Tampang.com | Dalam beberapa tahun terakhir, platform teknologi pendidikan (EdTech) seperti Ruangguru, Zenius, dan Quipper menjamur di Indonesia. Mereka menjanjikan solusi bagi pendidikan yang lebih modern, terjangkau, dan fleksibel. Namun di balik pertumbuhan pesat sektor ini, muncul pertanyaan: apakah EdTech benar-benar bisa menjangkau semua lapisan masyarakat?
Pendidikan Digital Masih Jadi Privilege Kalangan Tertentu
Sebagian besar layanan EdTech berbasis aplikasi berbayar, memerlukan koneksi internet stabil dan perangkat yang memadai. Di wilayah terpencil dan keluarga berpenghasilan rendah, hal ini masih menjadi tantangan besar.
“Pendidikan digital tanpa akses merata justru memperlebar kesenjangan, bukan mengatasinya,” ujar Rika Mayasari, dosen pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta.
Siswa dari daerah tertinggal seringkali tertinggal dalam hal literasi digital, fasilitas, dan bimbingan. Mereka sulit mengimbangi kemajuan EdTech yang didominasi pengguna di kota-kota besar.