Aktivitas Sutradara dan Tim Produksi yang Tak Terlihat
Keberhasilan film Kuyank bukan datang begitu saja. Proses syuting yang dilakukan tim produksi berjalan cukup intens, termasuk sejumlah adegan yang memerlukan keberanian dan kerja keras dari para pemerannya. Film ini digarap di lokasi-lokasi nyata di Kalimantan Selatan, seperti di Kandangan dan Banjarmasin, yang diyakini menambah nuansa autentik horor dalam cerita.
Salah satu momen yang membekas bagi pemeran utamanya adalah pengalaman syuting di malam hari. Putri Intan, yang berperan sebagai karakter sentral dalam film ini, pernah menceritakan pengalaman syuting yang berlangsung dari tengah malam hingga pagi hari. Adegan yang paling menegangkan adalah ketika patroli gentong besar yang di dalamnya penuh air, dimana dia sebagai pemeran utama dibawa mengalir di sungai dalam keadaan tubuh terendam air selama pengambilan gambar. Adegan ini berlangsung di jam-jam dini hari dan memakan waktu berjam-jam, dengan kru menjaga keselamatan aktor selama proses tersebut.
Peran Putri Intan dan Rio Dewanto di “Kuyank”
Kisah film Kuyank sendiri berpusat pada konflik rumah tangga dan misteri supranatural di Kalimantan Selatan. Putri Intan berperan sebagai Rusmiati, seorang wanita yang terjebak dalam tragedi ketika mengambil keputusan ekstrem yang memicu serangkaian kejadian horor di desanya. Sementara itu, Rio Dewanto memerankan tokoh Badri, pria yang berusaha melindungi orang yang dicintainya di tengah situasi yang semakin gelap dan berbahaya.
Rio Dewanto bahkan mengungkapkan bahwa film ini merupakan pengalaman pertamanya bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan serta dialek Banjar, sebuah tantangan baru baginya. Hal ini menunjukkan komitmen aktor untuk memberikan performa terbaik dalam peran yang cukup kompleks.