Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Aktifitas Pelabuhan Perikanan Nusantara belum Terlihat Aktif

Aktifitas Pelabuhan Perikanan Nusantara belum Terlihat Aktif

8 November 2017 | Dibaca : 895x | Penulis : Admin

JAKARTA- Setahun sudah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Sejak diresmikan 26 November tahun lalu,  belum ada geliat tanda-tanda kehidupan di pelabuhan yang berlokasi Jalan Salodong, Untia, Biring Kanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu.  Meski sudah ada beberapa investor lokal yang melirik akan tetapi belum berani masuk lantaran belum ada kepastian hukum atau nomenklatur yang resmi dari pemerintah pusat atas status PPN Untia.

”Untuk nomenklatur memang belum, Karena harus ada permintaan dari pemerintah kota, ke provinsi lalu dari provinsi ke pemerintah pusat. Sekarang pengajuan sudah masuk ke pusat, sedang dalam proses,” ujar Frits P Lesnussa, Direktur Pelabuhan Perikanan Ditjen Perikanan Tangkap KKP.

Namun, Frits mengakui, berbagai aktivitas sudah ada di pelabuhan yang digadang-gadang sebagai hub untuk mendistribusi hasil perikanan ke berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, dalam waktu dekat PPN Untia akan memberikan nuansa berbeda untuk perikanan kawasan timur dengan berbagai aktifitas yang tumbuh dengan masuk nya investasi dalam dan luar negeri.

Pada kesempatan lain Muhammad Yusuf, akademisi dan Pengamat pelabuhan Indonesia dari Universitas  Cokroaminoto Jogjakarta mengatakan masih banyak yang harus dibehani agar pelabuhan Untia bisa dioperasikan. Muhammad Yusuf juga mengatakan berbagai aspek internal dan eksternal menjadi skala prioritas yang harus segera dituntaskan. Aspek internal meliputi sarana prasarana (Mulai dari suplay air bersih, pabrik es dan bahan bakar minyak (BBM). Lalu Political will (good will) terakhir legalitas meliputi nomenklatur, kepastian investasi. Sementara faktor Supply Demand lalu Good will investor. ”Sudah ada  investor yang mengajukan untuk membangun dan memenuhi kebutuhan Water supply. Setidaknya ada 2 investor sedang mengikuti lelang  dengan estimasi kebutuhan air 1.000 kubik per hari,” ujar Muhammad.

Sementara untuk BBM telah siap dari pertamina untuk supply BBM dan pabrik es pun sudah ada tawaran dari investor Korea akan tetapi opsi saat ini masih di supply dari Kima. Sementara itu pemerintah mengajak dan memberi kesempatan kepada investor lokal lebih dulu, meski disisi lain telah banyak tawaran dari investor luar. ”Kalau yang kami bahas dalam forum diskusi yang belum lama ini dilakukan pemerintah mengutamakan investor lokal dulu. Namun jika hingga awal tahun 2018 tetap saja tidak ada respon, maka Akan dibuka bagi investor luar,” aku nya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Telur Setengah Matang Tidak Baik Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil. Mengapa?
12 Oktober 2017, by Rachmiamy
Momen kehamilan tentulah hal yang sangat dinanti- natikan bagi pasangan yang sudah menikah. Oleh karenanya, saat momen kehamilan itu datang sang calon ibu ...
Beri Kuliah Pengantar di UI, Menteri Sri Mulyani Sindir Kartu Kuning ke Jokowi
5 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia memberi kuliah pengantar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia pada Senin (05/02). Sri Mulyani ...
Hendropriyono: Dokter Terawan menyembuhkan kita!
9 April 2018, by Zeal
Tampang.com - Hendropriyono angkat bicara soal dokter Terawan. Saat ditemui di kediamannya di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, dengan berpakaian apa adanya, ...
Ini Manfaat Hebat yang Bisa Kamu Dapatkan Ketika Menggunakan Kaus Kaki Saat Tidur
15 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Penggunaan kaus kaki biasanya kita gunakan ketika kita hendak menggunakan sepatu. Ada beberapa alasan untuk hal ini, seperti menyerap keringat di ...
SNSD Kini Tanpa Tiffany, Sooyoung, dan Seohyun
11 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Agensi girlband asal Korea, SM Entertainment mengumumkan bahwa Tiffany, Sooyoung, dan Seohyun Girls' Generation atau SNSD pada Selasa ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview