Tutup Iklan
hijab
  
login Register
kerja polisi

Beberapa Pekerjaan Kepolisian yang Tidak Beres

22 Mei 2017 | Dibaca : 4700x | Penulis : Tonton Taufik

Ada beberapa pekerjaan kepolisian yang tidak bisa diungkapkan dengan alasan-alasan tertentu. Hal ini membuat masyarakat kurang percaya terhadap kepolisian. Malahan beberapa hal, terlihat memihak, misalnya aksi bela islam, Kapolri Tito Karnavian, sering sekali terlihat di TV, hampir tiap hari, bahkan tiap jam tampil di TV. Berbeda sekali dengan aksi demo membela Ahok, yang jelas sekali anarkis, merusak pintu penjara cipinang, membakar ban mobil, membuat keonaran, melakukan demo lebih dari jam 18, dibiarkan sampai jam 2 pagi.

Dilakukan beberapa hari, tidak terlihat Kapolri Tito Karnavian memberikan klarifikasi tentang demo anarkis tersebut. Dan yang lebih parah lagi, hari raya Waisak pun, demo anarkis membela Ahok tetap dilakukan. Padahal menurut undang-undang, demo hanya dibolehkan di hari kerja, dilarang di hari libur.

  • Sampai saat ini pelaku bom molotov di kantor FPI di 3 lokasi (posko FPI pasar rebon, posko FPI cimanggis depok, rumah sekretari DPW FPI Jakarta Barat), belum juga diketemukan.

 

  • Sampai saat ini, pelaku bom molotov di dalam mobil tanpa plat nomer, pada saat usai tabligh akbar Habib Rizieq Shihab tanggal 16 April 2017. Padahal biasanya diketahui dari nomer casis mobil tersebut, karena mobil tersebut gagal meledak, hanya terbakar.

 

 

  • Pelaku intimidasi pada saat pilkada DKI putaran 1, dengan mengancam TNI akan dipotong-potong olehnya. Iwan Bopeng tidak diketahui keberadaannya, padahal jelas sekali dia menghina TNI.

 

  • Pelaku penembakan ke rumah anggota DPR Jazuli Juwaini, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, ada yang mengaku menembak, seorang polisi, kemudian dia bunuh diri, begitu menurut kepolisian.

 

  • ​Sampai saat ini, pemilik mobil terano B 2124 ZO belum diketahui oleh poilisi. Mobil tersebut membagi-bagikan makanan kepada pendemo di depan rumah SBY.

 

  • Sampai saat ini, pelaku penyiraman air keras ke petugak KPK Novel Baswedan yang sedang menangani kasus E-KTP, belum diketahui pelakunya.

  • Sampai saat ini, screenshot chat porno antara Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein, yang diyakini oleh kepolisian adalah asli, belum juga diketemukan orang yang pertama membuat dan menyebarkannya. Data pemilik website baladacintarizieq.com padahal sangat mudah didapat informasinya di internet.

 

  • Sampai saat ini belum diketemukan pelaku makar "Minahasa Raya", padahal sampai saat ini Sekjen FUI Al Khaththah, masih dipenjara, sejak menyeruakan akan membuat aksi bela Islam 313 (31 Maret 2017). Belum ada kepastian akan dibebaskan. 

 

  • Sampai saat ini, belum ditangkap pelaku makar di papua. Mungkin kepolisian Indonesia sedang sibuk.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tiga Lokasi di Cilegon 'Diserbu' KPK
24 September 2017, by Risa Suadiani
Setelah penetapan wali kota Cilegon, Iman Ariyadi dan lima orang lainnya sebagai tersangka, KPK melakukan penggeledahan terhadap tiga lokasi di Cilegon. Lokasi ...
Luigi Dall'Igna : "Kejuaraan Balap Motor di Tahun 2017 Sangat Emosional dan Menggairahkan"
16 Januari 2018, by Rachmiamy
Di MotoGP 2017, tim Ducati Corse mendapat hasil yang cukup memuaskan. Salah satu pembalapnya berhasil menempati posisi runner up di klasemen akhir MotoGP 2017. ...
Inilah Tips Agar Anak Terbiasa Berpuasa
17 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Setiap anak dilatih untuk dapat menunaikan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Sebagai ...
Memahami Resistensi Antibiotik
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Memahami mengapa bakteri menjadi resisten antibiotik adalah mengetahui bagaimana bakteri merespon obat yang berusaha membunuh mereka. Dalam sebuah studi baru, ...
Program 'Latihan Otak' Dapat Membantu Mencegah Demensia. Ini Kata Para Ilmuwan
20 November 2017, by Slesta
 Dalam apa yang ditagih sebagai yang pertama, para periset melaporkan bahwa para manula sehat yang mencoba program pelatihan otak baru cenderung mengalami ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab