Dengan demikian, Ramadan memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk etika politik yang mencerahkan, terutama dalam refleksi atas keadilan sosial dan kepemimpinan adil. Nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan, seperti keadilan sosial, kepemimpinan adil, persatuan umat manusia, dan solidaritas, seharusnya mampu membimbing umat Muslim dalam memperjuangkan perubahan yang lebih baik dalam konteks politik, baik di tingkat lokal maupun global. Semoga spirit Ramadan dapat menginspirasi kita untuk menjadi agen perubahan yang mendedikasikan diri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.