Keputusan ini muncul dalam konteks kontrak senilai USD 1,2 miliar yang dikenal sebagai Proyek Nimbus. Kontrak ini dimenangkan oleh Google dan Amazon untuk menyediakan kebutuhan militer Israel, termasuk penyediaan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih lainnya.
Proyek Nimbus telah menjadi sumber kontroversi sebelumnya, terutama setelah sekelompok karyawan Google menerbitkan surat terbuka tahun lalu. Surat tersebut mendesak perusahaan untuk membatalkan proyek ini, sekaligus menyerukan penolakan terhadap "kebencian, pelecehan, dan pembalasan" yang dialami pekerja Arab, Muslim, dan Palestina di dalam perusahaan.