Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
5 Dampak Buruk  Pada Otak Akibat Merokok

5 Dampak Buruk Pada Otak Akibat Merokok

5 Maret 2018 | Dibaca : 613x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Menurut data WHO (World Health Organization) secara keseluruhan rokok dan narkoba merupakan penyebab kematian nomor 1. Walaupun merokok sebenarnya merupakan gaya hidup buruk yang bisa dihindari, namun tidak sedikit orang tetap memilih untuk merokok selama hidupnya. Tahukah kamu bahwa ada lebih 4.700 kandungan berbahaya pada rokok dan asapnya?

Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa orang yang punya kebiasaan merokok cenderung mengalami kematian dini dibandingkan orang yang tidak merokok. Seperti yang kita ketahui, dampak negatif merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, jantung, dan penyakit kulit. Namun tahukah kamu bahwa tidak hanya itu saja? Merokok juga daoat menyebabkan dampat buruk pada kesehatan otak. Dr Ashok Hande, ahli bedah syaraf dari Hiranandani Hospital, Vashi memaparkan beberapa dampak buruk merokok pada otak, sebagai berikut.

1. Menyebabkan Kecanduan
Kandungan nikotin yang ada pada rokok bisa melesak pada reseptor-reseptor otak. Dampaknya jadi mengaktifkan area-area di otak untuk menciptakan perasaan senang dan bahagia. Sehingga bisa memicu kecanduan. Kalau sudah kecanduan, menghentikannya akan susah karena malah menimbulkan perasaan gelisah dan gampang marah. 

2. Berisiko Tinggi Terkena Demensia
Kebanyakan merokok bisa membuat otak melemah dan mengerut. Bahkan bisa menyebabkan penurunan kemampuan kognitif. Lama kelamaan dampak lebih buruknya bisa meningkatkan risiko mengalami demensi dan Alzheimer sebanyak 79%. Perokok pun kerap mengalami insomnia dan gangguan tidur yang juga nantinya bisa meningkatkan risiko demensia beberapa tahun mendatang.

3. Suplai Oksigen ke Otak Terhambat
Ada fakta mengejutkan lagi. Keseringan merokok juga bisa mempengaruhi IQ. Suplai oksigen ke otak bisa berkurang dan kadar karbondioksida malah meningkat, sehingga mempengaruhi hemoglobin. Efeknya pun bisa menurunkan kapasitas atau kemampuan menganalisis masalah dan menyelesaikan masalah.

4. Kemampuan Berkonsentrasi Malah Bisa Berkurang
Merokok nggak selalu bisa meningkatkan kemampuan untuk fokus. Malah bisa mengurangi kemampuan berkonsentrasi. Rasa letih luar biasa justru akan jadi efeknya ketika suplai oksigen ke otak berkurang.

5. Meningkatkan Risiko Terkena Stroke Otak
Kandungan nikotin di darah menyebabkan darah jadi lebih kental. Dampaknya bisa meningkatkan risiko pengendapan plak di arteri. Jika hal ini dibiarkan bisa meningkatkan risiko stroke otak. Pada perokok, risiko kematian yang disebabkan oleh stroke lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan non-perokok.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hindari Minum Teh Selepas Makan!
3 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Banyak orang yang suka minum teh setelah makan. Hal ini bahkan sudah menjadi lumrah dikalangan masyarakat Indonesia. Baik teh manis maupun teh tawar, es teh ...
Karyawan dengan Gaji Kecil? Cobalah 7 Ide Usaha Sampingan Ini Yuk
1 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, tentu ingin memiliki pendapatan yang besar bukan? Jika saat ini Anda hanya ...
Naas Nasib Salah Satu Driver Gojek, Niat Membantu Penumpang Malah Motor Hilang
8 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Suparno (51) datang ke Polsek Jatinegara, Jakarta Timur untuk melaporkan peristiwa nahas yang dialaminya. Driver Gojek  itu kehilangan sepeda motornya ...
Yuk Kenali Aroma Khas Ms. V Anda! Pria Jangan Klik Ya!
8 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Wanita memiliki salah satu organ tubuh yang sangat-sangat sensitive dan harus dijaga, organ tubuh itu biasa dikenal dengan Ms. V. Kebanyakan wanita ...
 Veneer Gigi Berbahaya? Inilah Ungkapan Gusti Rosaline
18 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Dikutip dari ruangsehat.net, Veneer Gigi adalah salah satu jenis perawatan gigi yang dilakukan dengan cara memasang lapisan gigi yang ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab