Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bagaimana Cara Menyaksikan Hujan Meteor Perseid Akhir Pekan Ini

Bagaimana Cara Menyaksikan Hujan Meteor Perseid Akhir Pekan Ini

13 Agustus 2017 | Dibaca : 686x | Penulis : Slesta

Skywatcher di belahan bumi utara akan disuguhi pertunjukan bintang jatuh pada hari Jumat dan Sabtu malam saat hujan meteor Perseid mencapai puncak akhir pekan.

Namun ada satu masalah: bulan yang hampir purnama. Bulan berubah penuh pada 7 Agustus. Pada hari Sabtu, bulan akan menjadi 80 persen yang memudar.

Awan dan polusi cahaya - entah dari gedung pencakar langit atau bulan penuh - adalah musuh utama penampakan bintang.

Rumor bahwa Perseids bulan ini akan menjadi proporsi epik telah berkembang secara online. Mereka yang menyebarkan hype tampaknya gagal memeriksa kalender lunar.

Meski ada silau bulan, penonton tetap bisa melihat beberapa bintang jatuh, mungkin sebanyak 20 per jam di pagi hari. Bintang penembakan akan muncul seolah-olah mereka datang dari arah konstelasi Perseus.

Hujan meteor terjadi saat orbit Bumi melewati jejak puing-puing berbatu yang ditinggalkan oleh sebuah komet. Perseid diciptakan oleh tumbukan antara atmosfer bumi dan puing-puing yang diendapkan oleh komet Swift-Tuttle. Saat puing-puing komet terbakar di atmosfer, jalan setapak berapi-api melintasi langit.

Kadang-kadang, Bumi memang menemukan daerah puing-puing komet yang sangat padat, menghasilkan apa yang oleh para astronom disebut "ledakan".

Model telah memprediksi ledakan Perseids dua tahun terakhir.

"Paling banter, mereka meledak dari tingkat normal antara 80 dan 100 meteor per jam sampai beberapa ratus per jam," kata Bill Cooke, seorang astronom di Laboratorium Lingkungan Meteoroid NASA di Huntsville, Ala., Dalam sebuah posting blog. "Kinerja Perseid terbaik yang kami sadari terjadi pada tahun 1993, ketika tingkat puncak Perseid mencapai 300 meteor per jam. Tahun lalu juga melihat ledakan lebih dari 200 meteor per jam."

Jika awan merusak rencana Anda untuk menonton Perseids, observatorium online Slooh akan mengalirkan hujan meteor hidup mulai hari Sabtu pukul 8 malam. EDT.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Valentino Rossi Sangat Menyukai Balapan di Sirkut Sepang Malaysia
26 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia Valentino Rossi sukses merebut podium kedua pada balapan seri 16 MotoGP Australia yang berlangsung Minggu 22 Oktober ...
Ditanya Alasan Kenapa Lepas Hijab, Rina Nose Nangis
17 November 2017, by Rindang Riyanti
Baru-baru ini, Rina Nose membuat keputusan besar dalam hidupnya. Kini artis kondang tersebut menanggalkan hijab setahun terakhir telah membalut ...
Penghasilan dari Selebgram Juga Dikenai Pajak?
13 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Menjadi selebriti instagram atau selebgram di era teknologi informasi masa kini telah menjadi profesi yang menjanjikan. Selain menjadi populer dan terkenal, ...
Belajar dari Kisah 'Email Ayah untuk Anaknya'...
13 Maret 2018, by Dika Mustika
Zaman now! Zaman now yang terkenal harus selalu kekinian, harus selalu update status, harus selalu tahu apa yang sedang happening! Hal-hal yeng terjadi zaman ...
Kanker Payudara Berhubungan dengan Ketidakseimbangan Bakteri
17 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Dalam sebuah penelitian yang baru diterbitkan, para peneliti Clinic Cleveland telah menemukan perbedaan dalam komposisi bakteri jaringan payudara wanita sehat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab