Baru-baru ini, terungkap bahwa Google berencana untuk mengakuisisi Wiz, sebuah perusahaan rintisan asal Israel, dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$ 32 miliar, setara dengan Rp 529 triliun. Akuisisi ini mencatatkan dirinya sebagai yang terbesar dalam sejarah perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Alphabet, sebagai induk perusahaan Google, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat penawaran keamanan cloud mereka di tengah meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Wiz sendiri dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber, serta memiliki teknologi canggih yang dapat membantu perusahaan-perusahaan dalam mengurangi risiko-risiko kritis yang berkaitan dengan data dan infrastruktur digital mereka.
Eengan akuisisi ini, Google berharap dapat mempertajam daya saing mereka dalam persaingan komputasi awan yang semakin ketat, terutama melawan pesaing berat seperti Amazon.com dan Microsoft.
Menurut informasi yang beredar, kesepakatan ini akan menjadikan Wiz bagian integral dari unit cloud Google. Selain memperkuat solusi keamanan siber yang diberikan kepada pelanggan, akuisisi ini dipandang sebagai strategi proaktif dalam menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang dalam industri teknologi informasi.
Peningkatan keamanan siber telah menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan, terutama dengan semakin seringnya insiden pelanggaran data yang terjadi di berbagai sektor.
Harganya yang tinggi dalam transaksi ini menunjukkan keyakinan Alphabet bahwa akuisisi ini akan mendapatkan lampu hijau dari pemerintah AS, terutama di bawah pengawasan yang ketat di era pemerintahan Donald Trump. Beberapa waktu lalu, Trump mengumumkan bahwa ia akan meneruskan fokus pada pengawasan besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar, sehingga Alphabet harus lebih berhati-hati dalam memastikan semua aspek hukum dan regulasi terpenuhi.