4. Catut MyTelkomsel
Modus lain yang patut diperhatikan adalah penipuan yang mencatut nama MyTelkomsel, aplikasi yang digunakan untuk membeli berbagai layanan dari Telkomsel. Di sini, pelaku akan mengirimkan sebuah file dan meminta korban untuk mengunduhnya. Dengan meminta izin akses ke file dan aplikasi lainnya seperti foto, video, SMS, serta akun perbankan digital, pelaku berusaha menguasai perangkat korban dan informasi pribadi yang krusial, seperti PIN dan kata sandi.
5. Pengumuman Bank
Penipuan juga dapat dilakukan dengan cara mengirimkan pengumuman yang mengklaim perubahan tarif transaksi dari sebuah bank. Pelaku akan mendesak korban untuk memilih antara dua opsi, yaitu setuju atau tidak setuju. Jika korban memilih untuk tidak setuju, mereka akan diminta untuk mengisi formulir melalui link yang dikirimkan. Namun, pada kenyataannya, meng klik link tersebut bisa berujung pada pencurian data yang lebih serius.
6. Modus VCS
Beberapa bulan yang lalu, modus Video Call Sex (VCS) menjadi viral dan banyak dibicarakan. Dalam modus ini, seseorang akan menerima panggilan video dari nomor yang tidak dikenal. Saat panggilan dijawab, biasanya akan terlihat seorang wanita tanpa busana. Modus ini pada dasarnya adalah pemerasan, memanfaatkan kebodohan dan ketidaktahuan seseorang tentang teknologi. Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, mengingatkan kepada kita agar berhati-hati dan tidak bertindak gegabah, sebaiknya konsultasikan masalah ini pada teman yang lebih paham tentang teknologi.
7. Hoaks PPS
Modus terbaru yang mulai muncul adalah pengiriman file apk dengan nama PPS Pemilu 2024. Penipuan ini mirip dengan undangan nikah dan surat tilang palsu. File apk ini akan meminta izin untuk mengakses SMS, dan jika sudah diberikan, pelaku dapat memperoleh One Time Password (OTP), username, serta password mobile banking korban. Ini menjadi ancaman yang serius, terutama menjelang momen-momen penting seperti pemilu yang sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.