Melodi yang Naik: Melodi yang bergerak dari nada rendah ke nada tinggi, seolah-olah "terbang", juga seringkali memicu sensasi merinding. Gerakan melodi ini secara naluriah terasa seperti pendakian emosional.
Tempo yang Berubah: Perubahan tempo yang tidak terduga, dari cepat ke lambat atau sebaliknya, juga bisa membuat otak bereaksi.
Kombinasi elemen-elemen ini sering ditemukan dalam musik klasik yang dramatis, musik soundtrack film, atau lagu pop dengan klimaks emosional yang kuat.
Psikologi Pendengar: Keterbukaan terhadap Pengalaman
Satu hal yang menarik, tidak semua orang mengalami frisson. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih terbuka terhadap pengalaman baru, cenderung lebih sering merinding saat mendengarkan musik. Keterbukaan ini adalah salah satu dari lima ciri kepribadian utama dan mencerminkan sejauh mana seseorang menikmati estetika, fantasi, dan emosi yang kuat.
Orang-orang dengan skor tinggi dalam keterbukaan terhadap pengalaman cenderung lebih mudah terhanyut oleh musik. Mereka memproses musik tidak hanya sebagai suara, tetapi sebagai sebuah pengalaman yang multidimensi. Mereka akan lebih memperhatikan detail, merasakan emosi yang terkandung, dan membiarkan diri mereka larut dalam lagu, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terjadinya frisson.