Momen kesalahan penyebutan nama ini langsung viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan warganet. Banyak yang menilai kejadian ini sebagai hal wajar yang sering terjadi dalam pidato-pidato politik. Namun, tak sedikit pula yang mengaitkan momen tersebut dengan hubungan Demokrat dan pemerintahan sebelumnya.
Beberapa pengguna media sosial menanggapi dengan nada bercanda. "Pak SBY masih kebawa era Jokowi nih," tulis salah satu netizen. Ada juga yang menilai ini sebagai refleks alami karena Jokowi menjabat selama dua periode setelah kepemimpinan SBY berakhir pada 2014.
Dalam pidatonya, SBY kembali menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menilai, pemerintahan baru ini membutuhkan stabilitas politik dan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa agar bisa menjalankan program-programnya dengan baik.
"Sebagai partai politik yang bertanggung jawab, Demokrat akan memberikan dukungan yang konstruktif kepada pemerintahan Prabowo. Kita ingin melihat Indonesia makin maju, sejahtera, dan rakyatnya hidup lebih baik," tegasnya.
SBY juga mengajak kader Demokrat untuk tetap solid dan menjaga komunikasi politik yang baik dengan pemerintah. Ia menegaskan bahwa Demokrat tetap berpegang pada prinsip politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan sekadar kekuasaan.