Ekspansi Global yang Menjanjikan
Samsung bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengandalkan pasar ekspor. Seiring berkembangnya industri ponsel di Indonesia, banyak perusahaan, termasuk Samsung, yang mulai memanfaatkan fasilitas produksi di dalam negeri untuk memenuhi permintaan global. Dengan adanya pabrik di Indonesia, Samsung tidak hanya dapat lebih efisien dalam memenuhi permintaan pasar lokal, tetapi juga bisa mengekspor produk ke negara-negara lain.
Ekspor ponsel Samsung A33 5G ke Filipina ini adalah langkah pertama yang menjanjikan, dan diperkirakan akan diikuti oleh ekspansi ke negara-negara lain di Asia Tenggara atau bahkan lebih jauh lagi. Pasar ponsel global yang terus berkembang memberikan peluang besar bagi Samsung untuk terus memperkuat posisi mereka sebagai pemain utama di pasar telekomunikasi.
Persiapan untuk Peningkatan TKDN
Sementara itu, di tengah upaya ekspansi Samsung, pemerintah Indonesia juga tengah mempersiapkan regulasi baru terkait dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), yang mengatur komponen lokal yang harus digunakan dalam produk elektronik yang dipasarkan di Indonesia. Saat ini, TKDN untuk produk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) ditetapkan minimal 35%, namun pemerintah berencana untuk meningkatkan persentase tersebut menjadi 40% dalam waktu dekat.
Dalam pertemuan dengan Setia Diarta di pabrik Samsung Indonesia, pihak Samsung menunjukkan kesiapan mereka untuk memenuhi regulasi baru ini. Setia Diarta mengungkapkan bahwa Samsung dan beberapa perusahaan lainnya telah melakukan persiapan untuk memastikan produk mereka memenuhi syarat TKDN yang lebih tinggi. Dengan memenuhi syarat ini, Samsung akan semakin memperkuat posisinya di pasar Indonesia, sambil mendukung tujuan pemerintah untuk mendorong penggunaan komponen lokal.