Tampang

Ketakutan Akan Radiasi Nuklir Lebih Berbahaya Daripada Radiasi Itu Sendiri

7 Jul 2017 08:07 wib. 1.989
0 0
Ketakutan Akan Radiasi Nuklir Lebih Berbahaya Daripada Radiasi Itu Sendiri

Ketakutan akan radiasi nuklir menyebabkan lebih banyak bahaya kesehatan daripada radiasinya itu sendiri. Khawatir dengan radiasi, tapi mengabaikan (atau mungkin tidak menyadari) apa yang telah dipelajari LSS (Life Span Study), 154.000 orang di daerah sekitar pembangkit nuklir Fukushima Daiichi setelah dievakuasi. The Japan Times melaporkan bahwa evakuasi begitu terburu-buru sehingga menewaskan 1.656 orang, 90 persen di antaranya berusia 65 tahun atau lebih. Sementara gempa dan tsunami hanya menewaskan 1.607 di daerah itu.

Organisasi Kesehatan Dunia menemukan bahwa evakuasi Fukushima meningkatkan angka kematian di kalangan orang tua yang ditempatkan di perumahan sementara. Populasi yang terputus-putus, dengan keluarga dan koneksi sosial terkoyak, tinggal di tempat yang asing dan perumahan sementara, menderita lebih banyak obesitas, penyakit jantung, diabetes, alkoholisme, depresi, kegelisahan, dan gangguan stres pasca trauma, dibandingkan dengan populasi umum di Jepang. Hiperaktif dan masalah lainnya meningkat di antara anak-anak, seperti halnya obesitas di kalangan anak-anak di prefektur Fukushima, karena mereka tidak diizinkan berolahraga di luar rumah.

Orang-orang di daerah bencana melaporkan penilaian negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka, ditambah dengan harapan hidup yang lebih pendek. Harapan hidup pengungsi turun dari 65 menjadi 58 tahun. Kecemasan akan efek kesehatan radiasi tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang dan bahkan bisa menyebar.

Kecelakaan Fukushima Daiichi memberikan bukti bahwa radiasi kurang berbahaya secara biologis disbanding yang dikhawatirkan. Bahkan dengan mengungsinya orang-orang, ekosistem disana berkembang pesat dibandingkan dengan sebelum kecelakaan terjadi. Ahli ekologi radiasi (bidang studi yang berkembang setelah Chernobyl) melaporkan bahwa radiasi sama sekali tidak berdampak pada flora dan fauna.

<12>

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%