Saat memulai proses pengajaran, cobalah untuk tidak memaksakan anak untuk shalat dengan keras. Setiap anak memiliki tingkat pemahaman dan minat yang berbeda-beda. Sebaiknya mulailah dengan mengajak mereka untuk melakukan gerakan shalat satu per satu. Anda bisa menunjukkan bagaimana cara berdiri, ruku, dan sujud. Lakukan dengan lambat dan sabar, sambil menjelaskan arti dari setiap gerakan tersebut. Pastikan mereka memahami apa yang mereka lakukan, sehingga shalat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sebuah ibadah yang penuh makna.
Beri penghargaan atau pujian kecil ketika anak berhasil melakukan gerakan shalat. Misalnya, jika anak berhasil sujud dengan baik, berikan pujian dengan kata-kata positif. Ini adalah cara yang baik untuk memotivasi mereka agar terus berlatih. Jangan lupa untuk sabar ketika mereka melakukan kesalahan. Setiap anak pasti akan mengalami kesulitan pada awalnya, jadi bersiaplah untuk mengulangi penjelasan Anda dengan lembut tanpa menunjukkan rasa frustrasi.
Menggunakan alat bantu juga bisa menjadi cara yang efektif. Anda bisa menggunakan boneka, gambar, atau bahkan video yang menjelaskan tentang shalat. Dengan cara ini, anak-anak akan lebih tertarik untuk belajar. Misalnya, Anda bisa mencari video anak-anak yang mengajarkan shalat dengan cara yang menyenangkan. Pastikan materi yang dipilih sesuai dengan usia anak agar mereka lebih mudah memahaminya.