Luhut menjelaskan bahwa dengan penerimaan pajak yang optimal, pemerintah akan dapat mendanai berbagai program pembangunan yang vital, mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Hasilnya, ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan, yakni hingga 8%.
Sistem yang terintegrasi dengan baik berpotensi besar untuk memperkuat fondasi ekonomi negara. Penggunaan teknologi dalam pengumpulan dan pengolahan data akan menghasilkan informasi yang lebih akurat. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, tetapi juga bagi masyarakat itu sendiri. Ketika data disajikan dengan baik, masyarakat akan lebih mudah memahami alokasi anggaran negara dan bagaimana pajak yang mereka bayarkan digunakan untuk kesejahteraan umum.
Dalam konteks ini, Luhut juga menyinggung tentang pentingnya literasi digital di kalangan masyarakat. Sebuah sistem teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat jika masyarakat tidak memiliki pemahaman yang baik terhadap cara kerjanya.
Oleh karena itu, program edukasi dan pelatihan seputar teknologi informasi dan komunikasi sangat penting untuk dilakukan. Ini akan memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat beradaptasi dan mengoptimalkan penggunaan GovTech.
Dalam diskusi ini juga terungkap bahwa keterlibatan sektor swasta sangat krusial. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta, kemungkinan keberhasilan dalam implementasi GovTech akan semakin besar.
Sektor swasta, khususnya perusahaan teknologi, dapat memberikan dukungan dalam hal inovasi dan solusi teknologi yang lebih efisien. Kerjasama ini sangat penting agar pemerintah dapat menciptakan ekosistem yang mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak.