Penggunaan konsep abaksial dalam botani sangat berkaitan erat dengan peran yang dimainkan oleh bagian-bagian organisme dalam hal fotosintesis, transpirasi, dan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, struktur dan karakteristik permukaan abaksial pada daun tumbuhan dapat mempengaruhi kemampuan daun tersebut dalam proses fotosintesis. Permukaan abaksial daun yang licin dan memiliki banyak stomata akan memperlancar proses pertukaran gas, sehingga meningkatkan kemampuan daun dalam memperoleh energi dari sinar matahari.
Selain itu, penggunaan konsep abaksial juga memungkinkan para ilmuwan dan peneliti untuk mempelajari berbagai adaptasi organisme terhadap lingkungan sekitar. Dengan memahami bagian abaksial dan adaksial dari tumbuhan, para peneliti dapat mengidentifikasi berbagai modifikasi morfologi yang memungkinkan organisme bertahan hidup di lingkungan yang berbeda-beda. Hal ini dapat membantu dalam pemilihan tanaman yang tepat untuk ditanam di berbagai jenis tanah dan iklim.