Pernahkah bulu kuduk berdiri, kulit terasa merinding, atau bahkan jantung berdebar kencang saat mendengarkan sebuah lagu? Sensasi ini, yang dalam bahasa ilmiah disebut frisson, adalah respons fisik misterius yang dialami banyak orang. Fenomena ini terasa begitu kuat, seolah-olah musik tidak hanya kita dengarkan, tetapi juga kita rasakan secara fisik. Sensasi ini bukan kebetulan; ini adalah hasil dari perpaduan rumit antara biologi otak, emosi, dan bagaimana kita memproses suara.
Reaksi Otak Terhadap Musik yang Intens
Frisson adalah respons dari sistem saraf otonom, bagian dari otak yang mengatur fungsi tubuh tanpa disadari, seperti detak jantung, pernapasan, dan suhu. Respons ini sama dengan saat kita merasa takut atau kedinginan, di mana otot-otik kecil di pangkal setiap rambut akan berkontraksi, menyebabkan rambut berdiri dan kulit terlihat bergelombang. Namun, dalam kasus frisson, pemicunya bukan ancaman fisik, melainkan rangsangan dari musik.
Para ilmuwan meyakini bahwa frisson terjadi ketika musik memicu pelepasan dopamin, sebuah neurotransmitter yang terkait dengan kesenangan, motivasi, dan ganjaran. Otak kita seolah-olah mengantisipasi "puncak" musik, seperti saat melodi mencapai klimaks, harmoni yang indah, atau perubahan tempo yang dramatis. Saat ekspektasi ini terpenuhi, otak meresponsnya dengan banjir dopamin, menciptakan sensasi yang terasa seperti euphoria atau kenikmatan yang kuat. Reaksi dopamin ini kemudian memicu respons fisik seperti merinding.