya. Nikmatilah hidup dengan positif dan bahagia karena hidup hanya satu kali dan berbatas waktu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Konsep Mobil Batman untuk Kendaraan Penjelajah Mars
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir Inquirer.net - Kendaraan futuristik, yang dirancang untuk beroperasi di Mars, diluncurkan di Kennedy Space Center. Terlihat lebih mirip mobil yang ...
Bahaya Mencabut Atau Mencukur Alis
3 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Untuk mempercantik penampilan,  banyak wanita yang tidak puas dengan alis yang mereka miliki, tidak sedikit mereka yang mencabut atau bahkan ...
Sifilis, Gonore Meningkat di Inggris
7 Juni 2018, by Slesta
Kasus sifilis dan gonore meningkat setidaknya 20 persen sejak tahun lalu, menurut statistik yang dirilis oleh Kesehatan Masyarakat Inggris pekan ini. Data ...
minum kopi
12 Juli 2017, by Slesta
Ada sesuatu yang benar-benar ajaib tentang secangkir kopi. Secangkir mengepul di pagi hari dapat membantu Anda menghadapi hari ini, segelas kopi es yang ...
presdential threshold
21 Juli 2017, by Gatot Swandito
Sekarang banyak pengamat, politisi, akademisi, tokoh LSM, dan lainnya yang meributkan soal presidential threshold (PT) atau ambang batas syarat pencalonan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview