Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Bangga, Indonesia Raih Juara Ketiga dalam Kejuaraan Bergengsi Matematika Internasional!

Bangga, Indonesia Raih Juara Ketiga dalam Kejuaraan Bergengsi Matematika Internasional!

19 Juli 2017 | Dibaca : 92x | Penulis : Zeal

tampang.com - Kontingen Indonesia berhasil meraih juara ketiga dalam ajang kejuaraan Matematika Internasional, Po Leung Kuk 20th Primary Mathematics World Contest (PMWC). Untuk kategori individu, Indonesia memperoleh dua medali perunggu atas nama Axel Giovanni Hartanto dan Luthfi Bima Putra.

Indonesia patut berbangga menjadi juara di kontes semacam PWMC. PWMC sendiri merupakan lomba matematika internasional yang sangat bergengsi untuk tingkat sekolah dasar. Hal tersebut lantaran lomba ini diikuti siswa-siswa yang sangat berbakat di tiap negara. Banyak di antara siswa tersebut adalah juara olimpiade matematika di negaranya masing-masing.

Lomba ini diikuti beragam negara dari berbagai belahan dunia. Negara-negara tersebut seperti Amerika Serikat (AS), Bulgaria, Australia, Afrika selatan, Cina, Malaysia, Vietnam, Mongolia, Thailand, Filipina, Taiwan, Hongkong, Makau, dan Indonesia. Jumlah tim yang mengikuti PMWC pada tahun ke-20 ini ada 37 tim. Adapun pelaksanaannya, lomba ini dilaksanakan di Hong Kong pada 16 hingga 20 juli 2017.

Indonesia diwakili tim yang berasal dari Bogor yang merupakan binaan dari Klinik Pendidikan MIPA. Ketua dari Tim Indonesia adalah Raden Ridwan Hasan Saputra dan Wakil Ketuanya Andriana Hasan. Satu tim terdiri dari empat orang siswa yakni Luthfi Bima Putra siswa MIN 09 Petukangan Jakarta, Aditya Ilham Khairullah Seger dari SDI Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta, Haidar Prayata Wirasana dari SDI Al Azhar 12 Cikarang, dan Axel Giovanni Hartanto dari SD Pangudi Luhur Santo Timotius Surakarta.

Axel mengatakan soal pada lomba ini sulit dan pesaingnya hebat-hebat. "Sehingga walaupun saya mendapat nilai yang kategorinya bagus, saya hanya mendapat perunggu. Beruntung tim Indonesia masih menduduki juara tiga di lomba ini," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Rabu (19/7).

Ridwan sebagai ketua tim mengatakan lomba ini memang kategori lomba yang berat. Pihaknya mengirimkan peraih emas di Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan peraih emas di Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tapi keduanya hanya mendapat perunggu. Selain kompetisi yang berat, persiapan pelatihan juga dinilainya belum maksimal. Pasalnya, tim ini hanya dilatih sebanyak dua tahap dan masing-masing tahap selama sepekan. "Seharusnya pelatihan persiapan untuk lomba sekelas PMWC butuh waktu satu bulan, meskipun waktu pelatihan yang diberikan kurang maka baru ini yang bisa kami kontribusikan untuk bangsa dan negara," kata dia.

Ridwan menyebut, ada peraturan baru dalam Olimpiade Sains Nasional yang dibuat oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud. Isinya yaitu melarang anak-anak yang pernah ikut lomba internasional untuk mengikuti OSN. Padahal, kata dia, lomba-lomba internasional yang ada saat ini tidak semuanya untuk bertanding uji kepintaran tetapi ada juga lomba internasional yang sekadar uji coba atau latihan bagi para pesertanya.

Menurut dia, peraturan yang dibuat sangat tidak bijaksana karena akan menghambat semangat anak-anak pintar untuk lebih mengembangkan diri di bidang matematika. Hal ini dikhawatirkan membuat anak-anak Indonesia yang berprestasi di bidang matematika untuk level dunia tidak termaksimalkan jumlahnya. "Semoga momentum lomba hasil PMWC bisa menjadi bahan evaluasi untuk Direktorat Pembinaan SD Kemendikbud," ujarnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

DNA prasejarah
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengidentifikasi spesies manusia yang telah punah dengan menganalisis sedimen di dalam gua. Terobosan luar biasa ...
presiden turki
12 Juli 2017, by Slesta
Turki akan merasa "nyaman" jika Uni Eropa mengatakan tidak dapat diterima sebagai anggota, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan kepada ...
negara Islam
24 Juli 2017, by Gatot Swandito
“Kok situ nolak negara Islam. Bukannya ente ngaku Islam”. Begitu komentar yang masuk di salah satu artikel yang saya tulis dua-tiga tahun yang ...
Game dan Konsol Game Terlaris di Jepang 2017
6 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Ini adalah bulan Juli. Kita melewati titik pertengahan tahun ini, jadi ini adalah saat yang tepat untuk melihat perkembangan game dan konsol game di negara ...
Google Translate Berhasil Menyatukan Sepasang Kekasih. Kok Bisa?
10 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Cinta itu tidak melihat siapa kita, darimana asal kita. Hal itu terjadi dalam hubungan sepasang kekasih mantan pengamen asal makassar ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
CreamPemutih