Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan prediksi yang mengejutkan tentang masa depan industri manufaktur. Dalam pidatonya di konferensi pengembang tahunan yang berlangsung di San Jose, California, Huang meyakini bahwa penggunaan robot humanoid di fasilitas manufaktur akan meluas dalam waktu kurang dari lima tahun. Pernyataan ini bukan hanya sekadar ramalan, tetapi juga menggambarkan arah perubahan yang signifikan dalam cara kita bekerja di berbagai sektor, termasuk produksi.
Dalam kesempatan tersebut, Huang juga meluncurkan sebuah perangkat lunak yang dirancang untuk membantu robot humanoid beradaptasi dan menavigasi lingkungan dengan lebih efisien. Hal ini membuka peluang baru tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat yang harus bersiap menghadapi dampak dari kehadiran teknologi ini.
Dalam wawancaranya dengan para jurnalis, Huang ditanya tentang tanda-tanda awal integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam kehidupan sehari-hari. Dia menjawab bahwa tanda-tanda tersebut akan menjadi lebih jelas ketika robot humanoid mulai berinteraksi langsung dengan manusia dalam berbagai situasi.
"Ini bukan sekadar masalah lima tahun ke depan, melainkan ini adalah isu yang akan muncul dalam beberapa tahun ke depan," tegas Huang, sebagaimana dikutip dari Reuters pada 20 Maret 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kita berada di ambang perubahan besar yang akan memengaruhi semua sektor kehidupan.
Di sektor manufaktur, robot humanoid diperkirakan akan menjadi pemain kunci yang pertama kali diintegrasikan. Menurut Huang, industri ini adalah yang paling siap untuk beradaptasi dengan kehadiran robot karena memiliki spesifikasi tugas yang jelas dan dapat diserahkan kepada mesin dengan tingkat akurasi yang tinggi. Proses-proses produksi yang sebelumnya memerlukan keterlibatan manusia dapat dialihkan kepada robot humanoid, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.