Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
abu janda

Abu Janda, Nasionalisme dan Contoh Kebodohan Umat Manusia

19 September 2019 | Dibaca : 326x | Penulis : Admin

Begitu emosionalnya kami melihat video youtube berisikan abu janda yang mewawancarai seorang tentara Israel beragama Islam dan keturunan Arab dan substansi isi wawancara mengenai bagaimana perjuangan rakyat palestina adalah serangan terorisme dan membela israel sebagai negara adalah hal yang dibenarkan, terlepas tentara tsb memiliki agama dan ras yang dekat dengan perjuangan rakyat palestina. 

Apa maksud dari wawancara tersebut? Abu janda berupaya menggaris bawahi bahwa nasionalisme lebih tinggi daripada perjuangan agama dan kesukuan. Bahwa adalah hal yang dibenarkan untuk seseorang bergabung dengan angkatan perang yang resmi dalam melawan “perjuangan” rakyat semesta yang tidak memiliki batas negara. Suatu tujuan yang agak absud dan didasarkan pada pemahaman akademik yang kurang. 
 
Secara hukum dan berdasarkan  politik luar negeri Indonesia, Israel bukanlah suatu negara, itulah mengapa Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatis dengan Indonesia serta tidak ada kedutaan Israel di Indonesia maupun sebaliknya. Dilain sisi, Palestina adalah suatu negara merdeka dimana terdapat kedutaan Palestina di Indonesia dan sebaliknya. Dengan demikian Israel tidak memiliki eksistensi di mata Indonesia. 

Maka disaat abu janda mewawancarai seorang tentara Israel (terlepas agama dan rasnya), ia sedang mewawancarai seorang penjajah dengan status teroris yang mana sedang memerangi serta melakukan tindakan penjajahan terhadap Negara Palestina. 

Dengan bangganya abu janda menganggap bahwa Israel adalah suatu negara merdeka dan Hamas dalah organisasi teroris, padahal jelas Hamas adalah pemerintahan yang sah dipilih sedangkan Israel dimata Indonesia, yang mana Abu Janda adalah warga negara, tidak mengenai eksistensinya sama sekali. 

Kembali ke soal nasionalisme yang saya bahas diatas, Abu Janda menganggap sebuah arti perjuangan dalam batasan normatif kenegaraan, misal, tentara yang berseragam dan mewakili pemerintahan dan negara yang sah dan telah berdiri. 

Padahal perjuangan bela tanah air demi suatu martabat kebangsaan lebih luas dari itu, apakah dulu pahlawan dan pejuang kemerdekaan membela negara yang sudah lahir? Apakah Diponegoro, Teuku Umar, Kapten Pattimura, HOS cokroaminoto membela Indonesia yang sudah berbadan hukum sebagai negara yang sah? Tentu jawabannya belum, di mata dunia, Indonesia lahir sebagai negara pada tahun 1949. Hanya Palestina, Mesir, dan beberapa negara muslimlah yang mengakui kemerdekaan Indonesia lahir pada tahun 1945. 

Hal demikian juga sama dengan Palestina yang mana perjuangannya berbasis semesta serta memperjuangkan martabat nasionalismenya. Di mata Indonesia, Israel bukan negara, justru Palestina lah penguasa de facto dan de jure wilayah yang terbentang dari dataran Golan sampai perbatasan di Gaza. Di mata Indonesia, Israel lah penjajah dan teroris sebenarnya. 

Jadi, abu janda tidak mewakili persepsi politik luar negeri Indonesia dan justru secara absurd mewawancarai seorang teroris sekaligus penjajah. Karena negara dimana abu janda menjadi warga negara didalamnya justru menganggap Israel bukan sebagai negara yang berdaulat. 

Justru setelah menulis ini kini saya sadar bahwa emosi saya melihat wawancara abi janda adalah emosi yang didasarkan pada kebodohan saya sendiri. Mengapa? Karena saya “terbawa perasaan” dengan kobodohan dan keterbelakangan si Abu janda, seharusnya saya sadar, Abu Janda, dengan segala kebodohan dan keterbelakangannya berada jauh dibawah level saya. 

Terbawa emosi dan marah terhadap Abu Janda sama dengan harimau tersinggung dengan gonggongan anjing, siapa yang bodoh? Si harimau atau si anjing? 

Wallahu alam biswhawab

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Biji-Bijian Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal, Daging Olahan Meningkatkannya
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Mengkonsumsi biji-bijian setiap hari, seperti beras merah atau roti gandum dapat mengurangi risiko kanker kolorektal, menurut American Institute for Cancer ...
Di Chongqing, Tiongkok Kita Bisa Skywalk Loh!
8 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Apakah anda seorang pecinta alam? Apakah anda pecinta aksi yang memacu adrenalin? Jika begitu tak ada salahnya untuk mencoba berjalan di Skywalk ...
Tingkat-Tingkat Darah dari Penghambat Api Beracun Menurun Pada Anak-Anak
5 April 2018, by Slesta
Ketinggian darah dari penghambat api telah jatuh pada anak-anak Amerika karena penggunaan bahan kimia itu dilarang dalam produk konsumen, sebuah studi baru ...
4 Nomor Cantik Ini Dijual dengan Harga yang Fantastis! Termahal Rp 281 Miliar
25 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Saat kita hendak memilih kartu perdana yang hendak digunakan, pastinya kita mencari-cari nomor yang unik dan 'cantik'. Nomor ini dapat ...
ahok diberhentikan
29 Mei 2017, by Zeal
Setelah sekian lama dinamika terkait dengan Gubernur Non Aktif DKI Jakarta sekaligus Terdakwa Penista Agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akhirnya DPRD ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview